Gambar Jokowi Diinjak Relawan Jokowi di Papua

Laban Laisila | Suara.com

Sabtu, 28 Februari 2015 | 17:43 WIB
Gambar Jokowi Diinjak Relawan Jokowi di Papua
Presiden Joko Widodo berkunjung ke Papua, Sabtu (27/12/2014). [Antara]

Suara.com - Sekretaris Jenderal Pusat Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Utje Gustaaf Patty melaporkan sejumlah orang yang sama-sama mengaku anggota BaraJP Papua pimpinan Yakoba Lokbere ke polisi karena menginjak spanduk bergambar Presiden Jokowi.

Utje bersama sejumlah petinggi BaraJP Pusat telah membuat laporan polisi di Polda Papua.

"Jadi inti dari laporan polisi yang kami buat bukan hanya pemukulan tapi mereka sudah merobek dan menginjak-injak spanduk yang ada foto Bapak Presiden Jokowi. Ini kan sudah perbuatan makar karena merusak simbol negara," kata Utje kepada wartawan di Jayapura, Papua, Sabtu(28/2/2015).

Utje menuding, perbuatan Jefry Tabuni cs bisa dianggap tindakan makar sehingga tidak bisa ditoleransi dan harus dibawa ke ranah hukum.

"Kalau mereka protes, mereka juga kan adalah relawan Jokowi kenapa mereka harus injak foto Presiden. Logikanya gampang kalau mereka merasa kecewa dengan Konferda yang kita adakan, mereka lupa bahwa  Kongres BaraJP di Pondok Gede Jakarta menyatakan masa BaraJP 2014 sudah berakhir dan  seluruh pengurus daerah sudah demisioner. Lantas Konferensi Daerah BaraJP yang dilakukan saat ini adalah untuk memilih Ketua Ormas Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Papua,"terangnya.

Sebelumnya diberitakan sempat juga terjadi baku pukul antara para pendukung Jokowi di Jayapura.

Utje mengaku telah melakukan visum untuk memperkuat laporan polisi yang dibuatnya. Namun Utje berharap, yang harus diseriusi oleh aparat penegak hukum adalah soal spanduk bergambar Presiden Jokowi yang dirobek dan diinjak saat massa datang membubarkan kegiatan.

Menurut Utje, pihaknya sudah melayangkan pemberitahuan ke Polda Papua terkait Konferensi Daerah BaraJP I yang berlangsung hari ini. Bahkan pada tanggal 23 Februari 2015, panitia penyelenggara telah  membuat surat izin dan mengirimkannya ke Polda Papua dalam hal ini Intelkam Polda Papua.

Sebelumnya pemukulan terjadi saat Sekjen Pusat BaraJP berbicara dengan Wakil Direktur Intel Polda Papua AKBP Alfred Papare terkait izin keramaian yang menurut Kepolisian tidak ada.

Saat Sekjen BaraJP  sedang berdiskusi di luar arena Konfrenda yang berlangsung di Hotel Aston Jayapura, Papua, tiba-tiba Jerfy Tabuni bersama 20 orang datang membubarkan kegiatan.

Karena terbakar emosi, Jefry lantas menuju Sekjen dan melayangkan bogem mentah ke arah wajahnya. (Lidya Salmah)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendukung Jokowi Baku Hantam Saat Konferensi di Papua

Pendukung Jokowi Baku Hantam Saat Konferensi di Papua

News | Sabtu, 28 Februari 2015 | 17:10 WIB

Uniknya Kelezatan Cita Rasa Papua Ada di Kedai Ini

Uniknya Kelezatan Cita Rasa Papua Ada di Kedai Ini

Lifestyle | Jum'at, 27 Februari 2015 | 15:54 WIB

Gubernur Papua: Papua Kini Tak Sama dengan 50 Tahun Lalu

Gubernur Papua: Papua Kini Tak Sama dengan 50 Tahun Lalu

News | Jum'at, 27 Februari 2015 | 04:30 WIB

Jusuf Kalla: Begal Motor Lebih Seram dari Kekerasan di Papua

Jusuf Kalla: Begal Motor Lebih Seram dari Kekerasan di Papua

News | Kamis, 26 Februari 2015 | 17:42 WIB

Terkini

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

Ikan Sapu-Sapu Jakarta Bisa Pupuk Organik, KKP Ingatkan Bahaya Jika Dikonsumsi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:32 WIB

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:25 WIB

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

Pemerintah AS Kaji Ulang Aturan Daur Ulang Plastik, Lingkungan Terancam?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:20 WIB

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

Pemerintah Buka 30.000 Posisi Manajer Koperasi Desa! Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

News | Jum'at, 17 April 2026 | 12:06 WIB

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

Amerika Serikat Klaim Gencatan Senjata Lebanon-Israel Dapat Diperpanjang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:45 WIB

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Satu Keluarga Tewas Akibat Kebakaran di Tanjung Duren Jakbar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

Pihak Andrie Yunus Pastikan Absen Sidang Perdana di Pengadilan Militer 29 April, Ini Alasan Kontras

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:44 WIB

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

Setelah AS, Giliran Jerman Mau Ikut Campur di Selat Hormuz

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:41 WIB

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

Wamenkes Dante Blak-blakan: AI Percepat Diagnosis Penyakit, Tapi RI Masih Bergantung Impor

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:37 WIB

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika

News | Jum'at, 17 April 2026 | 11:27 WIB