Romahurmuziy: PPP Gelar Muktamar di Surabaya

Laban Laisila

Minggu, 12 Oktober 2014 | 18:37 WIB
Romahurmuziy: PPP Gelar Muktamar di Surabaya
Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy dan Surya Dharma Ali berjabat tangan. [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan akan menyelenggarakan Muktamar IV pada 15-18 Oktober 2014 di Surabaya.

Sekretaris Jenderal DPP PPP Muhammad Romahurmuziy, di Jakarta, Minggu (12/10/2014), menjelaskan, keputusan pelaksanaan muktamar ditetapkan dalam rapat koordinasi antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan DPP PPP di Jakarta, Sabtu (11/10/2014).

Pada kesempatan tersebut, hadir juga Wakil Ketua Umum DPP PPP Emron Pangkapi.

Rapat koordinasi antara DPW dan DPP PPP itu berlangsung pada Sabtu siang hingga malam.

"Muktamar direncanakan akan diselenggarakan di sebuah hotel berbintang di Surabaya," kata Romahurmuziy.

Romy, panggilan Romahurmuziy menjelaskan sebanyak 26 DPW yang hadir pada rapat koordinasi itu mewakili 942 dari 1.153 pengurus DPW PPP yang memiliki hak suara dalam muktamar.

Ketua Komisi IV DPR RI periode 2009-2014 itu meyakini pada pelaksaan muktamar, seluruh DPW dari 33 provinsi di Indonesia akan hadir.

Menurut Romy, pada muktamar VIII di Surabaya mengagendakan beberapa hal, seperti memutuskan perubahan AD/ART masa bakti kepengurusan.

Selain itu, kata dia, dalam muktamar nanti juga akan memberikan penilaian atas laporan pertanggungjawaban pengurus harian DPP PPP di bawah kepemimpinan Ketua Umum Suryadarma Ali, dan pemberhentian pengurus DPP PPP periode 2010-2015.

Dia berharap Suryadharma Ali dan kubunya hadir pada muktamar di Surabaya, sehingga dapat menjadi ajang islah untuk mengakhiri perbedaan pendapat.

"Kami menempatkan muktamar ini sebagai sarana islah untuk mengakhiri perbedaan pendapat. Kami harapkan setelah mukmatar nanti tidak ada lagi perbedaan pendapat," katanya.

Penyelenggaraan muktamar VIII PPP ini, kata Romy, didasarkan atas keputusan rapat Pengurus Harian DPP PPP di Jakarta pada 9 September 2014.

Rapat PH DPP PPP juga menetapkan Ketua Panitia Pengarah Suharso Monoarfa dan Sekretaris Panitia Pengarah Romahurmuziy.

Kemudian, Ketua Panitia Pelaksana Ahmad Farial dan Bendahara Panitia Pelaksana Mahmud Yunus. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PPP Belum Tentu Ditawari Jatah Menteri

PPP Belum Tentu Ditawari Jatah Menteri

News | Minggu, 12 Oktober 2014 | 15:31 WIB

Jokowi Sering Ketemu Pengurus PPP secara Sembunyi-sembunyi

Jokowi Sering Ketemu Pengurus PPP secara Sembunyi-sembunyi

News | Minggu, 12 Oktober 2014 | 13:50 WIB

PPP Tidak Larang Kadernya Jadi Menteri Jokowi-JK

PPP Tidak Larang Kadernya Jadi Menteri Jokowi-JK

News | Minggu, 12 Oktober 2014 | 06:30 WIB

Ini Alasan PPP Melirik Koalisi Indonesia Hebat

Ini Alasan PPP Melirik Koalisi Indonesia Hebat

News | Sabtu, 11 Oktober 2014 | 18:46 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×