Ditangkap Rezim Suriah, Mengapa James Foley Jatuh ke Tangan ISIS?

Liberty Jemadu | Suara.com

Jum'at, 22 Agustus 2014 | 16:42 WIB
Ditangkap Rezim Suriah, Mengapa James Foley Jatuh ke Tangan ISIS?
Presiden Suriah Bashar al-Assad memasuki ruang pelantikan, dengan mendapat aplaus dari ribuan orang yang hadir di Istana Kepresidenan Suriah di Damaskus, Rabu (16/7/2014). (Reuters TV)

Suara.com - Pembunuhan jurnalis Amerika Serikat, James Foley, sungguh menunjukkan kekejian kelompok militan Negara Islam (NI), yang sebelumnya disebut ISIS.

Tetapi satu pertanyaannya kunci yang menjadi misteri: Bagaimana Foley bisa jatuh ke tangan NI, padahal sebelumnya dia diyakini ditangkap oleh kelompok militan yang loyal kepada Presiden Suriah, Bashar al Assad?

Polisi federal AS, FBI, dalam investigasinya yakin bahwa Foley diculik oleh sebuah kelompok terorganisasi setelah dia meninggalkan sebuah warung internet pada 22 November 2012.

Pada Mei 2013, pemimpin GlobalPost, media yang mempekerjakan Foley, mengeluarkan pernyataan resmi mewakili media itu dan kedua orang tua sang jurnalis. Isinya menunjukkan bahwa Jim, sapaan akrab James, ditahan oleh pemerintah Suriah.

"Kami telah menerima sejumlah laporan independen, dari beberapa sumber yang kredible, yang memastikan dugaan kami bahwa Jim kini ditahan oleh pemerintah Suriah di sebuah penjara, yang dikuasai oleh Badan Intelijen Angkatan Udara Suriah," kata Phil Balboni, direktur GlobalPost.

"Tampaknya Jim ditahan bersama seorang atau dengan beberapa jurnalis Barat. Termasuk kemungkinan besar seorang jurnalis Amerika," imbuh Balboni.

Pada Selasa (19/8/2014), NI menyebarkan sebuah rekaman video berdurasi empat menit, yang menunjukkan pemenggalan Foley. Dalam video itu NI juga menunjukkan Steven Sotloff, jurnalis majalah Time yang juga diculik dari Aleppo, Suriah pada Agustus 2013.

Dengan informasi-informasi itu, ada tiga kemungkinan soal kematian Foley di tangan NI. Pertama, kemungkinan informasi yang diperoleh GlobalPost tidak akurat. Kedua militan NI berhasil merebut Foley dari fasilitas milik pasukan elit Suriah atau justru rezim Assad yang menyerahkan Foley ke NI.

Menurut jurnalis BBC, Kim Ghattas, alternatif ketika adalah yang paling mungkin terjadi. Beberapa sumbernya di Damaskus, ibu kota Suriah, mengatakan bahwa ada kemungkinan Assad menyerahkan Foley ke NI karena posisinya sudah terpojok akibat serangan sejumlah kelompok pemberontak, termasuk NI.

Tetapi mengapa Assad menyerahkan Foley ke NI?

Menurut Bassam Barabandi, diplomat senior Suriah yang sudah membelot, Assad butuh NI agar konsentrasi AS terpecah dan dipaksa memilih NI atau rezim Asaad dalam perang saudara di Suriah.

Adalah Assad sendiri yang membantu menciptakan NI dengan melepas sejumlah anggota kelompok garis keras dari penjara Sednaya pada 31 Mei 2011. Dia lalu membiarkan kelompok itu berkembang selama tiga tahun untuk memecah perjuangan kelompok-kelompok penentang rezim di Suriah.

"Assad pertama-tama mengubah narasi tentang revolusi Suriah yang baru lahir menjadi konflik sektarian, bukan reformasi. Dia kemudian mendorong kehadiran kelompok-kelompok ekstrem di samping para akivis," kata Barabandi.

"Dia kemudian memfasilitasi masuknya ribuan petempur asing beraliran garis keras ke Suriah untuk menggoyang stabilitas di wilayah itu," imbuh Barabandi.

"ISIS adalah salah satu faksi yang muncul untuk mempertahankan keberlangsungan rezim Assad. Assad dan sekutunya Iran berusaha untuk membingkai konflik ini menjadi masalah sektarian yang klasik, antara kekuatan militer melawan eksremis Suni," tegas Barabandi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Ringkus Dua Pendukung ISIS di Depok

Polisi Ringkus Dua Pendukung ISIS di Depok

News | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 14:50 WIB

Menhan AS: ISIS Lebih Berbahaya daripada Al-Qaeda

Menhan AS: ISIS Lebih Berbahaya daripada Al-Qaeda

News | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 14:21 WIB

Ini Kronologi Operasi Penyelamatan James Foley yang Gagal

Ini Kronologi Operasi Penyelamatan James Foley yang Gagal

News | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 11:51 WIB

Isi Lengkap Surat ISIS kepada Keluarga James Foley

Isi Lengkap Surat ISIS kepada Keluarga James Foley

News | Jum'at, 22 Agustus 2014 | 09:42 WIB

Terkini

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:37 WIB

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:33 WIB

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:32 WIB

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:22 WIB

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:05 WIB

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:59 WIB