5 Hal yang Belum Anda Tahu Soal Hukuman Tembak Mati

Ruben Setiawan

Kamis, 05 Maret 2015 | 10:52 WIB
5 Hal yang Belum Anda Tahu Soal Hukuman Tembak Mati
Ilustrasi hukuman mati dengan regu tembak. (Shutterstock)

Suara.com - Dua terpidana mati kasus penyelundupan heroin seberat 8,2 kilogram Myuran Sukumaran dan Andrew Chan telah dipindahkan dari Lapas Kerobokan, Denpasar, menuju Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, hari Rabu (4/3/2015). Keduanya akan dieksekusi mati oleh sejumlah terpidana mati lainnya.

Jaksa Agung HM Prasetyo enggan memberikan informasi terkait kapan pelaksanaan hukuman mati tersebut. Ia pun membantah kabar yang mengatakan bahwa hukuman mati dilaksanakan tiga hari setelah para terpidana mati masuk ruang isolasi Lapas Nusakambangan.

Para terpidana mati akan dihabisi oleh regu tembak. Satu terpidana mati akan dieksekusi oleh satu regu tembak yang beranggotakan tiga belas petugas.

Eksekusi mati dengan regu tembak juga dilakukan di beberapa negara di dunia. Ada beberapa hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang eksekusi mati dengan regu tembak. Berikut adalah lima diantaranya.

1. Sejak kapan eksekusi mati dengan cara ini dilakukan?

Awalnya, eksekusi mati dilakukan hanya di kalangan militer dan di masa perang. Pada sekitar tahun 288 Sebelum Masehi (SM), sebelum ada senjata api, tentara Romawi memanfaatkan panah atau tombak. Beberapa abad sebelumnya, atau sekitar tahun 869 SM, bangsa Viking juga menggunakan metode serupa.

Di masa lalu, eksekusi mati dengan regu tembak diberikan oleh pengadilan militer bagi para desertir, mata-mata musuh, pembunuh, pemberontak, dan pengkhianat. Para penembak adalah rekan-rekan si terpidana dalam kesatuan militer. Si terpidana akan berdiri bertatap muka dengan deretan penembak sebagai simbol bahwa solidaritas berada di atas segala-galanya dalam sebuah kesatuan militer.

2. Peluru apa yang digunakan para penembak?

Sebuah regu tembak biasanya terdiri atas empat orang atau lebih. Namun, tidak semua senapan diisi dengan peluru berproyektil. Sebaliknya, beberapa penembak dibekali dengan senapan berisi peluru hampa alias peluru yang berisi mesiu namun tidak memiliki proyektil. Peluru hampa hanya menimbulkan suara ledakan, namun tidak melontarkan proyektil ke arah target.

Uniknya, tidak seorang penembak pun yang diberitahu apakah senapan mereka berisi peluru hampa atau peluru berproyektil. Hal ini dilakukan agar semua penembak merasa berbagi beban tanggung jawab yang sama atas eksekusi mati yang mereka lakukan. Sehingga, tidak ada satu anggota yang merasa lebih bertanggung jawab dibandingkan dengan anggota lainnya atas kematian si terpidana. Maka, tidak ada seorang penembak pun yang tahu apakah moncong senapan mereka melontarkan proyektil yang menewaskan si terpidana mati.

3. Mengapa semua anggota regu tembak diminta menembak bersamaan?

Seluruh anggota regu tembak diperintahkan untuk menembak bersama-sama mengikuti aba-aba yang diberikan komandan mereka. Hal ini dilakukan agar eksekusi berjalan dengan tertib dan tidak menimbulkan kekacauan. Selain itu, ini juga dilakukan agar tidak ada yang mengetahui penembak mana yang melontarkan peluru berproyektil dari senapannya dan penembak mana yang hanya menembakkan peluru hampa.

4. Bagian tubuh mana yang dijadikan sasaran tembak?

Untuk mencegah kerusakan pada bagian kepala akibat luka tembak, maka pada umumnya sasaran tembak adalah jantung dari si terpidana mati. Terkadang, di bagian yang disasar dipasangi kertas target, untuk memudahkan para penembak.

Sang terpidana mati biasanya diminta berdiri atau duduk dengan mata dan kepala tertutup. Namun, dalam beberapa kasus, ada terpidana yang meminta dibiarkan menatap para penembaknya saat eksekusi berlangsung.

5. Kapan eksekusi mati dilakukan?

Di Indonesia, eksekusi dengan regu tembak biasanya dilaksanakan pada pukul 00.00 tengah malam. Sementara, tradisi di beberapa negara lain, eksekusi dilakukan pada saat fajar menyingsing, atau ketika matahari terbit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Suntikan Mematikan Tak Membunuh Christa Pike, Saksi Ungkap Suara Mengerikan dan Kejanggalan

Dua Suntikan Mematikan Tak Membunuh Christa Pike, Saksi Ungkap Suara Mengerikan dan Kejanggalan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:47 WIB

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:31 WIB

Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:11 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

Prabowo Bicara Soal Hukuman Mati Koruptor: Kalau Sudah Dieksekusi Tak Bisa Diralat

Prabowo Bicara Soal Hukuman Mati Koruptor: Kalau Sudah Dieksekusi Tak Bisa Diralat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 13:58 WIB

Di China, Mantan Gubernur Terbukti Korupsi Rp 388 Miliar Langsung Divonis Mati, Hak Politik Dicabut

Di China, Mantan Gubernur Terbukti Korupsi Rp 388 Miliar Langsung Divonis Mati, Hak Politik Dicabut

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:45 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Hukum Mati Koruptor vs Rampas Hartanya: Mana yang Benar-Benar Bikin Jera?

Hukum Mati Koruptor vs Rampas Hartanya: Mana yang Benar-Benar Bikin Jera?

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 11:10 WIB

Debat Panas Rocky Gerung vs AMPB Soal Hukuman Mati Koruptor hingga Risiko Salah Eksekusi

Debat Panas Rocky Gerung vs AMPB Soal Hukuman Mati Koruptor hingga Risiko Salah Eksekusi

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:06 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Tembok Beton, Giant Sea Wall Wajib Lindungi Ruang Melaut Nelayan Jakarta

Bukan Sekadar Tembok Beton, Giant Sea Wall Wajib Lindungi Ruang Melaut Nelayan Jakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari

Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Dukung MBG, Kini Rocky Gerung Dikasih Jabatan Wantimpres dari Presiden Prabowo

Dukung MBG, Kini Rocky Gerung Dikasih Jabatan Wantimpres dari Presiden Prabowo

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:53 WIB

Dari Jualan hingga Cari Modal, UMKM Cirebon Mulai Masuk Ekosistem Digital

Dari Jualan hingga Cari Modal, UMKM Cirebon Mulai Masuk Ekosistem Digital

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Hendrix and Rocket: Being Brave, Ketika Keberanian Dimulai dari Rasa Takut

Hendrix and Rocket: Being Brave, Ketika Keberanian Dimulai dari Rasa Takut

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Dari Kebun ke Pasar, Mama Nia Dorong Kemandirian Perempuan di Pulau Obi

Dari Kebun ke Pasar, Mama Nia Dorong Kemandirian Perempuan di Pulau Obi

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Terakhir di Era Ahok, Apa Niat Pramono Buka Balai Kota Jakarta Lagi untuk Umum?

Terakhir di Era Ahok, Apa Niat Pramono Buka Balai Kota Jakarta Lagi untuk Umum?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Viral Tawuran di Matraman Raya, Polisi Smackdown Pelajar Berpakaian Sekolah

Viral Tawuran di Matraman Raya, Polisi Smackdown Pelajar Berpakaian Sekolah

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:42 WIB

Apakah Moisturizer Wardah Crystal Secret Aman untuk Ibu Hamil? Ini Kandungan dan Keunggulannya

Apakah Moisturizer Wardah Crystal Secret Aman untuk Ibu Hamil? Ini Kandungan dan Keunggulannya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Honda Rilis Skutik 125 cc NS125FX Edisi Gundam dengan Jumlah Terbatas

Honda Rilis Skutik 125 cc NS125FX Edisi Gundam dengan Jumlah Terbatas

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:40 WIB

×