SBY: Kekerasan di Timur Tengah Ciptakan Generasi Haus Darah

Ruben Setiawan

Kamis, 31 Juli 2014 | 16:22 WIB
SBY: Kekerasan di Timur Tengah Ciptakan Generasi Haus Darah
Presiden SBY. [Rumgapres/Abror]

Suara.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, kekerasan yang terjadi di Timur Tengah dan Afrika Utara menjadi contoh buruk bagi generasi muda di Indonesia, juga di negara-negara lainnya.

"Dengan tontonan dan contoh buruk tentang konflik, perang dan kekerasan sebagaimana yang kita saksikan saat ini, atau juga di tahun-tahun sebelumnya, maka anak-anak bangsa mana pun, termasuk anak-anak muda kita, bagai diajarkan ya begitulah kehidupan di dunia yang mesti dijalankan," ujar Presiden lewat surat terbuka kepada para pemimpin dunia yang dimuat di laman Facebook-nya, hari Kamis (31/7/2014).

Presiden SBY mengaku, selama memimpin Indonesia, dirinya selalu berjuang menjaga kerukunan antarumat beragama. SBY juga mengatakan berhasil menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di Indonesia.

"Hampir sepuluh tahun ini saya mengajak bangsa Indonesia, termasuk umat Islam Indonesia, untuk senantiasa mencintai perdamaian, persaudaraan, toleransi dan kerukunan. Saya juga berjuang dengan gigih untuk memerangi radikalisme, ekstrimisme dan terorisme di bumi Indonesia. Saya juga aktif menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam forum dialog antar agama dan peradabannya baik di Indonesia maupun di berbagai forum internasional. Saya juga memelopori dan memimpin penyelesaian berbagai konflik di Indonesia secara damai dan demokratis, termasuk konflik di Aceh dan Papua, konflik komunal antar dan intra agama, serta konflik kepentingan dengan negara lain termasuk sengketa perbatasan dengan negara-negara tetangga," kata SBY dalam suratnya itu.

SBY juga mencoba menggugah kesadaran para pemimpin dunia bahwa mereka punya tanggung jawab untuk memastikan agar generasi penerus bangsa tidak menjadi generasi yang penuh kebencian akibat meniru jalan yang diambil para pendahulunya dalam menyelesaikan masalah.

"Saya khawatir, karena keacuhan dan kurangnya tanggung jawab kita semua, maka generasi-generasi yang terlahir saat ini kelak akan menjadi generasi yang keras, penuh dendam dan kebencian. Bisa-bisa pula menjadi generasi yang haus darah dan peperangan. Kalau ini yang terlahir dan terjadi di abad ke-21 ini, maka terciptanya perdamaian dan keamanan internasional yang menjadi semangat dan jiwa Perserikatan Bangsa-Bangsa, hanya akan menjadi sesuatu yang sangat ilusif," ujar SBY.

Versi Bahasa Inggris dari surat terbuka SBY itu dimuat di harian Strait Times edisi tanggal 31 Juli 2014.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SBY: Pemegang Hak Veto di PBB Harus Paksakan Gencatan Senjata

SBY: Pemegang Hak Veto di PBB Harus Paksakan Gencatan Senjata

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 15:55 WIB

Salah Satu Pemimpin Hamas Ikut Latihan Militer di Malaysia?

Salah Satu Pemimpin Hamas Ikut Latihan Militer di Malaysia?

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 15:40 WIB

SBY Desak Israel dan Hamas Untuk Hentikan Kekerasan

SBY Desak Israel dan Hamas Untuk Hentikan Kekerasan

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 15:32 WIB

Presiden Bolivia Sebut Israel sebagai Negara Teroris

Presiden Bolivia Sebut Israel sebagai Negara Teroris

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 13:48 WIB

Jumlah Korban Keganasan Israel Mencapai 1.361 Orang

Jumlah Korban Keganasan Israel Mencapai 1.361 Orang

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 10:50 WIB

Terkini

Harga HP Xiaomi Terbaru November 2026, Cek Spesifikasi dan Keunggulannya

Harga HP Xiaomi Terbaru November 2026, Cek Spesifikasi dan Keunggulannya

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 14:16 WIB

Diakui SWA Media, Sambu Group Masuk Jajaran Indonesian Living Legend Companies 2026

Diakui SWA Media, Sambu Group Masuk Jajaran Indonesian Living Legend Companies 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 14:16 WIB

Mulai 1 Desember, Warga Bekasi-Karawang Bisa Naik Kereta Jarak Jauh Tanpa ke Jakarta

Mulai 1 Desember, Warga Bekasi-Karawang Bisa Naik Kereta Jarak Jauh Tanpa ke Jakarta

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:15 WIB

Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal

Belajar Menelaah Kejamnya Realita Dunia Kerja melalui Perpisahan CR7 dengan Timnas Portugal

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 14:15 WIB

Pekerja Informal Makin Dominan, Wirausaha Mandiri Melonjak Ketimbang Orang Kantoran

Pekerja Informal Makin Dominan, Wirausaha Mandiri Melonjak Ketimbang Orang Kantoran

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 14:13 WIB

Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar

Dua WN China Curi Uang Bule Australia Rp27 Juta di Penerbangan Jakarta-Denpasar

Bali | Jum'at, 06 November 2026 | 14:12 WIB

13 Kasus Penyadapan Pemimpin Negara, Ada Emmanuel Macron hingga Prabowo

13 Kasus Penyadapan Pemimpin Negara, Ada Emmanuel Macron hingga Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:12 WIB

Keunggulan Ini Buat Toyota Raih Kepuasan Tertinggi Konsumen Indonesia

Keunggulan Ini Buat Toyota Raih Kepuasan Tertinggi Konsumen Indonesia

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 14:10 WIB

Arti Mimpi Sholat Berjamaah Menurut Islam, Benarkah Jadi Tanda Doa Terkabul?

Arti Mimpi Sholat Berjamaah Menurut Islam, Benarkah Jadi Tanda Doa Terkabul?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:10 WIB

Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Transportasi, Bagaimana Bisa?

Bus Listrik Dinilai Bisa Tekan Biaya Transportasi, Bagaimana Bisa?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:09 WIB

×