Ini Negara yang Warganya Paling Banyak Bergabung dengan ISIS

Ruben Setiawan

Selasa, 02 September 2014 | 17:04 WIB
Ini Negara yang Warganya Paling Banyak Bergabung dengan ISIS
Seorang prajurit ISIS berjaga di kota Raqqa pada 14 Agustus (Reuters).

Suara.com - Kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikenal suka merekrut pejuang-pejuang dari berbagai negara di segala penjuru dunia. Tak hanya dari negara-negara berpenduduk mayoritas muslim yang menjadi sasaran perekrutan ISIS, melainkan pula negara-negara barat seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Kita tentu masih ingat soal beredarnya video pemenggalan James Foley, jurnalis asal Amerika Serikat oleh salah satu anggota ISIS. (Baca: ISIS Sebar Video Pemenggalan Wartawan AS) Dalam video tersebut, si militan bertopeng terdengar fasih berbahasa Inggris dengan aksen London yang kental. (Baca: Pakar Bahasa Ungkap Asal Pemenggal Wartawan AS) Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa banyak anggota ISIS yang berasal dari Inggris, dan negara-negara barat lainnya.

Namun, apakah benar para pejuang asing ISIS hanya berasal dari Inggris dan negara barat? Data yang dirangkum oleh CNN menunjukkan 25 negara yang warganya ikut bergabung dengan ISIS di Suriah. Data tersebut diperoleh dari negara-negara yang sudah mengeluarkan informasi resmi mengenai jumlah warga mereka yang bergabung dengan ISIS.

Secara keseluruhan, ada 11.000 orang dari berbagai penjuru dunia yang datang ke Suriah untuk bergabung bersama pemberontak, meski beberapa diantaranya juga ada yang sudah kembali ke negara asalnya. Tidak selalu dengan ISIS, banyak pula yang bergabung dengan faksi-faksi lain yang memang banyak bermunculan di Suriah.

Yang patut diperhatikan, jumlah pejuang yang banyak tidak selalu datang dari negara dengan populasi penduduk Muslim yang banyak pula. Di beberapa negara dengan jumlah penduduk muslim relatif kecil, justru memiliki jumlah pejuang jihad yang lebih banyak. Di Finlandia misalnya, presentase pejuang yang berangkat ke Suriah mencapai 0,071 persen dari populasi keseluruhan warga Muslim yang berjumlah 42.000 jiwa. Presentase itu hampir serupa dengan yang ditunjukkan di Irlandia.

Sedangkan di Indonesia sendiri, negara dengan populasi warga Muslim terbesar di dunia, jumlah pejuang yang berangkat ke Suriah sangat sedikit. Dari 204.847.000 jiwa penduduk Muslim, hanya 30 hingga 60 orang saja yang berangkat atau 0,00003 persen saja.

Dari daftar tersebut, Tunisia berada di urutan teratas dengan 3.000 pejuang. Sementara itu, Arab Saudi dan Maroko menyusul di tempat kedua dan ketiga dengan 2.500 dan 1.500 pejuang. (CNN)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Paus Fransiskus Jadi Target Serangan ISIS

Paus Fransiskus Jadi Target Serangan ISIS

News | Selasa, 02 September 2014 | 13:18 WIB

ISIS Ancam Serang Arab Saudi saat Hari Raya Idul Adha

ISIS Ancam Serang Arab Saudi saat Hari Raya Idul Adha

News | Selasa, 02 September 2014 | 11:19 WIB

Fidel Castro: Senator AS Terlibat Pembentukan Kelompok ISIS

Fidel Castro: Senator AS Terlibat Pembentukan Kelompok ISIS

News | Selasa, 02 September 2014 | 06:20 WIB

Berantas ISIS, Jerman Pasok Senjata Buat 4.000 Tentara Kurdi

Berantas ISIS, Jerman Pasok Senjata Buat 4.000 Tentara Kurdi

News | Selasa, 02 September 2014 | 02:45 WIB

Lewat Video, Ibu Satu Anak Ajak Muda-mudi Gabung ISIS

Lewat Video, Ibu Satu Anak Ajak Muda-mudi Gabung ISIS

News | Senin, 01 September 2014 | 22:00 WIB

Terkini

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:25 WIB

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:20 WIB

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

Gagal 'Pelaminan', Pasutri Pemilik WO Marwah Kini Berakhir di Sel Tahanan

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:39 WIB

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

Prabowo Diminta 'Pensiun' Keliling Dunia, Saatnya Oper Misi Diplomatik ke Menlu Sugiono

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:15 WIB

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:57 WIB

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:48 WIB