Puluhan Turis Asing Tenggelam di Perairan Bima

Liberty Jemadu

Minggu, 17 Agustus 2014 | 19:01 WIB
Puluhan Turis Asing Tenggelam di Perairan Bima
Ilutrasi sebuah kapal pinisi di perairan sekitar Pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT (Shutterstock).

Suara.com - Perahu pinisi berpenumpang 27 orang termasuk anak buah kapal dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Sangeang, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (17/8/2014) dini hari, sekitar pukul 01.15 WITA

Dari seluruh penumpang dan anak buah kapal, baru 10 orang yang berhasil diselamatkan, sedangkan lainnya belum ditemukan hingga saat ini, demikian penuturan Kepala Seksi Operasional Search and Rescue (SAR) Mataram Lalu Wahyu Efendi kepada Antara.

"Sepuluh orang penumpang berhasil diselamatkan kapal Marmet 1 yang melintas di sekitar lokasi kejadian, sedangkan penumpang lainnya belum ditemukan," kata Lalu.

Ia mengatakan perahu pinisi tersebut membawa wisatawan dari Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menuju Pulau Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Adapun menurut Reuters, yang juga mengutip pejabat SAR NTB bernama Suryaman, melaporkan bahwa sebanyak 25 turis asing menumpang kapal nahas itu. Sepuluh di antaranya sudah diselamatkan dan hanya lima dari mereka yang sudah diidentifikasi kewarganegaraannya yakni dua dari Selandia Baru, dua dari Spanyol, serta satu dari Inggris.

Diduga kecelakaan itu terjadi ketika kapal tersebut melewati wilayah utara perairan Pulau Sangeang. Saat itu kapal yang terbuat dari kayu itu diduga menabrak batu karang sehingga bocor.

"Sekarang kapal dalam kondisi terapung, tidak sampai tenggelam ke dasar laut karena terbuat dari kayu. Itu informasi awal yang kami terima dari SAR Kabupaten Bima, sekitar pukul 08.00 WITA," ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh, kata Wahyu, lima penumpang kapal naas tersebut ditolong oleh kapal Marmet 1 yang melintas pada saat kejadian. Ada juga lima orang yang menepi ke daratan menggunakan sekoci.

Sementara belasan penumpang lainnya belum ditemukan hingga saat ini karena waktu kejadian pada malam hari.

"Ketika proses evakuasi posisi penumpang kapal tenggelam itu tidak jelas karena gelap," ucapnya.

Ia mengatakan, SAR Kabupaten Bima sudah turun untuk melakukan pencarian korban yang belum ditemukan menggunakan "speed boat" setelah mendapatkan laporan adanya peristiwa kapal tenggelam.

Mereka melakukan pencarian hingga ke arah perairan Pelabuhan Sape yang menghubungkan ke Labuhan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Pihak SAR Mataram juga sudah mengerahkan Kapal RB 220 bersama 25 personel untuk membantu proses pencarian korban yang belum ditemukan.

"Kapal sudah diberangkatkan sejak pukul 08.00 WITA dari Pelabuhan Lembar," ujarnya.

Upaya pencarian para korban juga sudah dikoordinasikan dengan Polisi Air dan Udara Polres Kabupaten Bima.

Wahyu mengaku sejauh ini belum berani memastikan apakah korban yang belum ditemukan masih dalam kondisi selamat. "Kami belum berani memastikan karena belum ada laporan. Mudahan semuanya dalam kondisi selamat," ujarnya. (Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BNPB: Total Korban Tewas Kapal Tenggelam di Kapuas 15 Orang

BNPB: Total Korban Tewas Kapal Tenggelam di Kapuas 15 Orang

News | Kamis, 31 Juli 2014 | 06:00 WIB

Tim SAR Temukan Empat Korban Feri Tenggelam di Kapuas

Tim SAR Temukan Empat Korban Feri Tenggelam di Kapuas

News | Rabu, 30 Juli 2014 | 23:30 WIB

Kemenhub: Kecelakaan Kapal "Berkat Bersaudara" Bukan Tanggung Jawab Kami

Kemenhub: Kecelakaan Kapal "Berkat Bersaudara" Bukan Tanggung Jawab Kami

News | Rabu, 30 Juli 2014 | 16:40 WIB

Kapal Tenggelam di Kalteng, 12 Orang Tewas

Kapal Tenggelam di Kalteng, 12 Orang Tewas

News | Rabu, 30 Juli 2014 | 09:46 WIB

Kapal Tenggelam di Selat Malaka, 3 WNI Tewas

Kapal Tenggelam di Selat Malaka, 3 WNI Tewas

News | Jum'at, 25 Juli 2014 | 13:27 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×