Presiden SBY Siap Mediasi Vietnam dan Cina

Ruben Setiawan | Suara.com

Senin, 12 Mei 2014 | 01:50 WIB
Presiden SBY Siap Mediasi Vietnam dan Cina
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan). (Antara/Andika Wahyu)

Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menawarkan bantuan kepada Vietnam untuk menjembatani komunikasi dengan pihak Cina terkait perkembangan terakhir di Laut Cina Selatan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa seusai mendampingi Presiden Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral dengan PM Vietnam Nguyen Tan Dung di sela-sela Pertemuan Puncak ke-24 ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar, Minggu (11/5/2014).

"Vietnam menyambut baik tawaran Bapak Presiden itu. Jadi tadi dalam pertemuan, Menlu Indonesia diinstruksikan untuk segera mungkin menghubungi Menlu Tiongkok (Cina) untuk menyampaikan keprihatinan dan harapan agar masalah ini bisa dikelola dengan baik dan tidak dibiarkan berkembang menjadi krisis yang lebih besar," kata Menlu merujuk pada insiden tabrakan antara kapal Cina dan Vietnam di kawasan sengketa.

Menurut Menlu, dalam pertemuan bilateral itu Presiden Yudhoyono menegaskan kembali keprihatinan Indonesia atas situasi yang berkembang di Laut Cina Selatan. Ia menilai ketegangan di kawasan itu sama sekali tidak bisa diselesaikan melalui penggunaan kekuatan dan kekerasan.

"Justru sebaliknya memerlukan penyelesaian secara damai sesuai prinsip-prinsip dalam COC (Tata Perilaku/Code of Conduct)," katanya.

Sebelumnya dalam forum retreat Pertemuan Puncak ke-24 ASEAN, Presiden juga menggarisbawahi bahwa sebenarnya bangkitnya Cina merupakan suatu peluang bagi ASEAN, bukan sesuatu yang harus dilihat sebagai tantangan.

"Kita punya komitmen yang sama terhadap situasi di Laut Timur dan Laut Tiongkok Selatan, begitu juga dengan penanganannya yang harus damai. Apapun harus diselesaikan dengan damai secara politik dan menghindari penggunaan kekuatan militer," tambahnya.

Sementara itu PM Nguyen Tan Dung, kata Menlu, mengklaim bahwa saat ini terdapat hampir 83 kapal Cina yang mengawasi kegiatan pengeboran gas dan minyak di Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) dan landasan kontinen Vietnam. Disampaikan pula bahwa sempat terjadi insiden dorong-mendorong antara kedua belah pihak.

Menurut penuturan Menlu, Vietnam mengaku telah menawarkan kepada Beijing untuk membahas masalah ini dengan PM Cina. Namun, disebutkan bahwa belum tepat waktunya untuk mengadakan komunikasi seperti itu.

Turut mendampingi Presiden Yudhoyono dalam pertemuan itu antara lain Menko Kesra Agung Laksono, Menlu Marty Natalegawa, dan Mendag Muhammad Lutfi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Myanmar Serukan Peningkatan Peran Perempuan di ASEAN

Myanmar Serukan Peningkatan Peran Perempuan di ASEAN

News | Minggu, 11 Mei 2014 | 16:27 WIB

Presiden Myanmar Resmi Buka KTT ke-24 ASEAN

Presiden Myanmar Resmi Buka KTT ke-24 ASEAN

News | Minggu, 11 Mei 2014 | 13:10 WIB

Indonesia-Myanmar Eratkan Kerja Sama Lewat Perjanjian Bebas Visa

Indonesia-Myanmar Eratkan Kerja Sama Lewat Perjanjian Bebas Visa

News | Minggu, 11 Mei 2014 | 11:28 WIB

 Pagi Ini, Presiden Bertolak ke Myanmar

Pagi Ini, Presiden Bertolak ke Myanmar

News | Sabtu, 10 Mei 2014 | 07:49 WIB

Terkini

Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri

Tangis Keluarga Pecah Saat 10 Jenazah Korban Kecelakaan KRL Dipulangkan dari RS Polri

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:37 WIB

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, BPOM: Bukti Penting Penyempurnaan Kebijakan Pangan Sehat

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:31 WIB

Temui Menko Zulhas, Asosiasi Pelaku Usaha Dorong Perbaikan Tata Kelola hingga Rantai Pasok MBG

Temui Menko Zulhas, Asosiasi Pelaku Usaha Dorong Perbaikan Tata Kelola hingga Rantai Pasok MBG

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:31 WIB

Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua

Wamendagri Wiyagus Tekankan Pemerintah Berikan Perhatian Serius Tangani Masalah Kesehatan Papua

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:15 WIB

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

Arab Saudi Tekankan Pentingnya Keamanan Selat Hormuz

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB

Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang

Terungkap! Ini Isi Proposal Damai Iran yang Bikin Donald Trump Meradang

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:13 WIB

KPK Dalami Uang USD 1 Juta di Kasus Dugaan Suap Pansus Haji DPR RI

KPK Dalami Uang USD 1 Juta di Kasus Dugaan Suap Pansus Haji DPR RI

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:08 WIB

Bima Arya Tekankan Efisiensi dan Sinergi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Bima Arya Tekankan Efisiensi dan Sinergi sebagai Motor Penggerak Ekonomi Daerah

News | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB