Eksekusi Mati Satinah, Presiden Diminta Turun langsung

Achmad Sakirin

Minggu, 23 Maret 2014 | 12:29 WIB
Eksekusi Mati Satinah, Presiden Diminta Turun langsung
Komisioner Komnas Perempuan, Tumbu Saraswati. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Komnas Perempuan mengingatkan tenggat waktu jelang eksekusi hukaman mati terhadap Satinah, TKI  di Arab Saudi, yang berakhir pada tanggal 3 April 2014. Komnas Perempuan juga meminta pemerintah agar turun langsung dalam upaya membela Satinah.

"Selamatkan Satinah, bangun perlindungan sistemik untuk seluruh pekerja migran yang terancam hukum mati," ucap Komisioner Komnas Perempuan, Tumbu Saraswati saat di  Jalan Latuharhary No. 4B, Menteng. Minggu (23/3/2014).

Tumbu Saraswati juga menyatakan, pemerintah harus melakukan upaya terakhir untuk membebaskan Satinah, baik melalui upaya diplomasi untuk terakhir kalinya maupun membayar uang (diyat) sebesar 21 miliar rupiah kepada keluarga majikannya.

Berdasarkan data dari Kementrian Luar Negeri, masih 39 orang lagi yang terancam hukuman mati. Komnas Perempuan berpendapat, penting untuk membangun mekanisme dan strategi perlindungan yang efektif dengan tetap mengedepankan perinsip hak asasi manusia.

"Sudah seharusnya presiden Susilo Bambang Yudhyono turun langsung melakukan diplomasi untuk upaya penyelamatan," tegas Tumbu Saraswati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TKI di Singapura Terancam Dihukum Mati

TKI di Singapura Terancam Dihukum Mati

News | Kamis, 20 Maret 2014 | 10:48 WIB

Pengemis Sumbangkan Rp12 Miliar untuk Orang Miskin

Pengemis Sumbangkan Rp12 Miliar untuk Orang Miskin

News | Rabu, 19 Maret 2014 | 16:05 WIB

RI-Arab Saudi Buat Perjanjian Perlindungan TKI

RI-Arab Saudi Buat Perjanjian Perlindungan TKI

News | Selasa, 18 Februari 2014 | 12:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×