Suara.com - Dua pejabat senior Hamas menolak perpanjangan gencatan senjata yang akan berakhir hari ini, Jumat (8/8/2014) pukul 05.00 GMT. Hamas menuding Israel menolak permintaan mereka guna memperpanjang gencatan senjata yang sudah berlangsung selama 72 jam.
Salah satu pemimpin Palestinian Islamic Jihad yang merupakan faksi terkecil di Gaza yang hadir dalam perundingan di Kairo, Mesir memastikan bahwa tidak aka nada perpanjangan gencatan senjata antara Palestina dengan Israel.
“Kami sudah berada dalam satu posisi, kami menolak memperpanjang gencatan senjata, itu merupakan keputusan final. Israel sama sekali tidak mengajukan tawaran apa pun,” kata salah satu pejabat senior Hamas setelah menjalani rapat panjang dengan mediator dari Mesir.
Konflik selama satu bulan lebih antara Hamas dengan Israel telah menewaskan lebih dari 2 ribu warga Palestina. Dalam perundingan tersebut, Israel meminta kelompok Hamas melucuti senjatanya apabila ingin gencatan senjata diperpanjang. Sedangkan Hamas meminta Israel membuka blokade Gaza ke daerah perbatasan.
Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh kedua belah pihak yang bertikai. Salah satu pemimpin Islamic Jihad mengatakan, keputusan untuk tidak memperpanjang gencatan senjata tidak akan berubah lagi.
Delegasi Palestina dalam perundingan perdamaian tersebut dipimpin oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas. Perundingan ini merupakan inisiatif Mesir dan juga liga Arab dan didukung penuh oleh PBB dan Amerika Serikat. (AFP/CNN)