Kader Hanura Minta Harry Tanoe Mengundurkan Diri

Doddy Rosadi

Rabu, 30 April 2014 | 18:56 WIB
Kader Hanura Minta Harry Tanoe Mengundurkan Diri
Hary Tanoesoedibjo, menyapa peserta kampanye terbuka, di Padang, Sumbar, (2/4). [Antara/Iggoy el Fitra]

Suara.com - Ketua DPP Partai Hanura Yuddy Chrisnandi mengatakan banyak kader Partai Hanura yang menilai Harry Tanoesoedibyo (HT) sebagai penyebab kegagalan Partai Hanura menjadi partai papan atas dan diperkirakan hanya memperoleh 5-6 persen, dan menduduki peringkat 10 dari 12 Partai.

"Kader-kader partai Hanura di pusat dan daerah, kecewa kepada Hary Tanoe yang dianggap gagal menjalankan strategi pemenangan Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) yang dipimpinnya karena minimnya pengalaman orang yang dibawanya ke Hanura," kata Yuddy yang kini berada di Ternate melalui pesan singkat kepada Antara, Rabu.

Yuddy menambahkan, ingkar janji HT untuk memberikan uang saksi kepada ratusan ribu kader yang sudah disiapkan partai mengakibatkan Hanura kehilangan potensi pemilih lebih dari lima juta orang.

Atas hasil tersebut, menurut dia, banyak kader-kader yang menginginkan HT mundur dari Hanura sebagai bentuk pertanggungjawabannya.

Ia menambahkan, kontribusi HT yang dirasakan langsung oleh Hanura adalah iklan TV di grup MNC-nya dan "billboard".

"Namun iklan tidak cukup mampu mengangkat Hanura, Hanura harus puas menempati ranking ke 10 pada pemilu legislatif ini," ucapnya.

Sementara itu, skenario pencapresan Wiranto - Harry Tanoe berantakan setelah Hanura diperkirakan hanya meraih 5-6 persen suara, berada di posisi sepuluh, dan dikalahkan pendatang baru Nasional Demokrat yang diperkirakan meraih 6 - 7 persen.

Dalam realitas politik saat ini, baru calon presiden PDIP Joko Widodo (Jokowi) yang secara matematis memegang tiket untuk bisa mencalonkan diri dalam pemilihan presiden, setelah menggandeng Nasdem dalam koalisi.

Seperti diatur dalam UU no 42 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pencalonan presiden hanya dapat dilakukan oleh partai politik atau gabungan partai yang memiliki minimal 20 persen kursi di parlemen atau 25 persen dari total suara nasional dalam pemilu legislatif. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Koalisi PDI Perjuangan-Nasdem Hampir Sempurna

Koalisi PDI Perjuangan-Nasdem Hampir Sempurna

News | Rabu, 30 April 2014 | 18:36 WIB

Mahfud MD: Cawapres Urusan Mega dan Jokowi

Mahfud MD: Cawapres Urusan Mega dan Jokowi

News | Rabu, 30 April 2014 | 17:06 WIB

Kunjungi Surya Paloh, Mahfud: Bukan Atas Nama PKB

Kunjungi Surya Paloh, Mahfud: Bukan Atas Nama PKB

News | Rabu, 30 April 2014 | 16:43 WIB

Siap Jadi Presiden, Jokowi Tidak Mau Jawab Program SBY yang Layak Dilanjutkan

Siap Jadi Presiden, Jokowi Tidak Mau Jawab Program SBY yang Layak Dilanjutkan

News | Rabu, 30 April 2014 | 15:25 WIB

Menunggu PKB Merapat, Jokowi Klaim Tunggu Sekali Pertemuan Lagi

Menunggu PKB Merapat, Jokowi Klaim Tunggu Sekali Pertemuan Lagi

News | Rabu, 30 April 2014 | 15:15 WIB

Terkini

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:02 WIB

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:56 WIB

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:48 WIB

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:43 WIB

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:40 WIB

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:32 WIB

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:29 WIB

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:12 WIB

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:53 WIB

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45 WIB

×