Suap Bupati Bogor, KPK Akhirnya Tahan Dirut Sentul City

Laban Laisila

Selasa, 30 September 2014 | 20:49 WIB
Suap Bupati Bogor, KPK Akhirnya Tahan Dirut Sentul City
Juru Bicara KPK Johan Budi. [suara.com/Rengga Satria]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menahan pemilik sekaligus presiden komisaris PT Bukit Jonggol Asri dan Presiden Direktur PT Sentul City Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng terkait suap mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin.

"Kami menahan KCK (Kwee Cahyadi Kumala) di rumah tahanan Jakarta Timur kelas 1 cabang KPK untuk 20 hari pertama," kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi di Jakarta, Selasa (30/92014).

Cahyadi yang dijemput paksa dari satu restoran di Sentul hanya diam saat dibawa petugas ke mobil tahanan menuju rutan di basement gedung KPK. Cahyadi sudah mengenakan rompi oranye tahanan KPK.

Dia tiba di KPK pukul 12.15 WIB dan selesai diperiksa sekitar pukul 18.50 WIB sebagai tersangka kasus pemberian suap sebesar Rp4,5 miliar kepada mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin dalam perkara dugaan korupsi tukar-menukar kawasan hutan seluas 2.754 hektare di wilayah setempat dan upaya merintangi penyidikan KPK.

Penyidik KPK, menurut Johan, mendapatkan informasi bahwa Cahyadi berupaya untuk memengaruhi saksi.

"Tadi pagi penyidik memperoleh informasi sejak beberapa waktu lalu ada upaya memengaruhi saksi-saksi dalam perkara tukar-menukar kawasan hutan di Kabupaten Bogor, dan ada upaya KCK untuk mengamankan atau menghilangkan barang bukti," ungkap Johan.

Ada 6 orang yang dijemput paksa yaitu Cahyadi Kumala, dua orang sopir, dua orang teman Cahyadi dan orang kepercayaan Cahyadi, Robin Zulkarnaen. Namun mereka dilepaskan seusai diperiksa KPK.

Dalam dakwaan Rachmat Yasin disebutkan bahwa kawasan hutan seluas 2.754 hektare rencananya dijadikan permukiman berupa kota satelit Jonggol City. Padahal pada lahan itu terdapat Izin Usaha Pertambangan (IUP) atas nama PT Indocement Tungal Prakarsa dan PT Semindo Resources sehingga hanya dapat diberikan kawasan seluas 1.668,47 hektare.

Cahyadi Kumala pada Januari 2014 bertemu secara pribadi di Sentul City dan Rachmat Yasin minta sejumlah uang kepada Cahyadi Kumala sehingga pada 30 Januari 2014, Cahyadi Kumala memberikan cek senilai Rp5 miliar kepada Yohan Yap. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suap Bupati Bogor, KPK Jemput Paksa Komisaris PT Bukit Jonggol Asri

Suap Bupati Bogor, KPK Jemput Paksa Komisaris PT Bukit Jonggol Asri

News | Selasa, 30 September 2014 | 20:58 WIB

Dugaan Suap Hutan, KPK Periksa 3 Saksi

Dugaan Suap Hutan, KPK Periksa 3 Saksi

News | Kamis, 10 Juli 2014 | 12:21 WIB

Dugaan Suap Rahmat Yasin, KPK Periksa 2 Saksi

Dugaan Suap Rahmat Yasin, KPK Periksa 2 Saksi

News | Senin, 07 Juli 2014 | 11:24 WIB

Gula Darah Naik, Rachmat Yasin Batal Diperiksa KPK

Gula Darah Naik, Rachmat Yasin Batal Diperiksa KPK

News | Kamis, 26 Juni 2014 | 12:33 WIB

Terkini

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

×