Misteri Nilai Batu Akik

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 13 Februari 2015 | 13:24 WIB
Misteri Nilai Batu Akik
Sertifikat Gemstone. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Siapa yang menentukan harga batu akik? Sejauh ini harga akik tidak bisa diprediksi. Karena bebatuan akik seperti sebuah karya seni.

Gemologis dari GRI-Lab Adam Harits mengatakan penentuan nilai batu akik dengan uang merupakan keunikan tersendiri. Sejak dulu, tidak ada harga pasti untuk batu akik.

Lalu bagaimana harga bisa tercipta? Kata dia seseorang harus paham terlebih dahulu dengan jenis-jenis batu akik. Sebab harga akan muncul berdasarkan pengalaman antara si penjual dan pembeli.

"Kalau batu permata mulai dari rubby sampai ke akik tidak ada standar harga. Bagaimana penentuan hargaya? itu dari pengaman si penjual dan kepercayaan pembeli. Ini sangat penting di dunia perbatuan," jelas dia saat berbincang dengan suara.com akhir pekan lalu.

Dia mencontohkan, pembeli akan lebih percaya mendapatkan akik dari seseorang yang sudah berpengalaman menjual lebih dari 10 tahun. Selain mendapat harga yang pantas, kemungkinan membeli batu akik palsu atau sintetik bisa terhindarkan.

Selain itu, harga pasaran sebuah batu bisa tercipta dengan interaksi antar pedagang. Namun jangan salah, harga jenis batu yang sama bisa juga ditentukan dengan kualitas.

"Dari kehalusan, warna, dan tingkat keunikan batu itu. Makanya harga batu nggak bisa ditebak," jelas Adam.

Begitu juga ketika ditanya, akik jenis apa yang paling mahal? Adam pun tidak bisa menerka. Meski dia sudah sangat paham dengan bebatuan. Kata dia, bebatuan yang paling langka, itu lah yang paling mahal. Inilah yang menyebabkan akik saat ini sebagai barang investasi seperti emas dan berlian.

"Misal safir. Antara safir Birma dan Srilangka beda. Safir Birma lebih mahal dari Srilangka. Karena safir Birma lebih langka. Begitu juga safir Srilangka lebih mahal daripada safir Madagaskar. Karena produksinya semakin sedikit. Tambang di Madagaskar itu baru ada. Produksi banyak," papar dia.

Batu akik tidak hanya ada di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Di Indonesia, bebatuan permata disebut akik. Kata Adam, khusus orang Indonesia memperhatikan asal negara batu. Itu untuk mengukur bagus atau tidaknya batu permata. Menurutnya itu persepsi yang salah. Sebab tidak ada yang bisa menjamin asal negara batu.

"Di luar negeri, origine itu nomor 2. (Orang) Indonesia itu pilih-pilih negara darimana. Padahal memastikan asal usul negara batu tidak ada yang bisa menjamin 100 persen," papar dia.

Terakhir, menurut Adam harga akik ditentukan dengan naluri. "Orang kalau sudah suka, bisa beli berapa saja. Ini soal selera," kata dia.

Sertifikat batu akik

Saat ini sangat mudah untuk mendapatkan batu akik. Mulai di mall, toko perhiasan, sampai di pinggir jalan. Sayangnya, popularitas akik dibarengi dengan banyak bermunculan batu akik sintetis.

Batu sintetis merupakan duplikat dari batu natural. Batu sintetis dibuat dengan komposisi kimia yang persis sama. Bahkan kekerasannya pun persis. Batu sintetic dibuat di laboratorium. Semisal di Amerika Laboratorium sintetis yang terkenal adalah CHATAM. Dengan begitu, maka batu akan dibuat massal. Sementara batu natural dibentuk alam dengan proses ribuan tahun di tanah.

Adam menjelaskan sangat sulit membedakan batuan asli dengan sintetis dengan kasat mata dan perabaan. Sebab kemilau dan kehalusan akan sama. Yang bisa menjamin batu asli atau palsu adalah lab gemologi.

Di Indonesia laboratorium gemologis sudah ada. Namun jumlahnya sedikit, tidak kurang dari 10 lab gemologis. Salah satunya di GRI Lab.

Adam menjelaskan sertifikat batu atau Gemstone Report dikeluarkan oleh laboratorium gemstone resmi. Bahkan yang meneliti adalah orang yang lulus dari sekolah gemologi.

Dalam sertifikat itu tertera informasi mulai dari warna, berat, dimensi, tingkat kehalusan, keaslian batu, jenis batu, dan juga asal negara baru. Namun sertifikat itu tidak menunjukkan kisaran harga batu.

"Sertifikat itu untuk membantu untuk menunjukkan kualitas batu permata. Kalau memang mau dijual, sertifikat ini bisa membantu menunjukkan jika batu itu asli dan bernilai," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Subhanallah, Ibu Ani Yudhoyono Koleksi Akik Berlafadz Allah

Subhanallah, Ibu Ani Yudhoyono Koleksi Akik Berlafadz Allah

News | Selasa, 10 Februari 2015 | 10:16 WIB

Gemologis Nilai Tak Mungkin Batu Akik Diberi Pajak

Gemologis Nilai Tak Mungkin Batu Akik Diberi Pajak

News | Senin, 09 Februari 2015 | 11:56 WIB

Terkini

Jalankan Titah Prabowo, Menkeu Purbaya Putuskan Nasib Dirjen Bea Cukai Minggu Depan!

Jalankan Titah Prabowo, Menkeu Purbaya Putuskan Nasib Dirjen Bea Cukai Minggu Depan!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:47 WIB

Ogah Menyerah, Nurhadi Siap Lawan Balik Lewat Kasasi Usai Vonis 5 Tahun Diperkuat

Ogah Menyerah, Nurhadi Siap Lawan Balik Lewat Kasasi Usai Vonis 5 Tahun Diperkuat

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:41 WIB

Koalisi Ormas Islam Laporkan Hercules Terkait Dugaan Persekusi dan Ancaman Senjata Api

Koalisi Ormas Islam Laporkan Hercules Terkait Dugaan Persekusi dan Ancaman Senjata Api

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:28 WIB

Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026

Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:18 WIB

KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi

KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 17:09 WIB

200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!

200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:32 WIB

WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir

WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:23 WIB

Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita

Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 16:07 WIB

Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:30 WIB

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:29 WIB