Komisioner KPU Laporkan Ancaman Penculikan ke Polisi

Siswanto | Suara.com

Senin, 11 Agustus 2014 | 00:59 WIB
Komisioner KPU Laporkan Ancaman Penculikan ke Polisi
Ketua KPU Husni Kamil Manik didampingi Kuasa Hukum KPU hadir mengikuti sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden 2014 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (8/8/2014). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Ancaman penculikan dan penangkapan terhadap Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik dan anggota komisioner mendapat respon serius. Senin (11/8/2014) dini hari, komisioner KPU datang ke Mabes Polri untuk melaporkan kasus tersebut.

"Iya (lapor), ini lagi otw (on the way menuju Mabes Polri," kata anggota Komisioner KPU, Sigit Pamungkas, kepada suara.com, melalui pesan singkat.

Ketua KPU dan anggota komisioner akan melapor ke Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri.

Ancaman untuk menangkap Ketua KPU, antara lain pernah disampaikan oleh Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik. Ia meminta polisi menangkap Husni Kamil karena Husni telah menginstruksikan membuka kotak suara sebelum tanggal 8 Agustus 2014 sesuai putusan Mahkamah Konstitusi.

Sigit Pamungkas belum memberikan penjelasan lebih banyak tentang laporan ke polisi karena saat dihubungi sedang dalam perjalanan ke Mabes Polri.

Pada 22 Juli 2014, KPU telah menetapkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pilpres 2014. Menurut hasil rekapitulasi suara dari 33 provinsi, pasangan nomor urut dua ini meraih 70.633.576 suara (53,15 persen), mengungguli pasangan Prabowo-Hatta yang hanya memperoleh 62.262.844 suara (46,85 persen). Selisihnya mencapai 8.370.732 suara.

Namun, pasangan Prabowo dan Hatta yang diusung koalisi yang dipimpin oleh Gerindra tidak mengakui kemenangan itu dan menggugat KPU atas penetapan tersebut. Hasil penghitungan KPU dan tim Prabowo-Hatta beda. Menurut hitungan mereka, hasilnya 67.139.153 suara untuk Prabowo-Hatta dan 66.435.124 suara untuk Jokowi-JK. Kasus ini, sekarang sedang disidangkan di Mahkamah Konstitusi atas permohonan Prabowo-Hatta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lawan Tim Prabowo, KPU Bakal Hadirkan 25 Saksi

Lawan Tim Prabowo, KPU Bakal Hadirkan 25 Saksi

News | Minggu, 10 Agustus 2014 | 04:11 WIB

KPU Belum Paham Isi Gugatan Pelanggaran Etik

KPU Belum Paham Isi Gugatan Pelanggaran Etik

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 17:46 WIB

Sidang Perdana DKPP

Sidang Perdana DKPP

Foto | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 17:28 WIB

DKPP Gelar Sidang Perdana Dugaan Pelanggaran Etik KPU

DKPP Gelar Sidang Perdana Dugaan Pelanggaran Etik KPU

News | Jum'at, 08 Agustus 2014 | 16:06 WIB

Terkini

Di Depan Peserta Aksi May Day, Prabowo Umumkan UU PPRT Disahkan: Akhiri Penantian 22 Tahun

Di Depan Peserta Aksi May Day, Prabowo Umumkan UU PPRT Disahkan: Akhiri Penantian 22 Tahun

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:58 WIB

Getaran Sound Horeg dan Lautan Buruh Membelah Jantung Jakarta di May Day 2026

Getaran Sound Horeg dan Lautan Buruh Membelah Jantung Jakarta di May Day 2026

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:51 WIB

Terkena PHK Sepihak? Jangan Panik! Ini Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan agar Cair

Terkena PHK Sepihak? Jangan Panik! Ini Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan agar Cair

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:41 WIB

Australia Panas, Ratusan Warga Ngamuk Buntut Kematian Kumanjayi Little Baby, Siapa Dia?

Australia Panas, Ratusan Warga Ngamuk Buntut Kematian Kumanjayi Little Baby, Siapa Dia?

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:38 WIB

Kado May Day 2026: Prabowo Ratifikasi Konvensi ILO 188 dan Targetkan 6 Juta Nelayan Sejahtera

Kado May Day 2026: Prabowo Ratifikasi Konvensi ILO 188 dan Targetkan 6 Juta Nelayan Sejahtera

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:35 WIB

Prabowo Instruksikan RUU Ketenagakerjaan Rampung Tahun Ini: Harus Berpihak kepada Buruh!

Prabowo Instruksikan RUU Ketenagakerjaan Rampung Tahun Ini: Harus Berpihak kepada Buruh!

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:30 WIB

Prabowo Ultimatum Aplikator Ojol: Potongan Harus di Bawah 10 Persen atau Angkat Kaki dari Indonesia

Prabowo Ultimatum Aplikator Ojol: Potongan Harus di Bawah 10 Persen atau Angkat Kaki dari Indonesia

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:25 WIB

Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan

Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:19 WIB

Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar

Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:07 WIB

May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur

May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:05 WIB