Tim Transisi Jokowi Jangan Cuma Berwacana

Laban Laisila | Suara.com

Kamis, 04 September 2014 | 05:15 WIB
Tim Transisi Jokowi Jangan Cuma Berwacana
Presiden terpilih Joko Widodo diantara tim transisi saat meresmikan Rumah Transisi, Jakata, Senin (4/8). [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Pengamat politik Sebastian Salang mengatakan tim transisi jangan hanya melempar wacana atas kajian-kajian saja, namun segera membuat keputusan politik untuk pemerintahan Jokowi-JK.

"Rumah transisi tidak usah terlalu genit melempar wacana tapi segera membuat keputusan politik yang penting untuk menata langkah berikutnya lima tahun ke depan," kata Sebastian dalam diskusi "Pilih Berantas Mafia Sumber Daya Alam atau Naikkan BBM" di Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Sebastian yang juga Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengingatkan, agar tim transisi benar-benar melakukan seleksi para calon menteri.

"Yang di rumah transisi membuat wacana atau masuk tahapan ke pemerintahan baru? Seleksi menteri itu penting sekali. Rumah transisi itu tempat untuk menyeleksi menteri kan?" ujar Sebastian.

"Tim transisi sebaiknya segera putuskan hal-hal yang konkret yang bisa meyakinkan kita bahwa ada harapan baru," tambahnya.

Menurut Sebastian, keputusan politik dibutuhkan secara cepat, mengingat dukungan di Parlemen sebagai mitra Jokowi-JK belum memenuhi target dukugan yang masih dikuasai Koalisi Merah Putih.

"Maka kalau tidak ada keputusan politik dalam waktu dekat ini, gagasan Jokowi untuk menaikkan harga BBM tidak mungkin bisa dilakukan dengan komposisi dukungan di parlemen. Makin sulit pemerintah berhadapan dengan DPR, memangnya rakyat mau 'nongkrongin' DPR tiap hari. Ini realitas politik, tidak mudah," katanya.

Tim transisi dibentuk untuk merancang strategi penjabaran visi-misi, sembilan program aksi dan janji-janji dalam kampanye yang diusung Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Tim Transisi terdiri dari Ketua dan empat staf deputi. Ketua Tim Transisi dipegang oleh mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini M Soemarno.

Sedangkan empat staf deputi, antara lain, Hasto Kristianto, Sekretaris Tim Pemenangan I Andi Widjajanto, Sekretaris Tim Pemenangan II Faisal Akbar dan Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK Anies Baswedan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PPP dan PAN  Segera Gabung Jokowi-JK

PPP dan PAN Segera Gabung Jokowi-JK

News | Rabu, 03 September 2014 | 17:19 WIB

Pengamat: Kabinet Ramping Ideal untuk Jokowi-JK

Pengamat: Kabinet Ramping Ideal untuk Jokowi-JK

News | Rabu, 03 September 2014 | 12:08 WIB

Inikah Alasan PAN Belum Mau Umumkan Gabung Jokowi?

Inikah Alasan PAN Belum Mau Umumkan Gabung Jokowi?

News | Rabu, 03 September 2014 | 11:45 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke Posisi 5.206,12

IHSG Dibuka Menguat ke Posisi 5.206,12

Bisnis | Rabu, 03 September 2014 | 10:21 WIB

Terkini

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:26 WIB

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:23 WIB

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:23 WIB

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:28 WIB

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:07 WIB