Guru dan Kaposyandu Kini Jadi 'Mata-mata' BGN, Pantau Langsung Kualitas MBG

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Senin, 25 Mei 2026 | 13:59 WIB
Guru dan Kaposyandu Kini Jadi 'Mata-mata' BGN, Pantau Langsung Kualitas MBG
Foto sebagai ILUSTRASI: Para siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG untuk melibatkan guru dan kepala posyandu dalam pengawasan kualitas makanan.
  • Pengguna aplikasi dapat menilai aspek ketepatan waktu, aroma, rasa, dan variasi menu guna mendeteksi masalah distribusi secara dini.
  • Data per 23 Mei 2026 menunjukkan 1.707 laporan dengan tingkat kelayakan konsumsi mencapai 99,88 persen di berbagai wilayah Indonesia.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG atau Organoleptik. Lewat sistem tersebut, guru hingga kepala posyandu kini bisa langsung memberikan penilaian terhadap kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat MBG di lapangan.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengatakan aplikasi itu dikembangkan sebagai langkah baru untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh pelaksana program dalam menjaga mutu makanan.

Menurut Sony, pengawasan kualitas MBG tidak lagi hanya dilakukan secara internal oleh BGN, tetapi juga melibatkan pihak penerima manfaat secara langsung.

“Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” kata Sony dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Dalam praktiknya, pengguna aplikasi merupakan PIC Kelompok Penerima Manfaat MBG, yakni guru yang ditunjuk sekolah dan kepala posyandu atau Kaposyandu.

Saat paket MBG diterima, mereka bisa langsung memberikan penilaian melalui sejumlah parameter yang tersedia di aplikasi.

Beberapa indikator yang dinilai antara lain ketepatan waktu distribusi makanan, aroma makanan, rasa makanan, hingga variasi menu yang disajikan kepada penerima manfaat.

BGN menyebut sistem tersebut dirancang agar evaluasi kualitas makanan bisa dilakukan lebih cepat, terukur, dan menjadi sistem deteksi dini jika ditemukan persoalan di lapangan.

Sony mengatakan keterlibatan guru dan Kaposyandu diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan akurasi evaluasi program MBG.

baca juga

“Keterlibatan guru dan Kaposyandu dalam proses evaluasi diharapkan mampu meningkatkan akurasi pengawasan sekaligus menjadi sistem deteksi dini apabila ditemukan potensi masalah dalam distribusi maupun kualitas makanan," imbuhnya.

Berdasarkan data Dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai wilayah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88 persen menyatakan makanan dalam kondisi layak konsumsi. Sementara hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak dikonsumsi.

Data lain juga menunjukkan tingkat ketepatan waktu distribusi makanan mencapai 97,95 persen. Sebanyak 1.672 laporan menyebut makanan diterima tepat waktu atau bahkan lebih awal, sedangkan 35 laporan mencatat adanya keterlambatan distribusi.

Pada aspek kualitas sensorik, aroma makanan dinilai layak dalam 1.702 laporan atau sekitar 99,71 persen. Sementara dari sisi tampilan makanan, sebanyak 1.697 laporan atau 99,41 persen menyebut kondisi makanan layak dan sesuai standar.

Adapun dari aspek rasa, sebanyak 1.688 laporan atau 98,89 persen menilai rasa makanan dalam kondisi normal dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT

Muncul di Mabes Polri, Waka BGN Sony Sanjaya Jawab Isu Panas Kena OTT

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:29 WIB

Lirik dan Chord Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng untuk Pemula

Lirik dan Chord Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng untuk Pemula

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 10:10 WIB

Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya

Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 07:58 WIB

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi

News | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:07 WIB

Capek Disuruh Tidur Siang, Video Bocah Ingin Kabur Jadi Karyawan MBG Viral

Capek Disuruh Tidur Siang, Video Bocah Ingin Kabur Jadi Karyawan MBG Viral

Entertainment | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:07 WIB

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:27 WIB

IDAI Peringatkan BGN terkait Risiko Susu Formula di Program MBG

IDAI Peringatkan BGN terkait Risiko Susu Formula di Program MBG

Video | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:25 WIB

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

×