Belum Diketahui, Identitas 21 WNI ABK yang Hilang di Atlantik

Senin, 09 Maret 2015 | 15:36 WIB
Belum Diketahui, Identitas 21 WNI ABK yang Hilang di Atlantik
Ilustrasi kapal di tengah lautan. [Shutterstock]

Suara.com - Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan masih terus berupaya mencari tahu identitas dari 21 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, yang ikut hilang di Samudera Atlantik bersama kapal penangkap ikan Taiwan, Hsiang Fu Chuen.

"Kami belum dapat nama-nama para ABK Indonesia yang hilang itu, karena perusahaan (kapal Taiwan) belum memberikan. Dan kami sekarang sedang mengusahakan identitas itu dari agen pengirim para ABK di Indonesia," ungkap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal, di Jakarta, Senin (9/3/2015).

Menurut Iqbal, pihaknya mendapat informasi bahwa kapal penangkap ikan berbobot 700 ton milik perusahaan Taiwan yang hilang di Samudera Atlantik itu membawa sebanyak 49 ABK. Mereka terdiri atas kapten dan kepala teknisi mesin dari Taiwan, 21 WNI, 13 warga Filipina, 11 warga Cina, serta dua orang warga Vietnam.

Iqbal menyampaikan, kapal tersebut sudah tidak dapat dihubungi sejak 26 Februari 2015 dan dinyatakan hilang. Namun menurutnya, pihak Kemlu RI baru memperoleh kabar dari pemilik kapal asal Taiwan itu pada pekan lalu.

"Kapal Taiwan ini terakhir kali melakukan komunikasi pada 26 Februari sore, ketika berada di sekitar Pulau Falkland dan sedang dalam perjalanan ke Atlantik Selatan," ungkapnya.

Menurut Direktur PWNI-BHI Kemlu RI itu pula, sampai saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, untuk bisa memperoleh identitas dari 21 ABK Indonesia yang hilang bersama kapal Taiwan itu.

"Sejak mendapat kabar ini, kami meminta KDEI di Taipei untuk mencari tahu identitas para ABK dan status kapal itu. KDEI Taipei akan berkoordinasi dengan otoritas setempat," ujarnya.

Hanya saja, Iqbal mengakui bahwa hingga saat ini belum ada status yang pasti mengenai keberadaan kapal Hsiang Fu Chuen tersebut, dan pencariannya masih terus dilakukan.

"Pemilik kapal masih melakukan upaya untuk mencari kapal itu. Proses pencarian mengalami hambatan karena masalah cuaca," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, kapal Hsiang Fu Chuen hilang kontak setelah sebelumnya salah satu awak kapal melaporkan bahwa kapal itu mengalami kebocoran. Kapal itu hilang pada pukul 03.00 (waktu setempat) pada 26 Februari 2015.

Sebelum hilang, berdasarkan keterangan data satelit Taiwan, kapal itu terakhir diketahui berada di wilayah yang berjarak 1.700 mil laut (3.148 kilometer) dari lepas pantai Kepulauan Falkland. Pihak Taiwan sendiri telah meluncurkan operasi pencarian dengan meminta bantuan Argentina dan Inggris.

"Kami masih belum tahu di mana kapal itu, dan apa yang terjadi dengan kapal itu," ungkap Huang Hong-yen, juru bicara Badan Perikanan Taiwan, sembari menambahkan bahwa masih belum ada bukti jika kapal itu tenggelam.

"Kami akan melakukan segala yang kami bisa, meskipun pencarian itu seperti mencari jarum di laut," kata Huang pula, sebagaimana dilansir ABC. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI