Sebab Tanah Bantalan Rel Longsor sehingga KA Malabar Anjlok

Siswanto | Suara.com

Minggu, 06 April 2014 | 08:16 WIB
Sebab Tanah Bantalan Rel Longsor sehingga KA Malabar Anjlok
Sejumlah petugas mengevakuasi gerbong KA Malabar. (Antara/Adeng Bustomi)

Suara.com - Kepala Humas PT KAI, Sugeng Priyono, menyatakan alih fungsi lahan menjadi salah satu penyebab tanah di bantalan rel longsor sehingga terjadi kecelakaan Kereta Api Malabar jurusan Bandung-Malang.

"Salah satunya penyebabnya adalah karena adanya alih fungsi lahan, tetapi itu salah satu gambaran saja ada alih fungsi lahan," kata Sugeng di lokasi kecelakaan KA Malabar, Kampung Terung, Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten.

Menurut dia, kondisi tanah di jalur rel lokasi kecelakaan tersebut merupakan daerah labil dengan daerah pegunungan sehingga rawan bencana tanah longsor.

"Daerah sini, kan tanahnya labil sehingga mudah longsor, coba lihat sana (menunjuk ke arah perkebunan berbukit)," kata Sugeng.

Ia menjelaskan berdasarkan ketentuan minimal enam meter dari jalur rel KA tidak boleh ditanam oleh tanaman yang membuat tanah jadi gembur.

Seharusnya, lanjut dia, sepanjang jalur rel ditanami tanaman keras untuk memperkuat kondisi tanah rel sehingga tidak mudah terjadi longsor.

"Sekitar rel tanahnya kuat, tetapi bisa longsor kalau di tanah lainnya beralih fungsi lahan menyebabkan tanah di bawahnya (rel) tidak kuat," kata Sugeng.

Diwartakan sebelumnya, KA naas itu melaju dari arah Bandung menuju Tasikmalaya, kemudian lokomotifnya masuk jurang dan dua gerbong keluar dari rel setelah menabrak rel yang amblas tergerus longsor, Jumat (4/4) sekitar pukul 18.00 WIB.

Peristiwa itu mengakibatkan tiga orang tewas dan 10 penumpang luka, dua orang di antaranya warga negara Perancis.

Proses evakuasi lokomotif dan gerbong serta perbaikan jalur rel yang terputus sepanjang 25 meter akan selesai diperbaiki Minggu (6/4/2014). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jalur Belum Normal, PT KAI Kerahkan Bus untuk Angkut Penumpang

Jalur Belum Normal, PT KAI Kerahkan Bus untuk Angkut Penumpang

News | Sabtu, 05 April 2014 | 16:03 WIB

KA Malabar Anjlok, Kereta Lintas Selatan Masih Memutar Lewat Utara

KA Malabar Anjlok, Kereta Lintas Selatan Masih Memutar Lewat Utara

News | Sabtu, 05 April 2014 | 09:27 WIB

Penumpang KA Malabar Terhimpit, Proses Evakuasi Butuh Alat Tambahan

Penumpang KA Malabar Terhimpit, Proses Evakuasi Butuh Alat Tambahan

News | Sabtu, 05 April 2014 | 02:03 WIB

PT KAI Targetkan Normalisasi Jalur Selesai Sabtu Sore

PT KAI Targetkan Normalisasi Jalur Selesai Sabtu Sore

News | Sabtu, 05 April 2014 | 01:01 WIB

PT KAI: 3 Korban Meninggal, 2 Luka Berat Dalam Kecelakaan KA Malabar

PT KAI: 3 Korban Meninggal, 2 Luka Berat Dalam Kecelakaan KA Malabar

News | Sabtu, 05 April 2014 | 00:34 WIB

Terkini

Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti

Markas Judi Online Lintas Negara di Hayam Wuruk Digerebek, Polisi Sita Banyak Barang Bukti

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:28 WIB

Prabowo Tiba di Gorontalo, Langsung Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan

Prabowo Tiba di Gorontalo, Langsung Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:18 WIB

ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga

ILRC Ungkap Femisida Banyak Terjadi di Ruang Privat, Pelaku Bisa Pasangan hingga Keluarga

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:08 WIB

KPK Bantah Open Donasi Anak Yatim, Poster Berlogo Lembaga Disebar ke Grup WhatsApp

KPK Bantah Open Donasi Anak Yatim, Poster Berlogo Lembaga Disebar ke Grup WhatsApp

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:20 WIB

Berkunjung ke Miangas, Prabowo Beri Bantuan Kapal Ikan, Starlink hingga Handphone

Berkunjung ke Miangas, Prabowo Beri Bantuan Kapal Ikan, Starlink hingga Handphone

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:14 WIB

Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur

Wamendagri Wiyagus: Kendari Punya Peluang Besar Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE Indonesia Timur

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:52 WIB

Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara

Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:02 WIB

Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:45 WIB

Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas

Prabowo Janji Renovasi Puskesmas dan Sekolah di Miangas

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:39 WIB

Ada Semangat dan Kehidupan Baru dari Balik Pintu Huntara

Ada Semangat dan Kehidupan Baru dari Balik Pintu Huntara

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:17 WIB