PKS Bantah Kepala Daerah Dipilih DPRD untuk Ganggu Jokowi

Siswanto

Jum'at, 05 September 2014 | 16:07 WIB
PKS Bantah Kepala Daerah Dipilih DPRD untuk Ganggu Jokowi
Ketua Fraksi PKS di DPR, Hidayat Nur Wahid, saat diwawancarai wartawan di Jakarta, Rabu (27/8). [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR sepakat dengan Fraksi Partai Demokrat, Golkar, dan PAN agar pemilihan kepala daerah: gubernur, bupati, dan wali kota, dipilih oleh DPRD.

"Perubahan PKS ini adalah bentuk penyikapan yang sangat dinamis dan kami belajar dari koalisi merah putih untuk satu suara," kata Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid, Jumat (5/9/2014).

Menurutnya, alasan PKS mendukung pemilihan kepala daerah oleh DPRD adalah untuk menutup keran politik uang yang selama ini terjadi pada pemilihan langsung.

Menurutnya, selain soal politik uang, PKS berharap dengan pemilihan kepala daerah yang diserahkan kembali ke DPRD maka akan menjalankan roda demokrasi berjenjang, selain itu menutup kesempatan individu diluar partai untuk maju sebagai kepala daerah.

"Ini memaksimalkan makna demokrasi berjenjang dan menutup kesempatan kelompok independen. Jika ada tokoh independen berkualitas, parpol lah yang bertugas menarik mereka masuk untuk dicalonkan. Contohnya seperti Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung)," kata Hidayat.

Ia membantah pemilihan kepala daerah oleh DPRD adalah untuk mengganggu jalannya pemerintahan Jokowi-JK dengan menguasai kepala-kepala daerah.

"Saya menyayangkan jika ada logika seperti itu. Saat putusan MK selesai, sudah selesai perkara. Tidak ada logika (Koalisi Merah Putih) untuk menguasai daerah, terlalu mengada-ngada," kata Hidayat.

Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menegaskan bahwa tidak ada argumen apapun yang dapat mendukung keinginan kepala daerah dipilih oleh DPRD.

“Kan aneh kalau mundur lagi. Dulu kenapa pemilihan kepala daerah langsung oleh rakyat jadi agenda reformasi, yaitu supaya rakyat memberikan haknya sesuai dengan siapa pemimpin yang mereka inginkan. Rakyat berkedaulatan dalam memilih pemimpinnya,” kata Eva Sundari kepada suara.com.

Menurut Eva Sundari bila kepala daerah sampai dipilih oleh orang-orang yang duduk kursi DPRD, tokoh-tokoh reformis tidak akan pernah lagi menjadi kepala daerah.

“Orang seperti Jokowi, Risma (Tri Rismaharini), Bupati Bantaeng (Nurdin Abdullah), Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), orang-orang cemerlang dan punya terobosan, tidak akan ada lagi di Indonesia karena sudah dikunci oleh partai politik,” kata Eva Sundari.

Eva Sundari sangat menyayangkan partai politik yang menginginkan mekanisme pemilihan kepala daerah diubah lagi. “Itu kemunduran reformasi. Tidak bagus,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bila Kepala Daerah Dipilih DPRD, Orang Seperti Jokowi, Ahok, Risma Tak Ada Lagi

Bila Kepala Daerah Dipilih DPRD, Orang Seperti Jokowi, Ahok, Risma Tak Ada Lagi

News | Jum'at, 05 September 2014 | 14:35 WIB

Fraksi Demokrat DPR Setuju Kepala Daerah Dipilih DPRD

Fraksi Demokrat DPR Setuju Kepala Daerah Dipilih DPRD

News | Jum'at, 05 September 2014 | 13:18 WIB

327 Kepala Daerah Dibekap Kasus Hukum, 86 Persen Terlibat Korupsi

327 Kepala Daerah Dibekap Kasus Hukum, 86 Persen Terlibat Korupsi

News | Sabtu, 19 Juli 2014 | 12:28 WIB

Ikut Kampanye Pilpres, Kepala Daerah Wajib Ajukan Cuti

Ikut Kampanye Pilpres, Kepala Daerah Wajib Ajukan Cuti

News | Minggu, 25 Mei 2014 | 15:27 WIB

Terkini

Ketika Kopi dan Seni Bertemu, Menikmati Galeri Jadi Pengalaman yang Berbeda

Ketika Kopi dan Seni Bertemu, Menikmati Galeri Jadi Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:39 WIB

Struktur Pemerintahan Prabowo Makin Gemoy, DPD Tagih Janji Efisiensi: Jangan Cuma Bagi-Bagi Jabatan

Struktur Pemerintahan Prabowo Makin Gemoy, DPD Tagih Janji Efisiensi: Jangan Cuma Bagi-Bagi Jabatan

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Prabowo Sering ke Luar Negeri, Pengamat Nilai Peran Vital Menlu Baru

Prabowo Sering ke Luar Negeri, Pengamat Nilai Peran Vital Menlu Baru

Video | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:30 WIB

3 Shio yang Menarik Keberuntungan 4-11 Oktober 2026, Kamu Termasuk?

3 Shio yang Menarik Keberuntungan 4-11 Oktober 2026, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Biomassa Jadi Bisnis Baru Desa, PLN EPI Bidik 100 Desa

Biomassa Jadi Bisnis Baru Desa, PLN EPI Bidik 100 Desa

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Cake Tak Lagi Identik dengan Perayaan, Harvest Bawa Kreasi Baru Bersama Reynold Poernomo

Cake Tak Lagi Identik dengan Perayaan, Harvest Bawa Kreasi Baru Bersama Reynold Poernomo

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Irjen Herry Heryawan Dapat Tugas Baru, Kapolda Riau Dijabat Irjen Arman Achdiat

Irjen Herry Heryawan Dapat Tugas Baru, Kapolda Riau Dijabat Irjen Arman Achdiat

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Makin Panas! Netizen Malaysia Serang Jennifer Hubner hingga Ancam Boikot Produk Indonesia

Makin Panas! Netizen Malaysia Serang Jennifer Hubner hingga Ancam Boikot Produk Indonesia

Entertainment | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:05 WIB

3 Setrika Alas Keramik yang Murah, Anti Lengket dan Tak Merusak Bahan Pakaian

3 Setrika Alas Keramik yang Murah, Anti Lengket dan Tak Merusak Bahan Pakaian

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Komunitas Ini Bikin Tren Baru Akhir Pekan Bareng Anjing Kesayangan

Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Komunitas Ini Bikin Tren Baru Akhir Pekan Bareng Anjing Kesayangan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×