Kota di Cina Larang Warga Berjilbab dan Berjenggot Naik Bus

Liberty Jemadu

Rabu, 06 Agustus 2014 | 12:58 WIB
Kota di Cina Larang Warga Berjilbab dan Berjenggot Naik Bus
Perempuan Uigur di Xinjiang (Reuters/Aly Song).

Suara.com - Sebuah kota di Xinjiang, wilayah Cina yang sering bergolak, melarang warganya yang mengenakan jilbab dan lelaki berjenggot untuk naik bus.

Kebijakan itu diambil pemerintah kota Karamay sebagai bagian untuk mencegah aksi terorisme, meski dikritik keras karena merupakan kebijakan yang mendiskriminasi kaum muslim, kelompok masyarakat mayoritas di wilayah Xinjiang.

Xinjiang sendiri adalah wilayah Cina bagian barat yang mayoritas penduduknya beretnis Uighur, yang beragama Islam dan menggunakan bahasa Turki.

Wilayah itu selama bertahun-tahun selalu dilanda konflik baik horizontal maupun dengan pemerintah karena kebijakan Beijing yang dinilai diskriminatif. Adapun pemerintah Cina menuding kelompok separatis Islam di balik konflik-konflik di wilayah itu dan serangan-serangan bom yang mulai sering terjadi di daratan Cina akhir-akhir ini.

Pemerintah kota Karamay melarang lima tipe warga untuk menumpang bus. Kelimanya adalah mereka yang mengenakan cadar, penutup kepala, jilbab, yang mengenakan baju bergambar bulan sabit dan bintang, serta mereka yang memelihara jenggot panjang.

Bulan sabit dan bintang sendiri adalah lambang Islam dan banyak menjadi simbol dalam negara-negara berwarga mayoritas Islam seperti Turki, Malaysia, dan Pakistan. Lambang bulan sabit dan bintang juga digunakan oleh kelompok separatis Uighur yang ingin mendirikan negara Turkistan Timur.

Pemerintah kota Karamay, dalam surat kabar Karamay Daily, Senin (4/8/2014), mengatakan aturan itu diberlakukan untuk sementara, untuk memperketat keamanan jelang ajang olahraga atletik yang digelar mulai 20 Agustus mendatang.

"Mereka yang tidak taat, terutama kelima tipe penumpang tadi, akan dilaporkan ke polisi," bunyi tulisan dalam surat kabar itu.

Pada Juli silam pemerintah Urumqi, ibu kota Xinjiang, melarang penumpang bus membawa benda-benda tertentu seperti pemantik, yoghurt, bahkan air untuk mencetah terjadinya kekerasan.

Kebijakan itu sendiri dikecam oleh organisasi warga Uighur di pengasingan. Mereka menilai kebijakan diskrimatif Beijing itu menjadi biang kerusuhan di Xinjiang.

"Pemerintah Karamay mendukung kebijakan rasis dan diskriminatif yang ditujukan kepada warga Uighur," kata Alim Seytoff, presiden asosiasi masyarakat Uighur Amerika, yang bermarkas di Washington, Amerika Serikat. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aksi Kekerasan di Xinjiang, Cina Tahan 215 Teroris

Aksi Kekerasan di Xinjiang, Cina Tahan 215 Teroris

News | Minggu, 03 Agustus 2014 | 12:30 WIB

Cina Larang Warga Muslim Xinjiang Puasa Ramadan

Cina Larang Warga Muslim Xinjiang Puasa Ramadan

News | Rabu, 02 Juli 2014 | 12:34 WIB

Pengadilan HAM Eropa Dukung Prancis, Larang Burqa di Ruang Publik

Pengadilan HAM Eropa Dukung Prancis, Larang Burqa di Ruang Publik

News | Selasa, 01 Juli 2014 | 18:57 WIB

Cina: Lima Pembom Bunuh Diri Pelaku Ledakan di Xinjiang

Cina: Lima Pembom Bunuh Diri Pelaku Ledakan di Xinjiang

News | Jum'at, 23 Mei 2014 | 11:46 WIB

Ledakan di Xinjiang Telan 31 Korban Jiwa dan 90 Cedera

Ledakan di Xinjiang Telan 31 Korban Jiwa dan 90 Cedera

News | Kamis, 22 Mei 2014 | 13:05 WIB

Terkini

Daftar Shio yang Tidak Cocok Bisnis Bareng karena Bakal Ciong

Daftar Shio yang Tidak Cocok Bisnis Bareng karena Bakal Ciong

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Lesu Bertahan di Level 5.900, Cek Saham ENRG

IHSG Masih Lesu Bertahan di Level 5.900, Cek Saham ENRG

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Berapa LHKPN dan Gaji Sestama BNPB Rustian yang Terjaring OTT KPK?

Berapa LHKPN dan Gaji Sestama BNPB Rustian yang Terjaring OTT KPK?

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:06 WIB

Masih Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp2.574.000/Gram

Masih Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Masih Dibanderol Rp2.574.000/Gram

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Heboh Reaksi Netizen Dapat Cashback s.d. Rp100RB Saat Bayar QRIS, Ini Cara Mendapatkannya!

Heboh Reaksi Netizen Dapat Cashback s.d. Rp100RB Saat Bayar QRIS, Ini Cara Mendapatkannya!

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Sumatera Selatan Berselimut Kabut Asap, 1.324 Titik Panas Terdeteksi

Sumatera Selatan Berselimut Kabut Asap, 1.324 Titik Panas Terdeteksi

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Danantara Beri Peringatan ke BUMN Jangan Hanya Kejar Cuan

Danantara Beri Peringatan ke BUMN Jangan Hanya Kejar Cuan

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bus Trans Jakarta Mogok Keluar Asap dari Mesin, Penumpang Terlantar di Pinggir Tol

Bus Trans Jakarta Mogok Keluar Asap dari Mesin, Penumpang Terlantar di Pinggir Tol

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Kronologi Transjakarta Koridor 7C Keluarkan Asap di Tol, Penumpang Terlantar

Kronologi Transjakarta Koridor 7C Keluarkan Asap di Tol, Penumpang Terlantar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Pemerintah Targetkan 5.000 Huntap Korban Bencana Sumatra Bakal Rampung Tahun Ini

Pemerintah Targetkan 5.000 Huntap Korban Bencana Sumatra Bakal Rampung Tahun Ini

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 08:51 WIB

×