Migrant Care Minta KPU Gelar Coblos Susulan di Hongkong

Laban Laisila

Senin, 07 Juli 2014 | 19:33 WIB
Migrant Care Minta KPU Gelar Coblos Susulan di Hongkong
Ricuh pilpres di Hongkong. (Youtube)

Suara.com - Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah meminta lembaga penyelenggara Pemilu menggelar pemungutan suara susulan untuk warga Negara Indonesia pemilih yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena KPPSLN sudah menutup TPSLN.

"Kami meminta lembaga penyelenggara pemilu memfasilitasi banyak pemilih di Hongkong, yang sebagian besar adalah buruh migran, agar dapat menggunakan hak pilih mereka untuk Pilpres," kata Anis di Jakarta, Senin (7/7/2014).

Dia menyayangkan sikap tidak profesional yang ditunjukkan oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) karena mengabaikan saran dari perwakilan Migrant Care di Victoria Park untuk mencari alternatif dalam mengakomodasi hak pemilih.

"Sejak pagi, pemilih sudah memadati separuh lapangan (Victoria Park). Kalau PPLN sudah menyosialisasikan bahwa TPSLN buka pukul 09.00-17.00 waktu setempat, mestinya ketika sudah pukul 16.00 disusun strateginya seperti apa sehingga jangan sampai ada kerumunan pemilih yang sudah datang ke sana tapi tidak dapat menggunakan hak pilihnya," ujarnya.

Seperti yang beredar dalam video jejaring sosial, ratusan warga negara Indonesia pemilih melancarkan aksi protes karena merasa dihalangi-halangi untuk menggunakan hak pilih pada hari pemungutan suara di Hongkong, Minggu (6/7/2014)

Ratusan WNI tersebut protes karena ketika mereka tiba di Victoria Park, tempat belasan TPSLN didirikan, setelah pukul 17.00 waktu setempat.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik memastikan tidak akan menggelar pencoblosan ulang di Hongkong, menyusul kasus kericuhan di TPS Victoria Park, Hongkong.

Husni yang ditemui di kantor KPU Jalan Imam Bonjol no.29, Jakarta Pusat, Senin (7/7/2014), tetap berkeras kalau kericuhan dipicu karena memang alasan waktu pencoblosan yang sudah usai.

"Jadi pemungutan suara itu kan memang harus dipastikan mulai jam berapa dan berakhir jam berapa. Karena khusus untuk Hongkong pemilih kita itu terdaftar itu diatas 100 ribu, jadi kita menggunakan fasilitas umum. Itu sudah merupakan sesuatu yang baik dibandingkan negara lain," kata Husni. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo Buka Puasa Bersama Ribuan Buruh

Prabowo Buka Puasa Bersama Ribuan Buruh

News | Senin, 07 Juli 2014 | 19:31 WIB

Satu Lagi Survei yang Unggulkan Jokowi-JK

Satu Lagi Survei yang Unggulkan Jokowi-JK

News | Senin, 07 Juli 2014 | 19:04 WIB

Hasil Exit Poll: Jokowi Unggul di 6 Negara

Hasil Exit Poll: Jokowi Unggul di 6 Negara

News | Senin, 07 Juli 2014 | 17:38 WIB

Pemerintah: Pekerja yang Masuk 9 Juli Harus Dapat Uang Lembur

Pemerintah: Pekerja yang Masuk 9 Juli Harus Dapat Uang Lembur

News | Senin, 07 Juli 2014 | 17:18 WIB

Kader Demokrat dan Hanura Membelot

Kader Demokrat dan Hanura Membelot

News | Senin, 07 Juli 2014 | 16:51 WIB

Terkini

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Banten | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:30 WIB

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:25 WIB

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

News | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Video | Senin, 28 September 2026 | 17:22 WIB

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun

News | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Dendam Lama Berujung Maut, Anak Sambung Diduga Bunuh Ibu Tiri di Bandung

Jabar | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Salah Kaprah Filosofi Teras: Menggugat Apatisme Gen Z Berkedok Stoikisme

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:20 WIB

×