Jokowi: Jakarta Kurang Stok Beras, Ternyata Sulawesi Surplus

Siswanto Suara.Com
Rabu, 21 Mei 2014 | 14:51 WIB
Jokowi: Jakarta Kurang Stok Beras, Ternyata Sulawesi Surplus
Ilustrasi: Buruh mengikat padi. (foto: Antara/Oky Lukmansyah)

Suara.com - Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) V Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2014 yang berlangsung di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (21/5/2014), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terjadinya masalah di bidang ketahanan pangan nasional lantaran kurangnya koordinasi antara pusat dan daerah.

"Pengalaman saya di lapangan, menurut saya, ini masalah komunikasi pusat dengan gubernur, bupati, dan walikota di daerah. Mestinya memang ada komunikasi, mungkin dibuat poros, mungkin bisa presiden lewat menko (menteri koordinator), gubernur nggak setahun sekali, kalau bisa setiap bulan," kata Jokowi.

Jokowi menyontohkan saat ini Jakarta mengalami kekurangan persediaan beras. Ternyata, ketika Jokowi pergi ke Sulawesi Selatan, di provinsi itu terjadi surplus beras hingga 2,6 juta ton.

Contoh lainnya, Jakarta harus impor sayur mayur dari luar negeri, padahal ketika ia berkunjung ke Lampung, sayur mayur yang tersedia di provinsi ini melimpah ruah.

Persoalan lain lagi yang ditemukan Jokowi dalam kaitan dengan ketahanan pangan adalah infrastruktur jalur distribusi pangan yang kurang mendukung, terutama laut. Menurut dia, infrastruktur perlu diperbaiki agar proses distribusi berjalan lancar dan murah.

"Saya lihat infrastruktur laut, ini nggak diperhatikan. Mestinya laut dikoneksikan, Sumatera-Jawa-Sulawesi-Papua, ada. Tol laut itu mestinya dibangun sehingga biayanya akan sangat murah. Jangan sampai kita lihat sekarang, saya kirim dari Jawa ke Eropa, sama Jawa ke Papua, lebih murah Jawa ke Eropa. Ini hal yang harus diperbaiki," tuturnya.

Dengan peningkatan infrastruktur laut yang tepat guna, Jokowi optimistis biaya distribusi menjadi lebih rendah.

"Kalau begitu, saya yakin semen di Jawa 50 ribu, di Papua tidak akan sejuta. Dan kiriman sapi dari NTT ke Jakarta dan dibanding dari Australia ke Jakarta cost-nya hanya sepertiganya. Karena tidak ada kapal laut besar (untuk angkutan). Yang saya liat dari Australia ke Jakarta, satu kapal bisa angkut 30 ribu sampai 40 ribu sapi, kalau kita bisa angkut paling 300 sapi," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI