Spanyol Tangkap Delapan Terduga Perekrut Militan ISIL

Liberty Jemadu

Senin, 16 Juni 2014 | 23:56 WIB
Spanyol Tangkap Delapan Terduga Perekrut Militan ISIL
Pejuang kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIL) merebut kendaraan pasukan tentara Irak. (Reuters/Stringer)

Suara.com - Spanyol menangkap delapan lelaki yang diduga bertugas merekrut militan untuk kelompok bersenjata Negara Islam Suriah dan Irak (ISIL) yang beroperasi Timur Tengah, demikian dikatakaan Kementerian Dalam Negeri Spanyol, Senin (16/6/2014). Salah satu yang ditahan adalah mantan petempur Afghanistan yang sebelumnya dipenjara Amerika Serikat di Guantanamo Bay, Kuba.

Mereka yang ditahan diduga membantu mengirim rekrutan ke Timur Tengah, tempat mereka akan bergabung dengan ISIL dalam pertempuran melawan Suriah dan Irak.

"Pemimpin utama sel ini tinggal di Spanyol, dia sempat dipenjara di Guantanamo, setelah ditangkap di Afghanistan pada 2001," jelas kementerian dalam negeri Spanyol.

ISIL adalah kelompok cabang Al Qaeda yang beroperasi di Suriah dan Irak. Mereka berusaha ntuk mendirikan kekalifahan di wilayah itu, dengan menyatukan pemerintahan Irak dan Suriah.

Sementara itu itu Perdana Menteri Belanda, Frans Timmermans mengatakan kepada parlemen negaranya bahwa sejumlah pemuda Belanda telah bergabung dengan ISIL. Pada awal 2014, pemerintah Belanda mengatakan dua warganya melakukan bom bunuh diri di Irak. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menlu: Belum Perlu Evakuasi WNI dari Irak

Menlu: Belum Perlu Evakuasi WNI dari Irak

News | Senin, 16 Juni 2014 | 15:27 WIB

Irak Semakin Panas Indeks Saham Regional Anjlok

Irak Semakin Panas Indeks Saham Regional Anjlok

Bisnis | Senin, 16 Juni 2014 | 10:42 WIB

ISIL Penggal Polisi dan Unggah Fotonya ke Twitter

ISIL Penggal Polisi dan Unggah Fotonya ke Twitter

News | Minggu, 15 Juni 2014 | 16:58 WIB

Lindungi Baghdad, Amerika Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia

Lindungi Baghdad, Amerika Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia

News | Minggu, 15 Juni 2014 | 06:30 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×