Suara.com - Polda Metro Jaya akan melakukan operasi pengamanan gabungan bersama TNI dan satuan Lintas Masyarakat (Linmas) menjelang dan pasca-pencoblosan Pilpres pada 9 Juli 2014 di Jakarta.
Khusus untuk aparat Polri, Polda Metro akan mengerahkan lebih dari 95 ribu petugas.
"Keseluruhan pengamanan 95.149, 22.201 Polri, 7.300 TNI, 65.748 Linmas," ujar Kapolda Dwi Priyatno, di Mapolda, Jakarta, Senin (7/6/2014).
Dwi Priyatno mengungkapkan, sampai saat ini belum menemukan adanya pelanggaran pidana. Dia menyebut secara umum, keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kondusif alias tidak ada gangguan.
Pengerahan akan dilakukan secara bertahap mulai sore ini, dengan menyebar sebanyak 22.201 personel ke sejumlah titik di Jakarta.
Kapolda menambahkan, mereka akan ditempatkan di 32.000 TPS dengan klasifikasi pola pengamanan kategori aman dan rawan satu
"Daerah rawan hanya 1, sedikit sekali, Insya Allah aman," imbuhnya.
Pasukan cadangan juga disiapkan di markas komando. Upaya ini untuk mengantisipasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kita juga menyiapkan pasukan cadangan di mako, baik di Polda atau di Polres,untuk mengantisipasi keamanan dan kamtibmas nasional yang terjadi," paparnya.
Sementara itu, sampai saat ini Polda Metro masih menggelar operasi cipta kondisi seiring dengan bersamaan bulan suci Ramadan. Operasi ini mencakup penanganan palanggaran lalu lintas, kebut-kebutan, senjata tajam (sajam), premanisme, miras, dan tempat hiburan.