Jusuf Kalla, Tipe Pemimpin yang Cepat Mengambil Keputusan

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 19 Mei 2014 | 12:14 WIB
Jusuf Kalla, Tipe Pemimpin yang Cepat Mengambil Keputusan
Jusuf Kalla [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Jusuf Kalla bukan sosok baru di dunia birokrasi. Dia sempat ditunjuk menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Presiden Abdurrahman Wahid. Namun, dia hanya satu tahun menjalani tugas tersebut. Pada tahun 2000, Jusuf Kalla yang sering dipanggil dengan nama singkatan JK dipecat dari jabatannya.

Ketika itu, Sekretaris Kabinet Marsimal Simanjuntak mengatakan, JK bersama Laksamana Sukardi (Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN) dianggap tidak bisa bekerja sama lagi dengan Menko Ekuin dan Menteri Keuangan.

Usai menghadap Presiden Abdurrahman Wahid, JK sempat ditawarkan untuk menjadi Duta Besar. Namun, JK menolak tawaran itu. “Saya ingin kembali ke Makassar saja,” tegasnya. Ketika Presiden Abdurrahma Wahid dilengserkan melalui Sidang Istimewa MPR pada 2001, JK kembali masuk ke dalam birokrasi. Dia dipercaya menjadi Menko Kesejahteraan Rakyat.

Ketika menjadi Menko Kesra itulah, JK mempunyai peranan besar dalam menghentikan konflik berkepanjangan di Poso dan Ambon. Dia menjadi deklarator pertemuan Malino I dan II. Melalui gayanya yang lugas dan cepat dalam mengambil keputusan, JK berhasil merangkul komunitas Kristen dan Islam yang konflik di dua daerah itu untuk berdamai.

“Karena mereka yang berselisih ini memandang dari sudut agama, jadi kita memberikan kesadaran dari sisi agama juga. Karena semua agama, menurut saya, melarang membunuh tanpa alasan yang jelas," kata Kalla tentang langkah yang diambilnya dalam menyelesaikan sejumlah konflik yang mengatasnamakan agama di Indonesia.

Kesepakatan perdamaian antara wakil pemerintah dan tokoh-tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ditandatangani di Helsinki pada 15 Agustus 2005 juga merupakan inisiatif JK.

Menjelang Pemilu Presiden 2004, Jusuf Kalla mengundurkan diri dari posisinya sebagai Menko Kesra. Langkah itu diambil karena JK ingin mengikuti konvensi capres Partai Golkar. Akan tetapi, dia urung melanjutkan keinginannya itu karena memilih untuk menjadi calon wakil presiden bagi capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Pasangan SBY-JK menjadi pasangan capres dan cawapres pertama yang dipilih langsung oleh rakyat. Usai terpilih sebagai Wakil Presiden, Jusuf Kalla menjabat sebagai ketua umum Partai Golongan Karya menggantikan Akbar Tanjung sejak Desember 2004 hingga 9 Oktober 2009.

JK mempunyai sifat yang tegas dan cepat dalam mengambil keputusan. Mungkin ini didasarkan latar belakangnya sebagai seorang pengusaha yang kerap membuat keputusan penting dalam waktu yang singkat. Hal ini diperlihatkannya ketika tsunami melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Dia menjadi orang pertama yang mengambil tindakan. Sebagai Wapres, JK langsung mengumumkan masa darurat enam bulan di Aceh. Sosoknya dikenal sebagai orang yang bergerak sangat cepat dalam menangani masalah.

Jelang Pemilu 2009, JK pecah kongsi dengan SBY. SBY memilih Boediono sebagai cawapres dan JK memutuskan maju sebagai capres bersama Wiranto sebagai cawapres. JK kalah dalam pemilu presiden. Tetapi dia sama sekali tidak kecewa.

“Kami mencalonkan diri sebagai capres-cawapres, karena kami merasa sebagai pasangan yang terbaik, tetapi jika dalam pilpres nanti kami kalah, itu berarti ada capres-cawapres lain yang lebih baik,” kata JK dalam sebuah acara debat capres.

Gagal jadi Presiden, JK dipercaya untuk memimpin organisasi Palang Merah Indonesia. Dalam Munas Palang Merah Indonesia ke XIX, JK didaulat sebagai Ketua Umum. Selain itu, JK juga terpilih sebagai ketua umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia periode 2012-2017 dalam Muktamar VI DMI di Jakarta.

Ada yang menarik dari sosok seorang JK. Sebagai pengusaha, JK sama sekali jauh dari kemewahan. Hal itu bisa dilihat dari busana yang sering dikenakan. JK jarang memakai jas dan lebih memilih baju batik atau kemeja lengan panjang. JK juga sosok yang terbuka dan mudah untuk diminta komentar oleh juru warta. Gayanya yang lugas dan juga supel membuat JK kembali dilirik untuk menjadi cawapres dalam Pemilu 2014 mendampingi capres dari PDI Perjuangan Joko Widodo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana

Dipolisikan 40 Ormas Islam, Ade Armando Tantang Balik: Tunjukkan Bukti di Video Mana

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:16 WIB

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:01 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB

Dilaporkan ke Bareskrim, Abu Janda hingga Ade Armando Dituding Provokasi Potongan Video JK

Dilaporkan ke Bareskrim, Abu Janda hingga Ade Armando Dituding Provokasi Potongan Video JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:50 WIB

Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama

Mahfud MD Sebut Ceramah JK di UGM 'Dimutilasi': Bahaya, Mengadu Domba Umat Beragama

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:57 WIB

Temui Jusuf Kalla, Ormas Islam Akan Laporkan Ade Armando, Abu Janda dan Grace Natalie

Temui Jusuf Kalla, Ormas Islam Akan Laporkan Ade Armando, Abu Janda dan Grace Natalie

Video | Rabu, 29 April 2026 | 14:35 WIB

Soroti Laporan Terhadap JK, KAHMI Khawatir Sudah Jadi 'Mainan Politik'

Soroti Laporan Terhadap JK, KAHMI Khawatir Sudah Jadi 'Mainan Politik'

News | Senin, 27 April 2026 | 19:58 WIB

KAHMI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Doli: Jangan Diadu Domba

KAHMI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Doli: Jangan Diadu Domba

News | Senin, 27 April 2026 | 19:13 WIB

Alumni PMKRI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Sebut Ceramah UGM Telah Diedit

Alumni PMKRI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Sebut Ceramah UGM Telah Diedit

News | Senin, 27 April 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:33 WIB

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:29 WIB

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

Wapres Gibran Kecam Keras Pelecehan Seksual Puluhan Santriwati di Pati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:07 WIB

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

PSHK Setuju Dana Banpol Naik, Tapi Pasang Syarat: Transparansi Total dan Reformasi Internal Partai

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:59 WIB

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

Kesaksian Warga soal Pengeroyokan Penjaga Warung di Kemayoran: Saya Anggota, Jangan Ikut Campur!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:49 WIB

Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum

Pakar UMY Desak Batas Peradilan Militer Dipertegas: Jangan Jadi Pengecualian Hukum

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:46 WIB