Malaysia Ralat Kalimat Terakhir dari Kokpit MH370

Ruben Setiawan | Suara.com

Selasa, 01 April 2014 | 01:15 WIB
Malaysia Ralat Kalimat Terakhir dari Kokpit MH370
Pesawat P3 Orion Angkatan Udara Selandia Baru terbang di balik awan. (Reuters/Rob Griffith)

Suara.com - Kalimat terakhir yang diucapkan salah satu pilot pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 kepada pusat kendali lalu lintas udara ternyata bukan "All right, good night" seperti yang diberitakan sebelumnya. Otoritas penerbangan sipil Malaysia mengatakan, kalimat terakhir dari MH370 adalah "Good night Malaysian three seven zero".

"Kami ingin mengkonfirmasi bahwa percakapan terakhir dalam transkrip antara kendali lalu lintas udara dan kokpit adalah pada pukul 01.19 (waktu Malaysia) dan (kalimat terakhir itu) adalah "Good night Malaysian three seven zero"," papar Departemen Penerbangan Sipil dalam sebuah pernyataan hari Senin (31/3/2014).

"Good night Malaysian three seven zero" atau yang bisa diterjemahkan "Selamat malam Malaysia tiga tujuh kosong" merupakan kalimat yang lebih formal dipakai pilot saat meninggalkan wilayah udara Malaysia.

Pada 12 Maret, atau empat hari setelah MH370 hilang, duta besar Malaysia untuk Cina mengatakan kepada keluarga penumpang di Beijing bahwa kalimat terakhir dari kokpit adalah "All right, good night".

Belum jelas apa alasan Malaysia merubah informasinya terkait kalimat terakhir MH370 itu. Namun yang pasti, pernyataan dari Departemen Penerbangan Sipil Malaysia muncul setelah Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein ditanyai perihal kalimat terakhir dari kokpit pesawat.

Departemen Penerbangan Sipil juga menyampaikan bahwa penyidik masih melakukan "penyelidikan forensik" untuk memastikan siapa yang mengucapkan kalimat terakhir itu, pilot atau kopilotnya. Padahal sebelumnya, maskapai MAS menyatakan bahwa kalimat terakhir diyakini diucapkan oleh kopilot MH370.

Selain itu, Departemen Penerbangan Sipil mengatakan, pihaknya telah menerima instruksi untuk mengungkap transkrip percakapan lengkap antara kokpit MH370 dan pusat kendali lalu lintas udara pada pertemuan dengan keluarga penumpang selanjutnya. (reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Dukung Malaysia Untuk Temukan MH370

Indonesia Dukung Malaysia Untuk Temukan MH370

News | Senin, 31 Maret 2014 | 23:14 WIB

Kalau Kotak Hitam MH370 Tidak Ditemukan, Tinggal Satu Cara Mendeteksinya

Kalau Kotak Hitam MH370 Tidak Ditemukan, Tinggal Satu Cara Mendeteksinya

News | Senin, 31 Maret 2014 | 17:54 WIB

Tolak Minta Maaf, PM Malaysia Tak Pernah Sebut MH370 Jatuh

Tolak Minta Maaf, PM Malaysia Tak Pernah Sebut MH370 Jatuh

News | Senin, 31 Maret 2014 | 17:51 WIB

Ilmuwan: MH370 Tak Akan Bisa Ditemukan

Ilmuwan: MH370 Tak Akan Bisa Ditemukan

News | Senin, 31 Maret 2014 | 16:46 WIB

Xanana Gusmao Puji Kemampuan Malaysia Tangani Tragedi MH370

Xanana Gusmao Puji Kemampuan Malaysia Tangani Tragedi MH370

News | Senin, 31 Maret 2014 | 14:47 WIB

Buntut Tragedi MH370, Pilot Dilarang Sendirian di Kokpit

Buntut Tragedi MH370, Pilot Dilarang Sendirian di Kokpit

News | Senin, 31 Maret 2014 | 12:57 WIB

Terkini

Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat

Tinjau Aceh Tamiang, Tito Karnavian Pastikan Penanganan Pengungsi Dipercepat

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:34 WIB

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

SBY Hadiri Upacara Pelepasan 3 Jenazah Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Haru Saat Hampiri Keluarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 20:09 WIB

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Prabowo Beri Ucapan Belasungkawa ke Keluarga dan Penghormatan ke 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

News | Sabtu, 04 April 2026 | 19:36 WIB

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:55 WIB

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

Puluhan Siswa di Duren Sawit Diduga Keracunan Makanan, BGN Minta Maaf dan Tanggung Biaya Pengobatan

News | Sabtu, 04 April 2026 | 18:02 WIB

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

Gugur Akibat Serangan Artileri di Lebanon, Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Bandara Soetta Sore Ini

News | Sabtu, 04 April 2026 | 17:43 WIB

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

Jangan Tergiur Jalur Cepat! Ini Risiko Fatal Berhaji Pakai Visa Ziarah

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:15 WIB

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan, BGN Stop Operasional SPPG Pondok Kelapa Tanpa Batas Waktu

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:08 WIB

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

News | Sabtu, 04 April 2026 | 16:01 WIB

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!

News | Sabtu, 04 April 2026 | 15:31 WIB