HRW: FBI Bayar Umat Muslim di Amerika untuk Lakukan Teror

Doddy Rosadi

Kamis, 24 Juli 2014 | 06:36 WIB
HRW: FBI Bayar Umat Muslim di Amerika untuk Lakukan Teror
Ilustrasi: (Shutterstock)

Suara.com - Biro Investigasi Federal Amerika (FBI) dituding kerap memaksa umat Muslim untuk melakukan aksi teror dalam sejumlah operasi pascaserangan teroris pada 11 September 2001.

Dalam laporan yang dirilis Human Rights Watch, aparat keamanan di Amerika telah membelokkan penegakan hukum dan mengejar ancaman utama. HRW mengeksaminasi 27 kasus dari penyelidikan hingga ke pengadilan dan mewawancarai 215 irang, termasuk mereka yang telah divonis bersalah di pengadilan, keluarga terpidana, kuasa hukum, jaksa dan hakim.

“Dalam beberapa kasus, FBI telah menciptakan sendiri teroris dengan cara membujuk individu tertentu melakukan aksi teror. Dari laporan tersebut, setengah dari terpidana kasus teroris mengalami hal itu yaitu dipaksa oleh aparat untuk melakukan aksi teror," tulis laporan tersebut

“Warga Amerika diberitahu bahwa pemerintah menjaga mereka tetap aman dengan cara mencegah dan menghukum para teroris di dalam negeri. Tetapi, apabila dilihat lebih dekat maka anda akan sadar bahwa mereka yang telah divonis itu tidak pernah berencana melakukan aksi terr apabila tidak disuruh oleh aparat keamanan,” kata Andrea Prasow, Wakil Direktur HRW di Washington.

Laporan itu juga memberi contoh empat Muslim yang melakukan serangan ke markas militer Amerika di New York. Hakim dalam kasus itu menyebutkan, ide untuk menyerang markas militer itu datang dari pemerintah dan mereka menyediakan semua peralatan serta menyingkirkan hambatan yang mungkin terjadi saat dilakukan serangan.

Human Rights Watch juga menyebutkan, FBI kerap menargetkan orang dengan masalah mental atau daya pikir rendah sebagai pelaku serangan teror. Contohnya Rezwan Ferdaus yang dihukum 17 tahun penjara di usia 27 tahun karena menyerang Departemen Pertahanan dan Kongres dengan pesawat tanpa awal mini yang diisi dengan alat peledak. (AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

FBI Akan Berikan Data untuk Membantu Pencarian MH370

FBI Akan Berikan Data untuk Membantu Pencarian MH370

News | Kamis, 27 Maret 2014 | 09:57 WIB

FBI Selidiki Teroris dalam Malaysia Airlines

FBI Selidiki Teroris dalam Malaysia Airlines

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 20:13 WIB

FBI Ikut Selidiki Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

FBI Ikut Selidiki Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 11:40 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×