Jurnalis Inggris Tawanan ISIS Remehkan Serangan Udara AS

Ruben Setiawan | Suara.com

Selasa, 30 September 2014 | 15:18 WIB
Jurnalis Inggris Tawanan ISIS Remehkan Serangan Udara AS
John Cantlie. (Youtube.com)

Suara.com - John Cantlie, seorang jurnalis Inggris yang ditawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali muncul dalam sebuah video. Ini adalah kali ketiganya Cantlie muncul di video yang dirilis kelompok radikal tersebut.

Video tersebut muncul pada Senin (29/9/2014) malam. Namun, tidak diketahui pasti kapan video berdurasi lima setengah menit tersebut dibuat. Video tersebut diberi judul Lend Me Your Ears (Pinjamkan Aku Telingamu) dan Message From British Detainee John Cantlie (Pesan dari Tawanan Inggris John Cantlie).

Seperti dalam dua video sebelumnya, jurnalis 43 tahun yang bekerja untuk harian Sunday Times, The Sun, dan The Sunday Telegraph itu duduk di belakang sebuah meja sambil mengenakan pakaian berwarna jingga.

Cantlie terlihat tenang dan sepertinya membacakan naskah yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sama seperti dua video pendahulu, video tersebut diproduksi dengan baik, dengan kualitas suara dan pencahayaan yang baik pula.

Di situ, Cantlie menyebut dirinya sebagai "tawanan lama" dan mengkritisi strategi Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang memilih opsi serangan udara untuk menyerang ISIS. Apa yang disampaikan Cantlie adalah lanjutan dari kritikan yang dilayangkan Cantlie kepada pergerakan militer negara Barat di Irak dan Suriah di dua video sebelumnya.

"Kekuatan udara memang baik untuk menghancurkan target-target spesifik, namun itu tidak banyak berguna untuk mengambil alih kendali atas wilayah," kata Cantlie.

Cantlie mengkritik keputusan AS untuk mempersenjatai kelompok pemberontak Suriah Free Syrian Army (FSA) untuk memerangi ISIS. Ia menyebut, tentara FSA adalah pasukan yang "tidak disiplin, korup, dan tidak efektif".

Memang, pernyataan Cantlie diragukan berasal dari buah pikiran Cantlie sendiri. Dalam sebuah video sebelumnya, Cantlie mengaku dirinya membuat pernyataan di bawah tekanan.

Jurnalis yang diculik sejak bulan November 2012 itu mengatakan, senjata-senjata Barat yang sudah diberikan kepada pemberontak Suriah hanya akan jatuh ke tangan ISIS. Oleh ISIS, Cantlie ditahan bersama James Foley, jurnalis AS yang dipenggal oleh ISIS. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tank-tank Unik Ini Dibuat Pasukan Kurdi untuk Gempur ISIS

Tank-tank Unik Ini Dibuat Pasukan Kurdi untuk Gempur ISIS

News | Selasa, 30 September 2014 | 10:59 WIB

Pesawat AS Terbang 4.100 Kali untuk Perangi ISIS

Pesawat AS Terbang 4.100 Kali untuk Perangi ISIS

News | Selasa, 30 September 2014 | 10:20 WIB

Sebanyak 70 Persen Tentara Amerika Tolak Operasi Militer ke Irak

Sebanyak 70 Persen Tentara Amerika Tolak Operasi Militer ke Irak

News | Senin, 29 September 2014 | 20:38 WIB

Belasan Tank Turki Bersiap Gempur Kota yang Dikuasai ISIS

Belasan Tank Turki Bersiap Gempur Kota yang Dikuasai ISIS

News | Senin, 29 September 2014 | 19:41 WIB

Suka Duka Seorang Gadis Cantik Bernama "ISIS"

Suka Duka Seorang Gadis Cantik Bernama "ISIS"

News | Senin, 29 September 2014 | 18:47 WIB

Pesawat AS Salah Sasaran, Korban Sipil Bergelimpangan

Pesawat AS Salah Sasaran, Korban Sipil Bergelimpangan

News | Senin, 29 September 2014 | 15:38 WIB

Terkini

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:37 WIB

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 13:36 WIB

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

News | Senin, 13 April 2026 | 13:23 WIB

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

News | Senin, 13 April 2026 | 13:10 WIB

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 13:08 WIB

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

News | Senin, 13 April 2026 | 13:07 WIB

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

News | Senin, 13 April 2026 | 12:54 WIB

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga

News | Senin, 13 April 2026 | 12:41 WIB