Sebarkan Info Calon Kapolri, PDI Perjuangan Kritik Kompolnas

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Selasa, 10 Februari 2015 | 14:52 WIB
Sebarkan Info Calon Kapolri, PDI Perjuangan Kritik Kompolnas
Presiden saat menerima anggota Kompolnas di Istana Negara, Kamis (29/1) sore. (Antara/Prasetyo Utomo)

Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin menilai anggota Komisi Kepolisian Nasional memperkeruh suasana di tengah kekisruhan KPK dan Polri.

"Masing-masing anggota Kompolnas mengumumkan secara terbuka dan berbeda terkait calon Kapolri, itu ikut memperkeruh suasana," kata Tb Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Hasanuddin mengatakan awalnya diumumkan ada sembilan orang yang akan diajukan, kemudian diralat hanya tujuh atau lima, dan terakhir tinggal Komjen Budi Waseso dan Komjen Putut Eko Bayu Seno.

Dia menyarankan Kompolnas agar menahan diri dan lebih bijak dalam membuat pernyataan, terutama menyangkut kredibilitas perseorangan.

"Di lingkungan TNI-Polri ada etika yang harus dipegang dan diikuti oleh para pimpinan dan pejabat personalianya, seleksi untuk promosi jabatan dilakukan dengan ketat tapi bersifat rahasia," ujarnya.

Sifat rahasia merupakan keharusan karena promosi menyangkut kredibilitas calon agar tidak muncul fitnah, isu, rumor dan gosip di lingkungan calon itu sendiri, bahkan jangan sampai terjadi saling jegal dan saling fitnah .

Menurut Tb Hasanuddin, seharusnya Kompolnas menjaga suasana persatuan dan kesatuan di lingkungan Polri.

"Suasana kebatinan jiwa korsa atau lesprit de corps itu harus tetap dijaga dan dipelihara," katanya.

Menurut dia, seleksi terbuka dengan melibatkan publik itu mungkin tidak dilarang namun kalau tiap hari ada pengumuman soal calon Kapolri maka sebaiknya dihindari.

"Lebih baik gunakan saja lembaga yang sah seperti PPATK atau KPK atau lembaga lainnya untuk melihat rekam jejak seorang calon," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim Pembela Muslim Siap Lawan Propaganda yang Lemahkan KPK

Tim Pembela Muslim Siap Lawan Propaganda yang Lemahkan KPK

News | Selasa, 10 Februari 2015 | 14:46 WIB

KPK Vs Polri, SBY: Presiden Harus Tahan Tekanan Partai Pendukung

KPK Vs Polri, SBY: Presiden Harus Tahan Tekanan Partai Pendukung

News | Selasa, 10 Februari 2015 | 14:19 WIB

Pernyataan Hasto soal Samad Jadi Alat Bukti Praperadilan BG

Pernyataan Hasto soal Samad Jadi Alat Bukti Praperadilan BG

News | Selasa, 10 Februari 2015 | 13:36 WIB

Sidang Praperadilan Budi Gunawan Diskors untuk Makan Siang

Sidang Praperadilan Budi Gunawan Diskors untuk Makan Siang

News | Selasa, 10 Februari 2015 | 13:34 WIB

Hasto Temui Pengacara BG Berikan Pernyataan Tertulis Soal Samad

Hasto Temui Pengacara BG Berikan Pernyataan Tertulis Soal Samad

News | Selasa, 10 Februari 2015 | 13:19 WIB

Terkini

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:40 WIB

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:18 WIB

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

Pigai: Kritik Feri Amsari Tak Perlu Dipolisikan, Cukup Dijawab Data

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:56 WIB