13 Anggota Kelompok Sipil Bersenjata Papua Diamankan

Siswanto

Rabu, 07 Januari 2015 | 18:06 WIB
13 Anggota Kelompok Sipil Bersenjata Papua Diamankan

Suara.com - Pascapenembakan dan penganiayaan yang menewaskan dua anggota Brimob BKO Polda Sumatera Selatan bernama Bripda Riyan Hariansah dan Bripda Apriadi serta karyawan PT. Freeport Indonesia bernama Suko Miartono di Kampung Utikini, Distrik Tembagapura, Papua, Polda Papua mengamankan 13 anggota kelompok sipil bersenjata.

Kelompok tersebut menyerahkan diri setelah terlibat aksi kontak senjata di sekitar Kali Kabur, Utikini.

Dalam aksi kontak senjata yang berlangsung selama dua hari (Selasa dan Rabu), dua anggota separatis yang masing-masing berinisial GM dan NM, terluka. GM terluka di bagian punggung hingga tembus pantat, sedangkan NW luka akibat terkena popor senjata karena ia sempat melawan saat akan ditangkap.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Yotje Mende mengatakan dua anggota separatis itu sekarang sudah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Tembagapura dan Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

"Jadi dua orang anggota KKB yang terluka saat kontak senjata itu kami rawat karena alasan kemanusiaan. Kami tetap memanusiakan mereka, begitu juga dengan 13 anggota lainnya yang menyerahkan diri setelah baku kontak senjata dan sedang kami amankan untuk dimintai keterangan," kata Kapolda Yotje di Mapolda Papua, Jayapura, Papua, Rabu (7/1/2015).

Polisi menyimpulkan pelaku penembakan dan penganiayaan yang mengakibatkan dua anggota Brimob BKO Polda Sumatera Selatan dan satu karyawan Freeport tewas adalah kelompok di bawah pimpinan Ayub Waker yang kabur saat kontak senjata.

Ayub Waker meletakkan surat di kantong celana anggotanya yang terluka dan ditangkap. Surat itu tertulis "daerah ini merupakan wilayah perang Ayub Waker."

"Saat aksi kontak senjata pihak mereka (KKB) sempat memamerkan dua senjata stayer milik dua anggota Brimob yang kemungkinan dirampas saat di dalam mobil," katanya.

Kapolda menambahkan dari hasil uji balistik yang dilakukan Tim Pusat Forensik Makassar, senjata api yang digunakan kelompok bersenjata adalah jenis FN, bukan senjata milik dua anggota Brimob. Penembakan tersebut dilakukan dari arah jarak dekat dengan proyektil ukuran 9 mm.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan Kapolri Jenderal Sutarman telah memerintahkan Polda Papua menggelar operasi penegakan hukum untuk mengejar dan menangkap pelaku penembakan, baik dalam kondisi hidup maupun mati. Operasi itu telah dilaksanakan sejak Sabtu kemarin dengan menerjunkan 1.756 anggota gabungan Polri dan TNI di Utikini.

"Anggota berjumlah sekitar 1.756 ini terdiri dari Anggota Propam, Reserse dan Satgas Ops Polda Papua sebanyak 80 anggota. Anggota TNI 1 SSK dan Brimob Polda Papua sekitar 500 orang. Mereka kita turunkan untuk lakukan pengejaran besar-besaran," katanya. (Lidya Salmah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

DPRD Papua Dukung Dialog Damai Jakarta-Papua

DPRD Papua Dukung Dialog Damai Jakarta-Papua

News | Selasa, 06 Januari 2015 | 16:34 WIB

Bupati Jayawijaya Diminta Klarifikasi Anggota DPRD Berstatus PNS

Bupati Jayawijaya Diminta Klarifikasi Anggota DPRD Berstatus PNS

News | Selasa, 06 Januari 2015 | 12:51 WIB

Terkini

Menengok Progres Embung Kebagusan, Penahan Banjir Baru Jakarta

Menengok Progres Embung Kebagusan, Penahan Banjir Baru Jakarta

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Kupas Tuntas Kurikulum IB vs Cambridge: Mana yang Lebih Jaminan Lolos Kuliah di Luar Negeri?

Kupas Tuntas Kurikulum IB vs Cambridge: Mana yang Lebih Jaminan Lolos Kuliah di Luar Negeri?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Viva Hair Tonic Manfaatnya Apa Saja untuk Rambut? Ini 3 Varian dan Harganya

Viva Hair Tonic Manfaatnya Apa Saja untuk Rambut? Ini 3 Varian dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Bank Jakarta Siapkan Pembiayaan Rp5,87 Triliun untuk Perumahan hingga Transportasi Publik

Bank Jakarta Siapkan Pembiayaan Rp5,87 Triliun untuk Perumahan hingga Transportasi Publik

Jakarta | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:42 WIB

Adu Jotos Satpol-PP dan Pekerja di Jaksel, Polisi Turun Tangan

Adu Jotos Satpol-PP dan Pekerja di Jaksel, Polisi Turun Tangan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:17 WIB

Polisi Proses Laporan Warga yang Protes Petasan Perayaan Maulid Nabi

Polisi Proses Laporan Warga yang Protes Petasan Perayaan Maulid Nabi

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:13 WIB

OTT KPK di BNPB Diduga Terkait Korupsi Dana Bencana

OTT KPK di BNPB Diduga Terkait Korupsi Dana Bencana

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:10 WIB

KPK Amankan 14 Orang di OTT BNPB, Sita Emas Batangan dan Uang Rp1,4 M

KPK Amankan 14 Orang di OTT BNPB, Sita Emas Batangan dan Uang Rp1,4 M

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026

Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:00 WIB

×