Pilkada Serentak Berpotensi Tingkatkan Kasus UU ITE

Pebriansyah Ariefana

Senin, 23 Februari 2015 | 18:17 WIB
Pilkada Serentak Berpotensi Tingkatkan Kasus UU ITE
Aksi unjuk rasa menolak RUU Pilkada di depan Gedung DPR/MPR Jakarta. [suara.com/Rengga Satria]

Suara.com - SAFENET (Southeast Asia Freedom of Expression Network) memprediksi jumlah kasus Undang-Undang No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) saat Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak 2015 akan meningkat. Hal ini berkaca pada banyaknya laporan dugaan pelanggaran UU ITE pada Pilpres 2014 lalu.

"Berkaca pada kasus yang muncul pasca Pilpres berkaitan dengan pecemaran nama di internet, 200 pilkada tersebut juga akan membuat sebuah front di media internet antara satu pihak dengan pihak lain. Karena kan ada calon, mereka bawa data," ujar Aktivis SAFENET, Damar Juniarto kepada suara.com akhir pekan lalu.

Menurut Damar, sepanjang tahun 2014, ada 44 kasus UU ITE, 8 di antaranya terkait Pilpres. Karena itu penegak hukum harus mengantisipasi segala kemungkinan. Salah satunya yang paling mendasar adalah menambah alat digital forensik untuk memeriksa barang bukti kasus UU ITE. Sebab bisa atau tidaknya seseorang dijerat pasal UU ITE, tergantung barang bukti.

Barang bukti dalam kasus UU ITE bukan berbentuk print out atau bukti pindai gambar (screen shoot). Hasil pengamatan Damar, sebagian besar kasus UU ITE tidak sepenuhnya menggunakan barang bukti berupa digital forensik.

"Saya sempat mengobrol dengan bagian forensik digital di Reskrimsus. Khusus tentang digital. Standarnya harus seperti ini dan ini mahal. Dan tidak di setiap kantor polisi bisa melakukannya. Sumber daya sedikit, cukup mahal," jelas Damar.

Dia menyebutkan ada markas kepolisian di kota besar tidak mempunyai alat digital forensik. Dia mencontohkan Yogyakarta, Padang dan Makassar.

"Semua kasus di Yogya tidak ada forensik digitalnya. Ervani, Florens, semua barang bukti itu screen shoot. Bukan forensik digital. Selain Yogya, padang juga termasuk yang nggak ada pemaham tentang barang bukti. Makassar, juga bagian dari kelompok polisi-polisi yang nggak pakai barang bukti," paparnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Rikwanto mengklaim tidak ada kendala untuk mengusut kasus ITE di daerah. Bahkan, kata dia, kasus itu sudah bisa ditangani tingkat Kepolisian Resort (Polres).

"Untuk sebuah proses hukum itu, lembaga yang dibolehkan dalam menangani itu adalah Labfor. Misalnya kasus-kasus di Polres-Polres dalam pembuktian secara ilmiah seperti keabsahan surat elektronik, sidik jari, termasuk tulisan disosmed itu. Jadi tidak ada kendala di daerah dalam menangani perkara semacam itu. Karena untuk pembuktiannya ada di Labfor," kata Rikwanto kepada suara.com di Mabes Polri.

Hanya saja Rikwanto mengakui tempat untuk mengalisa bukti digital lewat Labfor masih terbatas. Di seluruh Indonesia hanya ada 3 Labfor. Yaitu di Jakarta, Semarang, dan Surabaya.

"Soal alat bukti berupa print out itu adalah bukti petunjuk. Jadi perlu diverifikasi ke ahli IT. Semua bukti petunjuk itu diserahkan ke Labfor. Nanti ada tim ahli yang menangani," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Korban Terjerat UU ITE Sepanjang 2014

Ini Korban Terjerat UU ITE Sepanjang 2014

News | Senin, 23 Februari 2015 | 16:57 WIB

Motif di Balik Ancaman UU ITE

Motif di Balik Ancaman UU ITE

News | Senin, 23 Februari 2015 | 15:46 WIB

Kisah Tersangka UU ITE Digerebek Polisi

Kisah Tersangka UU ITE Digerebek Polisi

News | Senin, 23 Februari 2015 | 14:20 WIB

Kisah Fadli Rahim, Nelangsa Mengkritik Bupati

Kisah Fadli Rahim, Nelangsa Mengkritik Bupati

News | Senin, 23 Februari 2015 | 13:13 WIB

Tiap Bulan, UU ITE 'Makan Korban' 4 Orang

Tiap Bulan, UU ITE 'Makan Korban' 4 Orang

News | Senin, 23 Februari 2015 | 11:55 WIB

Pengkritik Bupati Gowa Lewat 'Line' Dipenjara 8 Bulan

Pengkritik Bupati Gowa Lewat 'Line' Dipenjara 8 Bulan

News | Rabu, 18 Februari 2015 | 16:27 WIB

Tahun 2015, Hanya 4 Kabupaten di Papua yang Gelar Pilkada

Tahun 2015, Hanya 4 Kabupaten di Papua yang Gelar Pilkada

News | Kamis, 22 Januari 2015 | 05:15 WIB

Terkini

Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri

Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri

News | Minggu, 27 September 2026 | 14:44 WIB

Skandal Manchester City Picu Ketegangan Inggris-UEA, Ancam Investasi Rp500 Triliun

Skandal Manchester City Picu Ketegangan Inggris-UEA, Ancam Investasi Rp500 Triliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 14:42 WIB

Andre Rosiade Puji Bobby Nasution: Gubernur yang Bekerja Keras!

Andre Rosiade Puji Bobby Nasution: Gubernur yang Bekerja Keras!

News | Minggu, 27 September 2026 | 14:41 WIB

Kenapa Battery Health Mobil Listrik Turun? Ini Sebab dan Pencegahannya

Kenapa Battery Health Mobil Listrik Turun? Ini Sebab dan Pencegahannya

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 14:39 WIB

Cuaca Ekstrem Landa Sumut, 5 Kabupaten Terdampak Banjir, Tapteng Paling Parah

Cuaca Ekstrem Landa Sumut, 5 Kabupaten Terdampak Banjir, Tapteng Paling Parah

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 14:35 WIB

Saat Air Menjadi Energi, Hutan Menjaga Nyala di Kawasan Panas Bumi Rantau Dedap

Saat Air Menjadi Energi, Hutan Menjaga Nyala di Kawasan Panas Bumi Rantau Dedap

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 14:34 WIB

Iqbal Akbar Dicopot sebagai Kepala SPPG Tebingtinggi, Buntut Viral Dilabrak Istri Diduga Selingkuh

Iqbal Akbar Dicopot sebagai Kepala SPPG Tebingtinggi, Buntut Viral Dilabrak Istri Diduga Selingkuh

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 14:30 WIB

4 Smartband Anti Air Harga Rp300 Ribuan, Cocok untuk Olahraga dan Hidup Sehat

4 Smartband Anti Air Harga Rp300 Ribuan, Cocok untuk Olahraga dan Hidup Sehat

Tekno | Minggu, 27 September 2026 | 14:25 WIB

Akhiri Konflik Panjang, Pablo Benua Sukses Kawal Kemenangan Kepengurusan Tunggal Ikatan Notaris

Akhiri Konflik Panjang, Pablo Benua Sukses Kawal Kemenangan Kepengurusan Tunggal Ikatan Notaris

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 14:21 WIB

9 Rekomendasi Physical Sunscreen Lokal yang Aman dan Murah

9 Rekomendasi Physical Sunscreen Lokal yang Aman dan Murah

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 14:20 WIB

×