APJATI Dukung Pemeras TKI Dihukum Berat

Laban Laisila

Sabtu, 09 Agustus 2014 | 17:44 WIB
APJATI Dukung Pemeras TKI Dihukum Berat
Ilustrasi: Tenaga Kerja Indonesia. (foto: setkab.go.id)

Suara.com -

Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) meminta KPK memberikan sanksi hukum yang tegas dan seberat-beratnya kepada pelaku pemeras TKI.

Dalam siaran persnya hari ini, Sabtu (9/8/2014), yang ditandatangani Ketua Apjati Ayub U Basalamah menyebutkan, sejak berdirinya BNP2TKI, praktik pelanggaran undang-undang terjadi secara serius termasuk kasus pemerasan.

Badan itu, menurut Ayub, mengambil alih fungsi dan peran pelaksana penempatan TKI (PPTKIS) dengan mengurus pemulangan TKI sampai ke kampung halamannya.

PPTKIS tidak diberikan porsi untuk melaksanakan kewajibannya walau tanggung-jawab seluruh permasalahan TKI tetap berada di pundak PPTKIS.

APJATI menyatakan, bahwa apa yang terjadi selama proses penempatan selama ini jauh lebih mengerikan dibanding pemerasan yang baru terbongkar sedikit di Soekarno-Hatta.

“Pemerasan, pungli dan pembebanan biaya-biaya pada sistem kredit dan on line perbankan yang ditunjuk oleh pemerintah juga merugikan TKI, terutama atas mereka yang bekerja di asia pasifik yang tidak memerlukan pemotongan gaji,” tulis keterangan pers itu.

Kasus pemerasan TKI terkuak kembali menyusul aksi sidak yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi bersama kepolisian di terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta.

Mereka menangkap belasan orang termasuk anggota militer dalam sidak tersebut beberapa waktu lalu.

Sementara LSM Migrant Care mengungkapkan setidaknya ada sepuluh titik rawan dan motif pemerasan TKI sejak dari pemulangan dari negara yang bersangkutan hingga pemerasan saat hendak diantar ke rumah.  (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Migrant Care Ungkap 10 Titik Rawan Pemerasan TKI

Migrant Care Ungkap 10 Titik Rawan Pemerasan TKI

News | Rabu, 06 Agustus 2014 | 20:52 WIB

KPK: BNP2TKI Terlibat Pemerasan TKI

KPK: BNP2TKI Terlibat Pemerasan TKI

News | Rabu, 06 Agustus 2014 | 20:13 WIB

Muhaimin: Bila Pejabat BNP2TKI Ikut Memeras TKI, Harus Ditindak

Muhaimin: Bila Pejabat BNP2TKI Ikut Memeras TKI, Harus Ditindak

News | Senin, 28 Juli 2014 | 14:01 WIB

Foto 18 Orang yang Digelandang dari Bandara Soekarno-Hatta Dirilis

Foto 18 Orang yang Digelandang dari Bandara Soekarno-Hatta Dirilis

News | Minggu, 27 Juli 2014 | 17:26 WIB

Terkini

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:47 WIB

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:33 WIB

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

Layanan Darurat Tangsel Siaga 112 Diingatkan Tak Jadi Ajang Prank

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Eks Penghulu Kampung di Siak Ditangkap Terkait Korupsi Dana Desa Rp400 Juta

Riau | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:29 WIB

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

BMW Angkut 50 Kg Sabu Rp50 Miliar Rontok di Bakauheni, 3 Kurir Tergiur Upah Rp300 Juta

Lampung | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Krim Kelly Bisa Jadi Pengganti Foundation? Simak Klaim dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

YesssCredit Catat Pembiayaan Rp5 T, Kota Kecil Mulai Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:15 WIB

×