Aung San Suu Kyi, Pejuang HAM yang Mulai Hilang Taji

Ruben Setiawan

Kamis, 19 Juni 2014 | 09:00 WIB
Aung San Suu Kyi, Pejuang HAM yang Mulai Hilang Taji
Aung San Suu Kyi. (Shutterstock)

Suara.com - Hari ini, 19 Juni, 69 tahun yang lalu, Aung San Suu Kyi dilahirkan di Rangoon (kini Yangon), Myanmar. Aung San Suu Kyi adalah salah satu ikon pejuang demokrasi dan hak asasi manusia yang diakui dunia internasional.

Aung San Suu Kyi mengenyam pendidikan di India, Jepang, hingga Inggris. Sekembalinya dari menimba ilmu, Suu Kyi memulai perjuangan politiknya di dalam negeri. Ia mendirikan Liga Nasional untuk Demokrasi pasca tumbangnya pemerintahan junta militer di bawah pemerintahan Jenderal Ne Win. Namun, tidak berjalan mulus. Oleh pemerintahan junta militer yang baru, dirinya dijadikan tahanan rumah dan baru akan dibebaskan jika dirinya bersedia keluar dari Myanmar. Namun Su Kyi menolak.

Atas kegigihannya memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia tanpa menggunakan kekerasan, Suu Kyi meraih hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991. Karena status tahanan rumah yang membuatnya tidak bisa kemana-mana, penerimaan hadiah bergengsi itu diwakilkan anaknya yang tinggal di luar negeri. Hebatnya, Suu Kyi menggunakan uang hadiah Nobel sebesar 1,3 juta Dolar untuk mendirikan yayasan kesehatan dan pendidikan bagi rakyat Burma.

Setelah menjadi tahanan rumah selama 15 tahun, Suu Kyi akhirnya dibebaskan pada tahun 2010 seiring dengan reformasi yang terjadi di negeri tersebut. Pada tahun 2012, Suu Kyi mengikuti pemilihan umum dan terpilih menjadi anggota parlemen kubu oposisi. Namanya kian bersinar dan pendukungnya pun semakin bertambah.

Namun, keberpihakan Suu Kyi terhadap perjuangan hak asasi manusia mulai dipertanyakan saat pecahnya konflik antar-etnis dan agama yang terjadi di negara bagian Rakhine. Ratusan orang, sebagian besar warga muslim Rohingya -pendatang dari Bangladesh- tewas dalam konflik tersebut.

Banyak pihak dibuat kecewa dengan sikap Suu Kyi yang seakan tak peduli pada krisis kemanusiaan tersebut. Suu Kyi memilih netral dan tidak berpihak pada kubu manapun, apalagi mengecam salah satu pihak yang diduga melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Tak sedikit yang menilai sikap Suu Kyi sebagai upaya cari aman. Pasalnya, Suu Kyi berniat maju dalam pemilihan presiden tahun 2015 mendatang. Bisa jadi, ia kehilangan banyak dukungan jika memihak kaum minoritas Rohingya, yang bahkan tidak punya status kewarganegaraan di Myanmar.

Kendati begitu, Suu Kyi tidak sepenuhnya tinggal diam. Dia pun mengkritisi peraturan yang melarang etnis Rohingya memiliki lebih dari dua anak. Baginya, hal itu merupakan suatu diskriminasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Xi Jinping, Presiden yang Doyan Nonton "The Godfather"

Xi Jinping, Presiden yang Doyan Nonton "The Godfather"

News | Minggu, 15 Juni 2014 | 09:00 WIB

Che Guevara, Wajahnya Hiasi Botol Miras dan Bikini

Che Guevara, Wajahnya Hiasi Botol Miras dan Bikini

News | Sabtu, 14 Juni 2014 | 09:00 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×