Suara.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network mengungkapkan hasil jajak pendapat yang menyebut, kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Demokrat tidak mengikuti keputusan partainya dalam mendukung pasangan capres cawapres.
Seperti diketahui Partai Hanura, yang merupakan partai pendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla, ternyata lebih banyak mendukung capres nomor urut satu Prabow-Hatta.
"Jokowi-JK (di Hanura) meraup 34,46 persen, sementara Prabowo Hatta meraup 54,80 persen suara,” kata peneliti LSI Fitri Hari di Jakarta, Senin (7/7/2014).
Sebaliknya, Partai Demokrat, yang sudah resmi memihak Prabowo-Hatta, terekam lebih banyak anggota partainya mendukung pasangan Jokowi-JK.
"Sementara pemilih Partai Demokrat masih banyak yang mendukung pasangan Jokowi JK 51,93 persen sementara Prabowo Hatta hanya mendapatkan 46,00 persen suara," lanjut Fitri.
Banyak kader-kader partai yang tidak mengikuti kehendak atau pilihan ketua umumnya. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan pandangan. Selain itu, ada yang beralasan karena tidak sesuai dengan aturan partainya.
Kader atau simpatisan Partai Demokrat seperti Ruhut Sitompul, Hayono Isman adalah salah satu contoh yang berpandangan berbeda dengan intruksi ketua umumnya, dengan memutuskan pasangan Jokowi-JK.
Sementara sebaliknya ada Rustrianingsih, mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, kader PDI Perjuangan memilih memihak kepada pasangan Prabowo-Hatta.
Survei yang dilakukan di 33 Propinsi di Indonesia ini menggunakan metode baku LSI sejak tahun 2004, yaitu metode acak bertingkat atau multistage random sampling.
Survei melibatkan 2.400 responden yang diwawancarai secara tatap muka dengan margin of errornya 2 persen pada periode 2-5 Juli 2014.
Tidak hanya metode dasar tersebut, survei ini juga dilengkapi dengan riset kuantitatif melalui wawancara mendalam dan media analisis.