Kampanye Dua Capres Cawapres Makin Sengit

Laban Laisila | Suara.com

Kamis, 19 Juni 2014 | 14:07 WIB
Kampanye Dua Capres Cawapres Makin Sengit
Joko Widodo dan Prabowo Subianto. [Antara/Andika Wahyu].

Suara.com - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego mengatakan, waktu kampanye yang semakin sempit membuat pertarungan kampanye antara dua pasang kandidat capres makin sengit dan diwarnai dengan upaya intimidasi satu sama lain.

"Dengan upaya sampai pada kampanye dan intimidasi. Ini suatu yang niscaya, karena waktu yang sedikit, kalau di film namanya kejar tayang," kata Indria dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Dia menambahkan, saat ini presentasi elektabilitas kedua pasangan hampir imbang. Di mana Jokowi-JK mendapatkan sekira 40 persen dan Prabowo-Hatta 30 persen. Dengan begitu masih ada 30 persen swing voter atau pemilih mengambang yang menjadi rebutan.

"Pasar politiknya di situ," tuturnya.

Namun, dia menilai, dari 30 persen pemilih ini tidak akan dimenangkan semua. Menurutnya di era politik demokratis ini orang tidak memilih itu juga pilihan. Bahkan, dia mencontohkan di Amerika yang disebut sebagai negara demokratis hanya 60 persen partisipatif warga.

"Jadi sekali lagi, hanya Orde Baru yang bisa mengkatrol pemilu hingga 80 persen, karena politik represif. Sekarang politik demokratis. Hanya disadarkan oleh KPU lewat iklan, kemudian oleh masing-masing kandidat, oleh kampanye,” kata Indria.

Menurunnya jumlah pemilih mengambang, serta peningkatan partisipasi warga karena warga perkotaan yang mulai melek politik karena peran media sosial, kendati dengan persentase kecil.

“Paling hanya 10 persen. Jadi 20 persen golput," tuturnya.

Pilpres 9 Julis 2014 diikuti dua pasangan kandidat capres cawapres. Nomor urut satu yakni Prabowo-Hatta Rajasa yang didukung enam partai dan pasangan nomor urut dua Jokowi-JK yang diusung lima partai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY Ingin Moderator Debat Ketiga Gali Visi Politik Internasional Capres

SBY Ingin Moderator Debat Ketiga Gali Visi Politik Internasional Capres

News | Kamis, 19 Juni 2014 | 13:44 WIB

Nelayan Tegal Curhat Sulit Cari Ikan sampai Pemasaran ke Jokowi

Nelayan Tegal Curhat Sulit Cari Ikan sampai Pemasaran ke Jokowi

News | Kamis, 19 Juni 2014 | 11:56 WIB

Kepala BIN: Pilpres Akan Berjalan Aman

Kepala BIN: Pilpres Akan Berjalan Aman

News | Kamis, 19 Juni 2014 | 11:42 WIB

Ini Penjelasan Jokowi Soal Isu Transkrip Percakapan Mega dan Jaksa Agung

Ini Penjelasan Jokowi Soal Isu Transkrip Percakapan Mega dan Jaksa Agung

News | Kamis, 19 Juni 2014 | 11:21 WIB

Terkini

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:18 WIB

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

Legislator Golkar Tagih Revisi UU Pemilu: Banyak Putusan MK Mendesak Segera Ditindaklanjuti

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:09 WIB

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

Ketegangan di Yerusalem Meningkat usai Pemasangan Pintu Besi di Kawasan Bersejarah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:07 WIB

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

Di Balik Layar OTT KPK: Membongkar Gurita Sindikasi 'Jatah Preman' Kepala Daerah Lewat Ajudan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:06 WIB

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

Menteri PPPA: Hentikan Normalisasi Candaan Merendahkan Martabat Perempuan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:03 WIB

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

Revisi UU Pemilu Masuk Tahap Awal, Anggota Komisi II DPR Beberkan 10 Isu yang Akan Dikaji

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:50 WIB

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

22 Tahun Digantung DPR, Aktivis Sebut Penundaan RUU PPRT Sebagai Ujian Moral Bangsa

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!

Menkes Budi Bongkar Jutaan Orang Kaya Nikmati Subsidi BPJS: Demi Keadilan Kita Hapus!

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:37 WIB