- Wakil Ketua Komisi X DPR RI mengecam ancaman bom di SD Negeri Srengseng Sawah 15 pada Selasa, 14 Juli.
- Aparat penegak hukum didesak segera mengusut tuntas pelaku demi menjamin keamanan hak belajar anak di sekolah tersebut.
- Sekolah wajib menyediakan pendampingan psikologis bagi siswa serta memperketat sistem keamanan guna mencegah trauma pasca-kejadian teror tersebut.
Suara.com - Dunia pendidikan kembali diusik oleh tindakan tidak bertanggung jawab. Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, My Esti Wijayati, mengecam keras insiden ancaman bom yang menyasar SD Negeri Srengseng Sawah 15, Jakarta.
Ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menyeret pelaku ke meja hijau.
Menurut Esti, aksi teror di lingkungan sekolah bukan sekadar pelanggaran hukum biasa.
Tindakan tersebut telah mengganggu hak anak untuk belajar dengan tenang serta menyebarkan ketakutan luar biasa di kalangan siswa, guru, hingga orang tua.
"Saya kira orang yang melakukan ancaman ini kurang kerjaan dan itu cukup mengganggu. Pelaku harus dicari dan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Esti di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7).
Selain fokus pada penegakan hukum, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyoroti dampak psikologis pasca-kejadian.
Esti meminta agar ada langkah cepat berupa pendampingan psikologis bagi para siswa guna mencegah trauma mendalam.
Ia juga mengimbau para orang tua agar tetap tenang dan bijak dalam merespons situasi ini di depan anak-anak mereka.
"Orang tuanya secara psikologis harus mencoba memberikan pengertian. Misalnya, 'Oh, itu ada bapak-bapak polisi memang mau menjaga sekolah.' Jadi, tidak menimbulkan ketakutan atau trauma bagi anak-anak," jelas Esti.
Di akhir keterangannya, Esti mengingatkan pihak sekolah untuk memperketat sistem keamanan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap segala potensi ancaman.
Sekolah, tegasnya, harus tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut.
Ia berharap adanya kolaborasi solid antara aparat keamanan, pihak sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah pencegahan.
Langkah cepat dan profesional sangat dibutuhkan agar atmosfer belajar-mengajar di sekolah bisa segera kembali kondusif.