Lawan Ahok, Ketua Hak Angket DPRD Bakal Lapor ke KPK dan Polri

Laban Laisila | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Senin, 02 Maret 2015 | 15:53 WIB
Lawan Ahok, Ketua Hak Angket DPRD Bakal Lapor ke KPK dan Polri
Bertopengkan wajah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), warga melakukan aksi damai di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (1/3/2015), demi mendukungnya dalam 'berseberangan' dengan DPRD. [Antara/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Tim hak angket DPRD DKI Jakarta rupanya tak mau kalah dengan sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang terlebih dahulu melaporkan dugaan adanya dana siluman sebesar Rp12,1triliun di APBD ke KPK.

Tim yang berisikan 33 anggota DPRD itu menjadwalkan akan melaporkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada KPK dan ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin 9 Maret 2015 mendatang.

"Senin kita akan ke KPK, dan ke Bareskrim. Ada beberapa laporan yang kita laporkan, pertama tentang pemalsuan dokumen, yang kedua tentang penyuapan. Penyuapan terhadap lembaga DPRD Provinsi DKI Jakarta sebanyak 12,7 triliun," kata Ongen di ruang fraksi Partai Hanura, lantai 5 gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2015).

Ketika ditanya pihak yang akan dilaporkan ke lembaga korupsi  maupun ke Bareskrim, ketua DPRD dari fraksi Hanura itu masih belum mau memberitahukan kepada wartawan.

"Oknumnya akan kita sampaikan di KPK dan Kabareskrim. Rp12,7 triliun itu isinya adalah tanah, kemudian alat berat, kemudian alat kesehatan yang disiapin terhadap lembaga ini," jelas Ongen.

Bukti-bukti yang dibawa, kata Ongen, berupa bukti dokumen palsu, kemudian laporan pencemaran nama baik.

"Dia mengatakan lembaga (ini) rampok, maling segala macem, ada tiga macam yang kami bawa ke Bareskrim dan dua kita bawa ke KPK," kata Ongen.

Dia menilai, oknum Pemerintah Jakarta telah mencoba melakukan penyuapan kepada lembaga yang dipimpin oleh Prasetyo Edi Mursadi itu.

Ongen juga mengatakan, sebelum melaporkan ke dua lembaga itu, terlebih dahulu akan mendatangi Kementerian Dalam Negri untuk menanyakan draf yang telah dikirimkan Ahok pada esok Selasa (3/3/2015).

Nantinya, kata Ongen, DPRD DKI akan melaporkan terkait RAPBD tahun 2015, termasuk dengan pemalsuan dokumen.

Kisruh dana siluman dalam APBD tersebut kini bergulir ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyusul langkah Ahok melaporkan sejumlah mata anggaran APBD Jakarta 2014. Ahok menuding ada dana siluman yang dimainkan oleh anggota DPRD Jakarta.

Sementara, DPRD menuding Ahok melanggar hukum karena mengajukan APBD langsung ke Kemendagri tanpa dibahas lewat DPRD..

Salah satu pos anggaran yang dicurigai Ahok adalah pembelian uninterruptible power supply (UPS) atau alat untuk penyimpan daya yang nilainya mencapai Rp6 miliar setiap sekolah. Ternyata, pengelola sekolah mengatakan tidak pernah mengajukan anggaran itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cabut Hak Angket, Ahok Puji Sikap NasDem

Cabut Hak Angket, Ahok Puji Sikap NasDem

News | Senin, 02 Maret 2015 | 14:11 WIB

Nasdem Minta Maaf, Patrice: Kisruh APBD DKI Bisa Diselesaikan

Nasdem Minta Maaf, Patrice: Kisruh APBD DKI Bisa Diselesaikan

News | Senin, 02 Maret 2015 | 12:13 WIB

DPP Nasdem Minta Fraksinya di DPRD Jakarta Cabut Hak Angket Ahok

DPP Nasdem Minta Fraksinya di DPRD Jakarta Cabut Hak Angket Ahok

News | Senin, 02 Maret 2015 | 11:53 WIB

Ahok Apresiasi Warga yang Dukung Upaya Jegal Dana Siluman di APBD

Ahok Apresiasi Warga yang Dukung Upaya Jegal Dana Siluman di APBD

News | Senin, 02 Maret 2015 | 11:23 WIB

Terkini

Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme

Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:53 WIB

MPR Batalkan Rencana Ulang LCC Empat Pilar Kalbar, Dua Sekolah Juga Sepakat

MPR Batalkan Rencana Ulang LCC Empat Pilar Kalbar, Dua Sekolah Juga Sepakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:43 WIB

Kapal Global Sumud Flotilla Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak Tentara Israel!

Kapal Global Sumud Flotilla Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak Tentara Israel!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:40 WIB

Kecelakaan Maut Kereta Tabrak Bus di Bangkok, Masinis Positif Narkoba

Kecelakaan Maut Kereta Tabrak Bus di Bangkok, Masinis Positif Narkoba

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:28 WIB

Menteri PANRB: Kampus Jadi Kunci Cetak Talenta Digital ASN Masa Depan

Menteri PANRB: Kampus Jadi Kunci Cetak Talenta Digital ASN Masa Depan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:19 WIB

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:12 WIB

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:54 WIB

Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji

Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:44 WIB

Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana

Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:43 WIB

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:24 WIB