Pelaku Ditangkap, Motif Pengiriman Paket Bom di Bekasi Terungkap

Siswanto | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2015 | 12:04 WIB
Pelaku Ditangkap, Motif Pengiriman Paket Bom di Bekasi Terungkap
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Unggung Cahyono (depan), saat memimpin simulasi penanganan banjir DKI Jakarta, di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa (13/1/2015). [Suara.com/Nur Ichsan]

Suara.com - Penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mengungkapkan motif pengiriman paket bom di Kampung Ciketing Asem, Rt 002/003, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, tidak terkait dengan terorisme.

"Kita amankan tiga tersangka terdiri atas dua pelaku berkaitan dengan ancaman bom dan seorang pelaku bermotifkan pemerkosaan," kata Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono di Jakarta, Jumat (27/2/2015).

Unggung menuturkan semula pelaku mengirimkan bingkisan paket dalam kotak sepatu kepada seorang juru parkir berinisial E.

Petugas parkir itu kemudian menyerahkan bingkisan tersebut kepada salah satu korban, yang setelah membukanya melihat kabel lalu melapor ke Kepolisian Resor Bekasi Kota.

Selanjutnya Tim Gegana Brimob menuju tempat kejadian perkara guna mengidentifikasi bingkisan berisi benda mencurigakan tersebut.

Unggung menyebutkan pasukan Gegana memastikan isi bingkisan tersebut merupakan rangkaian bom dengan daya ledak rendah. Polisi telah mengurainya sesuai prosedur operasi standar.

Mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur itu mengungkapkan otak pelaku di Bekasi bukan termasuk jaringan teroris, namun telah belajar mengenai bahan peledak sejak kecil untuk menangkap ikan.

Unggung menambahkan otak pelaku yang mengirimkan paket bom kepada korban berinisial C, yang diduga telah memperkosa putri tersangka.

Aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya juga menangkap pelaku berusia 18 tahun yang diduga terlibat ancaman bom di Gedung VOA Kuningan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Unggung menyatakan pelaku yang tergolong berusia remaja itu mengirimkan ancaman bom karena dendam.

"Pelaku ditangkap di Medan, Sumatera Utara," kata Unggung.

Sementara terkait kasus letupan bahan peledak di ITC Margonda Depok, Jawa Barat, Unggung mengatakan polisi masih menyelidiki pelakunya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ledakan di ITC Depok, Anggota DPR Sebut Ada Jaringan ISIS

Ledakan di ITC Depok, Anggota DPR Sebut Ada Jaringan ISIS

News | Selasa, 24 Februari 2015 | 13:42 WIB

Cari Orang yang Letakkan Kardus, Polisi Pelajari CCTV ITC Depok

Cari Orang yang Letakkan Kardus, Polisi Pelajari CCTV ITC Depok

News | Selasa, 24 Februari 2015 | 13:19 WIB

Polisi Belum Berhasil Ungkap Kasus Ledakan di Toilet ITC Depok

Polisi Belum Berhasil Ungkap Kasus Ledakan di Toilet ITC Depok

News | Selasa, 24 Februari 2015 | 13:04 WIB

Bekasi Heboh, Pengusaha Dikirimi Benda Mirip Bom

Bekasi Heboh, Pengusaha Dikirimi Benda Mirip Bom

News | Minggu, 22 Februari 2015 | 14:32 WIB

Delapan Orang Divonis Mati Atas Kekerasan di Xinjiang

Delapan Orang Divonis Mati Atas Kekerasan di Xinjiang

News | Senin, 08 Desember 2014 | 19:45 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB