ISIS Minta Jepang Tebus Dua Nyawa Warganya dengan Rp2,5 Triliun

Liberty Jemadu | Suara.com

Selasa, 20 Januari 2015 | 18:04 WIB
ISIS Minta Jepang Tebus Dua Nyawa Warganya dengan Rp2,5 Triliun
Algojo ISIS berdiri di antara dua sandera asal Jepang (Reuters).

Suara.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dalam video terbaru yang muncul di Internet, Selasa (20/1/2015), mengancam akan memenggal dua tawanan berkebangsaan Jepang. Tetapi ISIS bersedia membebaskan keduanya jika Tokyo memberikan tebusan sebesar 200 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp2,5 triliun dalam waktu 72 jam sejak ancaman itu ditayangkan.

Video yang diduga dibuat oleh al-Furqan, media ISIS, berisi gambar seorang algojo bertopeng dan berbusana hitam, berdiri di antara dua tawanan Jepang yang sedang berlutut. Keduanya mengenakan busana oranye.

Dalam video itu ISIS mengalamatkan ancaman dan permintaanya kepada Perdana Menteri Shinzo Abe, yang sedang dalam lawatan enam hari ke Timur Tengah.

"Kepada Perdana Menteri Jepang, meski Anda berada lebih dari 8500 kilometer dari Negara Islam, Anda sudah terlibat dalam perang ini. Anda dengan bangga telah menyumbangkan 100 juta dolar untuk membunuh perempuan dan anak-anak kami, untuk menghancurkan rumah umat Muslim," kata algojo tersebut dalam logat Inggris kental.

Menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, kedua warganya yang disandera ISIS itu diketahui sebagai Kenji Goto dan Haruna Yukawa.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, tidak bersedia mengatakan apakah Jepang akan membayar tebusan itu atau tidak.

"Jika benar, ancaman ini tak bisa dimaafkan dan kami merasa sangat marah. Kami akan mengerahkan segala upaya untuk membebaskan mereka," kata Suga.

Pada Agustus lalu Yukawa, seorang operator perusahaan militer swasta, diculik di Suriah. Lelaki yang berusia 40an tahun itu diduga pergi ke Suriah untuk memberikan pelatihan militer.

Foto dalam akun Facebooknya menunjukkan dia berada di Irak dan Suriah pada Juli 2014. Sebuah video dalam akun Facebook itu menunjukkan Yukawa sedang memegang senapan serbu Kalashinikov. Di bawahnya tersemat judul: "Perang Suriah di Aleppo 2014."

Goto, di sisi lain, adalah wartawan lepas yang sedang meliput konflik di Suriah.

"Saya sedang di Suriah untuk meliput," tulis Goto dalam emailnya ke seorang wartawan Associated Press pada Oktober 2014 lalu, "Semoga saya bisa menangkap atmosfer di tempat saya berada sekarang dan membagikannya."

ISIS sejauh ini sudah memengal sejumlah sandera, termasuk dua wartawan Amerika Serikat, James Foley dan Steven Sotloff, serta dua warga Inggris, David Haines dan Alan Henning. Meski demikian, dalam pemenggalan itu ISIS tidak pernah meminta tebusan. (Time.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dituding Gay, ISIS Jatuhkan 2 Lelaki dari Atap Gedung Bertingkat

Dituding Gay, ISIS Jatuhkan 2 Lelaki dari Atap Gedung Bertingkat

News | Selasa, 20 Januari 2015 | 02:45 WIB

Terkini

Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard

Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:14 WIB

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:25 WIB

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:15 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:44 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:36 WIB

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:29 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB