Jawaban Prabowo dan Jokowi Soal Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum

Siswanto

Senin, 09 Juni 2014 | 20:41 WIB
Jawaban Prabowo dan Jokowi Soal Pemerintahan Bersih dan Kepastian Hukum
Jokowi (kiri) bersama Prabowo (kanan). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Acara debat capres-cawapres yang berlangsung di gedung Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014) dimulai pukul 20.00 WIB. Tema debat perdana ini adalah Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan Bersih, dan Kepastian Hukum.

Moderator acara adalah pengajar Fakultas Hukum UGM Yogyakarta yang juga Direktur Pukat Korupsi FH UGM Yogyakarta, Zainal Arifin Mochtar.

Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa tampil dengan kemeja putih panjang dan berpeci. Sedangkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengenakan jas hitam. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya.

Sebelum dimulai, Zainal Arifin memberikan pertanyaan. Pertanyaannya adalah apa pandangan masing-masing kandidat tentang agenda yang dianggap paling penting untuk dilaksanakan dalam kaitan dengan tema acara debat.

Para kandidat diminta memberikan jawaban selama enam menit dimulai dari nomor urut satu, Prabowo – Hatta.

Prabowo mengatakan demokrasi adalah hal yang harus diperbaiki, dipertahankan, dan dikembangkan terus karena merupakan cita-cita pendidik bangsa. Indonesia, kata Prabowo, saat ini telah mencapai demokrasi dengan susah payah. Tapi, katanya, masyarakat sekarang belum semuanya merasakan demokrasi. Mereka masih butuh pendidikan politik secara baik. Hal ini, kata Prabowo, harus jadi perhatian serius.

Mengenai pemerintahan bersih, kata Prabowo, sama seperti demokrasi, yaitu syarat mutlak untuk menjadikan Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Hal itu, katanya, bisa memberi kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Demokrasi bagi kami adalah tangga menuju cita-cita, kesejahteraan. Kita ingin demokrasi yang produktif, bukan destruktif. Maka itu, pemerintah yang bersih dari korupsi syarat mutlaknya,” katanya.

Kepastian hukum, kata Prabowo, adalah jaminan dari negara, yaitu jaminan rasa aman kepada warga. Bila memimpin Indonesia kelak, Prabowo – Hatta berkomitmen akan bekerja keras untuk mencapai pemerintah bersih dari korupsi dan memberikan kepastian hukum bagi rakyat Indonesia. Kelestarian demokrasi ujungnya membawa kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Hatta Rajasa menambahkan kepastian hukum juga harus memberikan jaminan kepada penghapusan diskriminasi dalam bentuk apapun.

“Pemerintah kami akan pastikan bahwa hukum akan perlakuan warga secara setara di hadapan hukum.

Tentang demokrasi, Hatta mengatakan, bukan sekadar alat untuk capai tujuan, tapi demokrasi adalah sistem nilai yang perlu ditegakkan dan harus diyakini.

Giliran berikutnya adalah Jokowi memberikan jawaban.

Jokowi mengatakan Republik Indonesia adalah milik semua masyarakat Indonesia. Harapan rakyat ingin hidup lebih baik, ingin lebih sejahtera. Demokrasi, kata Jokowi, adalah mendengar suara rakyat dan melaksanakannya.

“Oleh sebab itu, kenapa setiap hari kami datang ke kampung-kampung, pasar, bantaran sungai, petani, pelelangan ikan, karena kami ingin dengar suara rakyat. Dengan cara apa? Dialog. Pak JK saya kira sudah banyak selesaikan konflik secara dialog untuk sebuah kemanfaatan bagi rakyat banyak. Tanah abang, waduh Pluit juga kita selesaikan sacara dialog, undang makan, ajak musyawarah dan menemukan manfaat,” kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendukung Kedua Capres Memanas, Polisi Jaga Ketat Lokasi Debat

Pendukung Kedua Capres Memanas, Polisi Jaga Ketat Lokasi Debat

News | Senin, 09 Juni 2014 | 20:12 WIB

Terkini

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:55 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:30 WIB

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:24 WIB

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia

Jakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 23:00 WIB

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

×