Sebelum Tabrakan Maut, KA Majapahit Bunyikan Klakson

Siswanto | Suara.com

Jum'at, 26 Desember 2014 | 22:08 WIB
Sebelum Tabrakan Maut, KA Majapahit Bunyikan Klakson
Ilustrasi kereta api [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Beberapa saksi mata mengaku mendengar suara klakson kereta api Majapahit beberapa kali sebelum tabrakan maut di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jumat (26/12/2014), mengakibatkan dua korban tewas dan enam luka berat.

"Kami mendengar suara klakson kereta beberapa kali sebelum kemudian diikuti suara benturan sangat keras antara kereta dengan mobil tersebut," tutur Suharno, salah satu saksi mata.

Begitu mendengar suara benturan keras, Suharno dan sejumlah warga keluar rumah dan melihat ke arah sumber suara.

Saat itu, yang mereka saksikan adalah sebuah mobil Isuzu Panther yang tereret kereta api Majapahit yang melaju kencang dari timur ke arah barat.

"Tapi memang tidak ada suara sirine peringatan. Mungkin itu salah satu penyebab korban tidak cepat mengetahui akan ada kereta melintas di jalur yang dilaluinya," katanya.

Kesaksian itu diperkuat keterangan seorang sopir truk yang melintas di jalur yang sama, hanya selang beberapa detik sebelum kecelakaan antara KA Majapahit dan mobil Isuzu Panther nopol N 1694 AK.

Di hadapan polisi, saksi sopir itu mengaku tidak mendengar sama sekali bunyi sirine peringatan yang terpasang beberapa meter di jalur pintu perlintasan kereta tersebut.

Di perlintasan tanpa palang pintu tersebut, kata Suharno dan beberapa warga lain, juga tidak ada penjaganya.

"Mobil berada di selatan hendak menyeberang ke utara. Selisih beberapa menit sebelum peristiwa, sebuah truk juga melintas dari arah berlawanan. Untungnya selamat. Sebab sirinenya memang tidak bunyi. Yang ada hanya lampu peringatan bahaya," kata Suharno.

Tabrakan maut dalam kecepatan tinggi itu mengakibatkan mobil Panther yang ditumpangi delapan orang sekeluarga itu terseret hingga radius sekitar 500 meter.

Mobil Panther itu kemudian terlempar ke sisi selatan perlintasan kereta dalam kondisi ringsek berat.

Sementara KA Majapahit sempat berhenti beberapa lama, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanannya menuju Stasiun Kota Tulungagung dan berakhir di Jakarta.

Dalam insiden tersebut, sopir Isuzu Panther, Sunardi (55) dan istrinya, Wati (50) tewas.

Sementara enam putra-putri, menantu dan cucunya mengalami luka parah dan harus menjalani perawatan intensif di IRD RSUD dr Iskak, Tulungagung.

Keenam korban kecelakaan antara KA Majapahit dan mobil Isuzu Panther tersebut masing-masing adalah Restu Ningsih (31), Miftakhul Rohmah (27), Emi (27), Tika Afriani (17), Mirza Akma Alosiah (4), serta Fadil (2).

Kanit Laka Polres Tulungagung Inspektur Dua Sukardi yang ditemui di lokasi mengatakan masih melakukan penyelidikan penyebab kecelakaan.

"Kami masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi di lapangan. Sebab informasinya saat kejadian sirine di pelintasan tidak aktif," kata Budi Suyanto. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luka di Kepala Balita Korban KA Majapahit Vs Panther, Mengerikan

Luka di Kepala Balita Korban KA Majapahit Vs Panther, Mengerikan

News | Jum'at, 26 Desember 2014 | 22:00 WIB

Terkini

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:27 WIB

Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat

Militer AS Bom Kapal Diduga Bermuatan Narkotika di Samudera Pasifik: 1 Tewas 2 Selamat

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:38 WIB

Si Loreng dan Wirabumi: Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran yang Curi Perhatian di Istiqlal

Si Loreng dan Wirabumi: Sapi Kurban Jumbo Prabowo-Gibran yang Curi Perhatian di Istiqlal

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:30 WIB

Harga Domba Capai Rp76 Juta! Cerita Miris Idul Adha 2026 Umat Muslim Gaza

Harga Domba Capai Rp76 Juta! Cerita Miris Idul Adha 2026 Umat Muslim Gaza

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:29 WIB