Yayasan Penyalur PRT Bertebaran di 'Jantung' Ibu Kota

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 02 Maret 2015 | 16:17 WIB
Yayasan Penyalur PRT Bertebaran di 'Jantung' Ibu Kota
Suasana di kawasan Galur, Jakarta Pusat. [Suara.com/Pebriansyah Ariefana]

Suara.com - Siti duduk mengenakan kaos merah jambu di sebuah rumah berlantai dua. Sambil menghisap rokok, dia bergurau sembari tertawa dengan seorang pria dan dua perempuan lainnya di sana.

Siti adalah seorang calon pekerja rumah tangga yang menunggu panggilan kerja. Bukan hanya Siti yang menunggu panggilan kerja, ada 16 teman lainnya yang juga menunggu. Mereka adalah PRT dari sebuah yayasan penyalur PRT di Jalan Utan Panjang Bari di Galur Jakarta Pusat.

Kawasan Galur dan sebagian di Kemayoran banyak terdapat jasa penyalur pekerja rumah tangga dan baby sitter. Tidak sulit mencari jasa penyalur PRT di sana. Sepanjang Jalan Utan Panjang berjejer jasa penyalur PRT. Hampir semua mengatasnamakan yayasan. Di sana memang terkenal sebagai kumpulan pusat penyalur PRT sejak akhir 1990-an.

Salah satu warga setempat, Wiryono mengungkapkan kawasan Jakarta Pusat seperti Galur, Senen, Matraman dan Cempaka Putih menjadi tujuan pendatang. Di sana, pendatang dari luar daerah memulai mencari pekerjaan.

"Di sini dekat Stasiun Senen, dekat ke pusat Jakarta, Monas, yah berkumpul di sini," ujar Wiryono di kawasan Galur Jakarta Pusat akhir pekan lalu.

Awal tahun 2000-an, pendatang semakin banyak dan lapangan pekerjaan semakin sempit di Jakarta. Saat itu menjadi pekerja rumah tangga (PRT) menjadi salah satu pilihan. Alasannya karena tidak memerlukan keahlian khusus, ijazah atau pendidikan tinggi.

"Mereka datang, mau ke mana? Akhirnya ketemu yayasan pembantu ini. Yah ikut kerja dia jadi pembantu rumah tangga aja bertahun-tahun," kata Wiryono.

Susi merupakan salah satu pendatang dan menjadi pembantu rumah tangga selama enam tahun. Janda tiga anak itu malang melintang bekerja di berbagai kawasan di Jakarta.  

Susi datang ke Jakarta tahun 2007 bersama suaminya. Namun setahun kemudian suaminya meninggal dunia. Susi terpaksa menjadi PRT untuk menghidupi tiga anaknya.

Honor PRT Dibagi

Susi telah dua tahun bekerja di sebuah rumah di Kemayoran, Jakarta Pusat. Jam kerja Susi mulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB. Tugasnya memasak, mencuci, dan membersihkan rumah. Dalam sebulan, dia hanya membawa uang Rp 400 ribu.

"Saya dapat gaji Rp 500 ribu. Sebulan kasih ke mami (pemilik yayasan PRT) Rp 100 ribu. Yah karena emang perjanjiannya begitu," kata Susi.

Majikan Susi adalah seorang pekerja kantoran. Kadang dia harus menjaga dua anak majikannya yang sudah beranjak remaja.

"Kadang saya sampai malam saja gitu," kata dia.

Susi merupakan salah satu potret PRT dari yayasan di kawasan Galur. Banyak temannya yang  harus kerja ekstra untuk mendapatkan uang lebih. Caranya dengan menjadi PRT dadakan atau part time pada malam hari.

"Yang penting saya nggak mencuri dari manjikan kalau kayak begini. Gaji kecil," klaim dia.

Seorang perempuan bernama Mirna bukan nama sebenarnya menceritakan  soal bisnis penyalur PRT yang telah dijalaninya selama 14 tahun terakhir di kawasan Galur.

"Saya ini lebih enak disebut makelar aja kali yah," kata Mirna dengan berbisik.

Suara.com menemui Mirna di kantor penyalur PRT miliknya di sekitar Jalan Utan Panjang Bari di Galur Jakarta Pusat. Mirna mengatakan tidak ada aturan khuaua saat calon majikan mencari PRT.

Caranya hanya dengan membayar fee atau biaya administrasi awal Rp 800 ribu, itu pun bisa ditawar jika calon majikan keberatan. Dia bisa mendapatkan uang Rp600 ribu setiap kali menyalurkan satu PRT. Uang itu dibagi dua dengan sponsor atau pihak yang membawa calon PRT dari daerah.

"Kalau kayak Susi ini, dia kan memang tinggal di sini. Jadi nggak usah bagi dua. Fee Rp600 ribu itu bisa saya ambil. Kebanyakan kayak gitu. Orang-orang sini aja," kata Mirna seraya menyeruput kopi.

Dalam sebulan, Mirna hanya bisa menyalurkan puluhan PRT.

"Paling 20-an saja. Itu juga di lingkungan Jakarta, paling jauh di Bekasi," kata dia.

Dia mendapat setoran uang Rp50 ribu hingga Rp100 ribu perbulan dari PRT yang telah disalurkan. Menurut Mirna hal itu adil karena dirinya sudah membantu PRT untuk mendapat pekerjaan.

Bagaimana kalau ada masalah sama majikan?

"Yah itu kan urusan masing-masing. Biasanya nggak ada. Kalau ada, sudah bisa dibereskan. Paling soal gaji nggak dibayar," kata dia.

Yayasan Penyalur PRT milik Susi berkantor di rumah petak berlantai dua. Dia tidak banyak menampung calon PRT yang akan disalurkan karena tidak memiliki ruangan yang besar.

"Kalau mau tinggal, ya silakan. Tapi nggak dikasih makan. Makan sendiri, tapi harus bantu-bantu kalau memang ada kerjaan rumah. Kayak bersih-bersih," lanjut dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:41 WIB

PRT Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Tim Advokasi Ajukan 6 Tuntutan ke Polisi

PRT Benhil Tewas Usai Lompat dari Lantai 4, Tim Advokasi Ajukan 6 Tuntutan ke Polisi

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku

Kasus PRT Benhil: Pernyataan Penyidik Dinilai Reduksi Kesalahan Pelaku

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:23 WIB

Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil

Tim Advokasi Khawatir Ada Upaya Damai dalam Kasus Tragis PRT Benhil

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:06 WIB

Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik

Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:30 WIB

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:18 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB

Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta

Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:16 WIB

Misteri Dua ART Lompat dari Kos Benhil, Polisi Periksa 9 Saksi

Misteri Dua ART Lompat dari Kos Benhil, Polisi Periksa 9 Saksi

News | Senin, 27 April 2026 | 16:58 WIB

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB