Mesir Hambat Ambulans Indonesia Masuk Gaza

Ardi Mandiri | Suara.com

Jum'at, 26 September 2014 | 05:32 WIB
 Mesir Hambat Ambulans Indonesia Masuk Gaza
Seorang lelaki Palestina memandangi rumahnya yang hancur lebur dihantam serangan Israel. (Reuters/Suhaib Salem)

Suara.com - Sebanyak lima unit ambulans bantuan kemanusiaan untuk penduduk Jalur Gaza, Palestina, kini masih terkatung-katung di Mesir lantaran dihambat masuk ke Gaza oleh pihak berwenang Mesir tanpa alasan jelas.

"Tidak jelas alasan Mesir menghambat pengiriman ambulans ke Gaza padahal rakyat Gaza sangat membutuhkannya," kata Duta Besar RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi dalam perbincangan dengan Antara di Kairo, Kamis (25/9/2015).

Saat ini KBRI sedang berusaha menemui pejabat kemenlu Mesir untuk menanyai alasan kenapa ambulans dilarang masuk Gaza, ujar mantan Kapolda Metro Jakarta Raya itu.

Sebelumnya, KBRI Kairo mengirim nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Mesir bernomor B460/9/2014 tanggal 9 September 2014 untuk memohon izin tahap awal pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza berupa satu unit ambulans, bahan makanan serta obat-obatan dan tiga orang yang mengantarkan bantuan itu.

Namun, dalam surat balasan nota diplomatik dari Kemenlu Mesir Nomor 1565 tanggal 21 September 2014 menyatakan bahwa Mesir hanya mengizinkan pengiriman bahan makanan, namun tidak untuk ambulans dan orang.

Larangan pengiriman ambulans dalam surat balasan Kemenlu Mesir itu tanpa disertai alasan.

Sementara itu, Sudayat Kosasih dari Aksi Tanggap Darurat (ATD) yang mengurusi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, mengungkapkan, persiapan pengiriman ambulans itu sejak Juli lalu saat agresi militer Israel ke Gaza.

Adapun bantuan bahan makanan dan obat-obat telah dikirim ke Gaza melalui lembaga bantuan kemanusiaan Mesir, katanya.

Lima unit ambulans itu merupakan bantuan dari empat lembaga swadaya masyarakat Indonesia, masing-masing dua unit ambulans dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (MNRP), satu unit dari Bulan Sabit Merah Jakarta, satu unit bantuan Aksi Tanggap Darurat (ATD), satu unit lagi dari Pos Peduli Ummat Partai Keadilan Sejahtera (PDU-PKS).

Sudayat mengemukakan, bantuan ambulans itu sangat urgen bagi rakyat Gaza karena banyak ambulans di Gaza hancur akibat terkena roket serangan udara Israel.

Disebutkan, dua dari ambulans itu masih tersimpan di gudang Dermaga Alexandria, Mesir.

Batas waktu penetipan dua unit ambulans itu hingga 30 September 2014, bila melewati tanggal tersebut maka akan didenda 5.000 dolar AS.

"Bila hingga Senin (29/9) belum ada kejelasan izin masuk Gaza, maka lima unit ambulans itu akan diparkir sementara di KBRI Kairo," tutur Sudayat.

Sulitnya pemberian izin pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza ini baru terjadi setelah pemerintahan baru Mesir pimpinan Presiden Abdel Fatah Al Sisi.

"Padahal di zaman Presiden Mohamed Moursi, pengiriman bantuan ke Gaza dipermudah," kata Basri Daly, mahasiswa Indonesia yang membantu pengurusan bantuan ke Gaza. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Pimpin Pasar Otomotif ASEAN di 2020

Indonesia Pimpin Pasar Otomotif ASEAN di 2020

Otomotif | Kamis, 25 September 2014 | 14:41 WIB

Warga Negara Asing Jadi Target Pendukung ISIS di Indonesia

Warga Negara Asing Jadi Target Pendukung ISIS di Indonesia

News | Kamis, 25 September 2014 | 10:44 WIB

Tak Gabung Lawan ISIS, Indonesia Pilih Cegah Radikalisme di Negeri  Sendiri

Tak Gabung Lawan ISIS, Indonesia Pilih Cegah Radikalisme di Negeri Sendiri

News | Kamis, 25 September 2014 | 08:56 WIB

 Teroris Tidak Ganggu Pariwisata Indonesia

Teroris Tidak Ganggu Pariwisata Indonesia

Lifestyle | Kamis, 25 September 2014 | 05:55 WIB

 Menpora: Indonesia Siap Gelar Asian Games 2018

Menpora: Indonesia Siap Gelar Asian Games 2018

News | Kamis, 25 September 2014 | 00:54 WIB

 Di Sidang PBB, SBY Tekankan Komitmen Indonesia Antisipasi Perubahan Iklim

Di Sidang PBB, SBY Tekankan Komitmen Indonesia Antisipasi Perubahan Iklim

News | Rabu, 24 September 2014 | 01:12 WIB

Israel Tembak Jatuh Pesawat Suriah

Israel Tembak Jatuh Pesawat Suriah

News | Selasa, 23 September 2014 | 15:29 WIB

 Anggota DPR RI Ditolak Masuk Gaza

Anggota DPR RI Ditolak Masuk Gaza

News | Selasa, 23 September 2014 | 02:34 WIB

Tak Mau Dikerjai Terus, Israel Bentuk Badan Pertahanan Cyber

Tak Mau Dikerjai Terus, Israel Bentuk Badan Pertahanan Cyber

News | Senin, 22 September 2014 | 02:38 WIB

Pertama Kali Sejak Gencatan Senjata, Mortir Ditembakkan dari Gaza

Pertama Kali Sejak Gencatan Senjata, Mortir Ditembakkan dari Gaza

News | Rabu, 17 September 2014 | 01:17 WIB

Terkini

Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar

Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar

News | Kamis, 16 April 2026 | 17:01 WIB

Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar

Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga

Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:48 WIB

Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!

Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:47 WIB

Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah

Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:27 WIB

Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum

Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:21 WIB

Golkar Desak RUU Pemilu Segera Dibahas Jika Ingin Ada Perubahan: Akhir Tahun Tahapan Dimulai!

Golkar Desak RUU Pemilu Segera Dibahas Jika Ingin Ada Perubahan: Akhir Tahun Tahapan Dimulai!

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:19 WIB

Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah

Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:13 WIB

Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok

Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:06 WIB

Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?

Mendadak! Warga China Berbondong Mempelajari Sejarah Iran, Lho Ada apa?

News | Kamis, 16 April 2026 | 16:02 WIB