Ahok Gugat Pengadaan Buku Trilogi Senilai Rp30 Miliar di APBD

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Senin, 02 Maret 2015 | 16:57 WIB
Ahok Gugat Pengadaan Buku Trilogi Senilai Rp30 Miliar di APBD
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di KPK (suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Tak hanya pengadaan perangkat uninterruptible power supply (UPS) atau alat penyimpan daya yang menghebohkan, ternyata ditemukan lagi anggaran untuk program pengadaan buku trilogi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2015 yang nilainya fantastis, Rp30 miliar.

Judul buku trilogi tentang Ahok yang diselipkan DPRD ke RAPBD, yaitu Nekad Demi Rakyat dengan nilai Rp10 miliar, Dari Belitung Menuju Istana bernilai Rp10 miliar, dan Tionghoa Keturunanku, Indonesia Negaraku bernilai Rp10 miliar.

Ahok berencana menempuh jalur hukum atas pengadaan buku tersebut karena nilainya tidak masuk akal.

"Nah buku trilogi Ahok juga saya tanya sama SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Kita mau proses hukum ini, dari mana ada tiba-tiba APBD versi DPRD keluar buku saya Rp30 miliar," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/3/2015).

Ahok mengaku sebelumnya tidak pernah dimintai izin terkait pembuatan buku serta anggarannya.

"Terus kalau ada SKPD mau bikin buku saya Rp30 juta pun harus izin saya kan. Kurang ajar banget mau bikin buku saya Rp30 miliar pakai APBD nggak ngomong sama saya," kata Ahok. "Untung saja di APBD versi saya (Pemprov DKI) nggak ada. Makannya yang siluman siapa? Goblok banget sih mau (bikin dana) siluman pakai buku Ahok Rp30 miliar bodoh banget (oknum di DPRD)."

Ahok mengatakan dana itu sangat mubazir kalau hanya untuk membuat buku trilogi.

"Saya nggak mungkin begitu bodoh masa saya mau bikin buku saya. Kalian (kenal) karakter saya, pernah nggak sih saya bikin buku macem-macem. Ngapain, mau bikin Rp30 miliar mah bikin film kali," katanya.

Alokasi anggaran untuk buku trilogi Ahok semula tidak tercantum di RAPBD yang diusulkan pemerintah, tetapi setelah melalui pembahasan Komisi E DPRD, dana tersebut dianggarkan.

Seperti diketahui, selisih anggaran atau dana siluman di ditemukan Ahok ketika rancangan yang diajukan pemerintah provinsi ke DPRD dengan rancangan yang disahkan DPRD dicocokkan. Nilainya bertambah menjadi Rp12,1 triliun.

Kisruh dana siluman dalam APBD tersebut kini bergulir ke Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK memberi sinyal akan mengusut kasus yang dilaporkan Ahok tersebut.

Ahok mengadu ke KPK setelah DPRD menggunakan hak angket atau menyelidiki kebijakan Ahok. DPRD menuding Ahok melanggar hukum karena mengajukan APBD ke Kemendagri tanpa dibahas lewat DPRD. Sebaliknya, Ahok menuduh dana siluman itu titipan oknum anggota dewan.

Selain pengadaan buku trilogi, pos anggaran yang dicurigai Ahok adalah pembelian UPS atau alat untuk penyimpan daya yang nilainya mencapai Rp6 miliar setiap sekolah. Ternyata, pengelola sekolah mengatakan tidak pernah mengajukan anggaran itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

UPS Harganya Miliaran, Inspektorat DKI: Saya Sedih dan Tertampar

UPS Harganya Miliaran, Inspektorat DKI: Saya Sedih dan Tertampar

News | Senin, 02 Maret 2015 | 15:57 WIB

Lawan Ahok, Ketua Hak Angket DPRD Bakal Lapor ke KPK dan Polri

Lawan Ahok, Ketua Hak Angket DPRD Bakal Lapor ke KPK dan Polri

News | Senin, 02 Maret 2015 | 15:53 WIB

Djarot: Nasdem Cabut Hak Angket, Berarti Sekarang Bela Ahok

Djarot: Nasdem Cabut Hak Angket, Berarti Sekarang Bela Ahok

News | Senin, 02 Maret 2015 | 15:40 WIB

Cabut Hak Angket, Ahok Puji Sikap NasDem

Cabut Hak Angket, Ahok Puji Sikap NasDem

News | Senin, 02 Maret 2015 | 14:11 WIB

Nasdem Minta Maaf, Patrice: Kisruh APBD DKI Bisa Diselesaikan

Nasdem Minta Maaf, Patrice: Kisruh APBD DKI Bisa Diselesaikan

News | Senin, 02 Maret 2015 | 12:13 WIB

Terkini

Koding Bukan Sekadar Menulis Program, Ini Manfaatnya bagi Cara Berpikir Anak

Koding Bukan Sekadar Menulis Program, Ini Manfaatnya bagi Cara Berpikir Anak

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 19:01 WIB

Mendidik Anak dengan Kasih Sayang ala Nabi dalam Happy Islamic Parenting

Mendidik Anak dengan Kasih Sayang ala Nabi dalam Happy Islamic Parenting

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 19:00 WIB

Jadi Produsen Cabai, Aceh Malah Pimpin Inflasi Sumatera

Jadi Produsen Cabai, Aceh Malah Pimpin Inflasi Sumatera

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:56 WIB

Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat

Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat

Jogja | Kamis, 05 November 2026 | 18:55 WIB

BGN Tambah 953 Dapur MBG Baru, Daerah Rawan Stunting Jadi Prioritas

BGN Tambah 953 Dapur MBG Baru, Daerah Rawan Stunting Jadi Prioritas

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:53 WIB

Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi

Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi

Jogja | Kamis, 05 November 2026 | 18:47 WIB

Biaya Hidup Makin Mahal, Harga Pangan dan BBM jadi Sorotan

Biaya Hidup Makin Mahal, Harga Pangan dan BBM jadi Sorotan

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:46 WIB

Mengapa Elektrifikasi Bus di Indonesia Tak Bisa Sekadar Ganti Mesin?

Mengapa Elektrifikasi Bus di Indonesia Tak Bisa Sekadar Ganti Mesin?

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:45 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.539 T, Hilirisasi Mineral Jadi Penopang Utama

Investasi RI Tembus Rp1.539 T, Hilirisasi Mineral Jadi Penopang Utama

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:45 WIB

MobLand Season 2: Menguak Sisi Gelap Dinasti Kriminal Keluarga Harrigan!

MobLand Season 2: Menguak Sisi Gelap Dinasti Kriminal Keluarga Harrigan!

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:45 WIB

×