Pemerintah Klaim Masih Kuasai Thailand Meski Status Darurat Militer

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 20 Mei 2014 | 09:13 WIB
Pemerintah Klaim Masih Kuasai Thailand Meski Status Darurat Militer
Tentara Thailand berjaga di sebuah persimpangan utama di Bangkok, Selasa (20/5) [Reuters/Damir Sagoli].

Suara.com - Pemerintah Thailand diklaim masih tetap memegang kendali pemerintahan di negara itu, meski angkatan bersenjata telah menetapkan status darurat militer sejak Selasa (20/5/2014).

"Bagus jika militer menjaga keamanan negara. Tetapi pemerintah masih mempunyai kendali penuh atas negara ini," kata Chaikasem Nitisiri, penjabat sementara menteri kehakiman Thailand.

Sebelumnya diberitakan bahwa angkatan bersenjata Thailand memberlakukan status darurat militer pada Selasa. Langkah itu diambil setelah selama enam bulan protes dan demonstrasi politik mengganggu jalannya pemerintahan di negara tersebut.

Kepala staf angkatan bersenjata Thailand, Prayuth Chan-ocha, mengatakan bahwa militer mengambil alih tanggung jawab atas keamanan publik karena meningkatnya kekerasan dalam aksi demonstrasi yang telah meyebabkan kerugian material dan menewaskan puluhan orang sejak demonstrasi pecah akhir  2013 silam.

“Kami prihatin dengan kekerasan yang bisa merugikan keamanan negara secara umum. Karenanya untuk mengembalikan ketertiban dan hukum di negara ini, kami mengumumkan status darurat militer,” kata Prayuth dalam siaran langsung di televisi pada pukul 3 dini hari.

“Saya meminta semua kelompok aktivis untuk menghentikan semua kegiatan dan bekerja sama dalam mencari jalan keluar dari krisis ini,” imbuh dia.

Sejak status itu diberlakukan pasukan-pasukan tentara mulai berpatroli di Bangkok dan beberapa stasiun televisi dikuasai. Seorang jenderal di militer Thailand yang dihubungi Reuters mengatakan tentara membutuhkan stasiun televisi untuk menyiarkan bahwa militer tidak sedang mengkudeta pemerintah.

Militer Thailand sendiri sudah melakukan 11 kudeta terhadap pemerintahan sipil sejak berakhirnya era monarki absolut pada 1932, termasuk ketika menggulingkan Thaksin Shinawatra pada 2006.

Konflik di Thailand semakin tajam dan berdarah sepekan sebelum mahkamah konstitusi Thailand melengserkan Yingluck Shinawatra, adik Thaksin, yang sejak 2011 menjabat sebagai perdana menteri. Tidak hanya itu, sembilan anggota kabinet Yingluck juga dipecat.

Meski demikian para demonstran mengatakan pelengseran Yingluck tidak cukup dan meminta agar penjabat sementara perdana menteri, Niwattumrong Boonsongpaisan, juga lengser karena masih berasal dari partai yang sama dengan Yingluck.

Tiga tewas akibat ledakan bom dan serangan senjata api terhadap para demonstran antipemerintah pada Rabu (14/5/2014) pekan lalu. Sejak demonstrasi pecah pada November 2013 sudah 27 orang tewas dan 800 lainnya terluka. (Reuters/Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Angkatan Bersenjata Thailand Umumkan Status Darurat Militer

Angkatan Bersenjata Thailand Umumkan Status Darurat Militer

News | Selasa, 20 Mei 2014 | 08:38 WIB

Tembakan Gas Air Mata Warnai Protes Anti-Pemerintah

Tembakan Gas Air Mata Warnai Protes Anti-Pemerintah

News | Jum'at, 09 Mei 2014 | 13:45 WIB

Tinggal Selangkah Lagi, Mantan PM Thailand Akan Dilarang Berpolitik

Tinggal Selangkah Lagi, Mantan PM Thailand Akan Dilarang Berpolitik

News | Kamis, 08 Mei 2014 | 17:03 WIB

Yingluck Dicopot, Thailand Dipimpin Tangan Kanan Thaksin

Yingluck Dicopot, Thailand Dipimpin Tangan Kanan Thaksin

News | Rabu, 07 Mei 2014 | 23:43 WIB

Mahkamah Konstitusi Pecat PM Thailand

Mahkamah Konstitusi Pecat PM Thailand

News | Rabu, 07 Mei 2014 | 14:49 WIB

Terkini

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:11 WIB

Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan

Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:06 WIB

Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!

Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:45 WIB

Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?

Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:30 WIB

99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong

99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya

Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:05 WIB

Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka

Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:25 WIB

Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik

Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:17 WIB

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB