Warga Lintas Profesi di Lampung Buka Warung Jokowi-JK

Laban Laisila | Suara.com

Jum'at, 30 Mei 2014 | 08:41 WIB
Warga Lintas Profesi di Lampung Buka Warung Jokowi-JK
Bakal calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Istri (Iriana Widodo) makan siang bersama di Cikini, Senin (19/5). [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Sejumlah warga lintas profesi dan para tokoh di Lampung berinisiatif membuka Warung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) sebagai tempat berkumpul dan berdialog membahas pasangan calon presiden-wapres untuk Pemilihan Presiden 2014.

Kalangan kampus, profesional, pengusaha, aktivis, kelompok agama dan sejumlah kalangan lintas profesi dan lintas generasi, di Bandarlampung, Kamis (30/4/2014) malam, menyepakati Warung Jokowi-JK segera dibuka di berbagai lokasi di Bandarlampung maupun kabupaten/kota lainnya.

Tanjung, salah satu penggerak Warung Jokowi-JK, aktivitas dukungan yang diberikan kepada pasangan Jokowi-JK tidak semata bermotif politik transaksional atau bermuatan finansial, melainkan bentuk kepedulian warga atas masa depan bangsa Indonesia.

"Kita tak bisa tinggal diam melihat adanya tokoh yang banyak terbelit masalah, malah berani mencalonkan diri sebagai presiden, mau dibawa kemana negara ini," ujar Tanjung.

Dia menegaskan bahwa Presiden selaku kepala negara dan kepala pemerintahan yang paling bertanggungjawab atas penyelesaian semua masalah bangsa ini, bagaimana mungkin pihak yang bermasalah dapat menyelesaikan problematika negeri ini dengan baik.

Beberapa pengamat sosial politik di Lampung menyatakan adanya polarisasi di tengah masyarakat atas dua pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2014 kali ini, satu pihak mendukung Jokowi-Jusuf Kalla, namun pada pihak lain yang mendukung Prabowo-Hatta Rajasa.

Sebelumnya, pengamat politik dari FISIP Universitas Lampung (Unila), Dr Syarief Makhya menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei, pasangan Jokowi-JK diperkirakan dapat meraih dukungan mayoritas kendati harus menghadapi (kompetitor) pesaing utama yaitu Prabowo-Hatta Rajasa.

Menurut Syarief, berdasarkan hasil kebanyakan survei tentang para kandidat calon presiden yang disebut-sebut layak memimpin Indonesia, Jokowi memiliki basis dukungan yang mencapai 10 persen di atas kandidat lainnya.

Namun masih terdapat sekitar 40 persen warga yang punya hak pilih, masih belum menentukan siapa yang akan didukung untuk memimpin Indonesia lima tahun ke dapan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bila Warga Bali Tak Menangkan Jokowi, Mega Tak Mau ke Pulau Dewata Lagi

Bila Warga Bali Tak Menangkan Jokowi, Mega Tak Mau ke Pulau Dewata Lagi

News | Jum'at, 30 Mei 2014 | 03:36 WIB

Jokowi: Ada Partai Minta Jatah Delapan Kursi

Jokowi: Ada Partai Minta Jatah Delapan Kursi

News | Jum'at, 30 Mei 2014 | 00:28 WIB

Demokrat Disebut Netral, Tapi Sebagian Kadernya Sudah ke Prabowo-Hatta

Demokrat Disebut Netral, Tapi Sebagian Kadernya Sudah ke Prabowo-Hatta

News | Kamis, 29 Mei 2014 | 20:17 WIB

Hatta Tekankan Pentingnya Pendidikan Moral di Keluarga

Hatta Tekankan Pentingnya Pendidikan Moral di Keluarga

News | Kamis, 29 Mei 2014 | 20:13 WIB

Terkini

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

Rentetan OTT Kepala Daerah, Tito Sebut Ada Masalah Mendasar dalam Rekrutmen Pilkada

News | Senin, 13 April 2026 | 18:15 WIB

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

Mendagri Sentil Daerah yang Ragu Soal WFH ASN: Ini Bukan Opsional!

News | Senin, 13 April 2026 | 18:09 WIB

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus AKAP di Depan Terminal Kampung Rambutan

News | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

Jubir Buka Peluang JK Dialog soal Laporan Dugaan Penistaan Agama

News | Senin, 13 April 2026 | 18:00 WIB

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

Tak Semua Penghijauan Berdampak Positif, Studi Ungkap Ancaman di Balik Penanaman Pohon Massal

News | Senin, 13 April 2026 | 17:55 WIB

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

Jejak Gelap Aep Saepudin: Sosok Pendiam di Rancaekek yang Jadi Broker Senpi Ilegal Ki Bedil

News | Senin, 13 April 2026 | 17:53 WIB

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati

News | Senin, 13 April 2026 | 17:50 WIB

Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia

Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia

News | Senin, 13 April 2026 | 17:40 WIB

Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!

Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!

News | Senin, 13 April 2026 | 17:26 WIB

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

News | Senin, 13 April 2026 | 17:15 WIB