Cuaca Buruk Paksa Lion Air Gagal Mendarat di Kupang

Ardi Mandiri | Suara.com

Minggu, 11 Januari 2015 | 02:45 WIB
Cuaca Buruk Paksa Lion Air Gagal Mendarat di Kupang
Lion Air

Suara.com - Pesawat Lion Air tujuan Surabaya-Kupang pada Sabtu sekitar pukul 22.50 Wita gagal mendarat di Bandara El Tari Kupang akibat hujan lebat dan awan gelap yang mengganggu pandangan pilot.

Untuk menghindari awan tebal kumulonimbus yang berada pada rute penerbangannya, pilot yang saat itu mengendalikan pesawat tersebut, langsung mengalihkan penerbangan ke bandara yang lebih aman," kata Gabriel Lusi Keraf, petugas di Badara El Tari Kupang yang dihubungi, Sabtu (10/1/2015) malam.

Ia mengatakan sesaat sebelum pesawat itu hendak mendarat telah diberi aba-aba dari Air Traffic Control (ATC) bahwa landasan aman untuk didarati, namun mungkin saja jarak pandangan pilot sulit menembus awan gelap, sehingga pilot langsung mengalihkan pendaratan pesawat.

"Memang hingga pesawat LionAir akan mendarat sedang terjadi hujan lebat dengan intensitas sedang atau mencapai 150 mm dan terjadinya awan kumulonimbus terbentuk karena adanya penguapan air laut yang hangat dengan cepat," katanya.

Awan ini katanya memang tebal, bisa mencapai ribuan kilometer sehingga pilot harus menghindari kondisi seperti itu untuk menghindari kecelakaan.

"Jika dipaksakan untuk mendarat kemungkinan pesawat mengalami turbulensi hebat sehingga pilot memutuskan menghindar dari awan kumulonimbus yang menjulang tinggi saat itu.

Sebelumnya pihak BMKG Kupang mengingatkan Operator penerbangan maupun pelayaran di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk selalu hati-hati atau waspada memperhatikan faktor cuaca dalam pelayaran maupun penerbangan demi keselamatan para penumpang.

Peringatan itu kemudian ditindaklanjuti pihak Dinas Pergubungan NTT kepada para operator pelayaran dan penerbangan untuk berwaspada.

"Kita sudah surati seluruh maskapai, ASDP, dan PT Flobamor selaku operator untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi dalam sepekan terakhir," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Stefanus I. Ratoe Oedjoe di Kupang.

Menurut dia, Dinas Perhubungan tidak berwenang menghentikan penerbangan atau pun pelayaran karena itu sepenuhnya menjadi domain pihak operator. Pihak operator yang memutuskan apakah armada miliknya beroperasi atau tidak dalam cuaca yang seperti terjadi saat ini.

Dia mengatakan, prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG hanya bersifat imbaun kepada semua pihak agar memperhatikan faktor cuaca. Keputusan terakhir tetap pada operator.

"Dalam pelayaran Syahbandar hanya menerbitkan surat keterangan keberangkatan untuk satu kali keberangkatan. Jika berangkat lagi, pihak operator harus meminta lagi kepada Syahbandar," katanya.

Karena keputusan terakhir pada pihak operator, katanya, ada kapal yang tidak diberangkatkan seperti kapal feri milik ASDP. Sedangkan kapal besar seperti yang dioperasikan PT Pelni tetap beroperasi seperti biasa.

Stef mengaku, untuk cuaca saat ini, pihaknya sudah menerima surat dari ASDP dan PT Flobamor bahwa mereka menghentikan sementara pelayaran pada semua lintasan di seluruh NTT hingga cuaca normal kembali. Sedangkan penerbangan di NTT beroperasi seperti biasa.

Dia mengatakan, penutupan sementara pelayaran dari aspek pelayanan memang tidak baik, namun dari aspek keselamatan para penumpang adalah pertimbangan yang manusiawi.

Sesuai data prakiraan cuaca yang diterima dari BMKG Kelas 1 Kupang, ketinggian gelombang saat ini mencapai 3- 4 meter terutama di Selat Ombai dan di perairan Laut Sawu, yang sangat membahayakan pelayaran kapal feri.

Demikian pula analisis cuaca yang dilakukan oleh BMKG setempat mengingatakan pengelola maskapai dan oprator di Bandara selalu waspada menghindari awan tebal kumulonimbus yang berada pada rute penerbangannya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lion Group Rayakan Pengiriman Pesawat Airbus

Lion Group Rayakan Pengiriman Pesawat Airbus

Press Release | Kamis, 13 November 2014 | 09:03 WIB

Barang Penumpang Lion Air Tertinggal di Lain Kota

Barang Penumpang Lion Air Tertinggal di Lain Kota

News | Selasa, 21 Oktober 2014 | 04:46 WIB

Terkini

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB