Korban Jalan Rusak Bekasi Tuntut Kompensasi Rp800 Juta

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2015 | 07:21 WIB
Korban Jalan Rusak Bekasi Tuntut Kompensasi Rp800 Juta
Ilustrasi jalan rusak. [Antara]

Suara.com - Pihak keluarga korban Ponti Kadron Nainggolan yang tewas akibat kecelakaan di jalan rusak, menuntut ganti rugi sebesar Rp800 juta lebih kepada pemerintah.

"Tuntutan tersebut kami kalkulasi berdasarkan kerugian materi yang kami alami selama ayah saya meninggal dunia," ungkap putri korban, Sulastri Maeda Yoppy, di Bekasi, Senin (23/3/2015).

Menurut Sulastri, besaran ganti rugi tuntutan itu dihitung berdasarkan usia produktif korban, dan juga kerugian psikologis yang dialami keluarganya.

"Usia ayah saya saat itu masih 53 tahun. Kalau dihitung usia produktifnya hingga 60 tahun, artinya ada tanggung jawab menghidupi keluarga yang hilang sebelum waktunya. Itu kami hitung Rp300 juta," katanya.

Menurutnya pula, almarhum semasa hidup bekerja menafkahi keluarganya dengan cara membuka toko dan mengelola bengkel. Sementara sebesar Rp500 juta lainnya, disebut dihitung sebagai ganti rugi atas faktor psikologis keluarga almarhum yang ditinggalkan.

"Totalnya Rp800 juta lebih. Itu kita kalkulasi berdasarkan kebutuhan, dan tidak mengada-ada," katanya.

Untuk diketahui, Ponti Kadron Nainggolan harus tewas akibat kecelakaan lalu lintas pada 8 Februari 2014 lalu, di Jalan Raya Siliwangi, Bekasi. Saat itu, korban melintas di Jalan Raya Siliwangi menggunakan sepeda motor. Namun saat sampai di Pangkalan IV, sepeda motor korban terjatuh setelah terkena lubang sedalam 10 cm di lokasi tersebut. Malangnya, di saat bersamaan, sebuah truk boks Hyundai menabrak korban dari arah yang berlawanan, hingga kepala korban menderita luka serius dan meninggal dunia.

Akibat peristiwa itu, keluarga korban melayangkan surat gugatan kepada Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, serta Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Supandi Budiman.

"Saya ingin pemerintah bertanggung jawab atas kejadian ini, hingga memakan korban jiwa ayah saya. Dan ke depan pemerintah harus memperbaiki jalan-jalan yang rusak agar tidak jatuh korban lagi," kata Sulastri.

Putri korban menambahkan, pihak keluarganya kini berencana menjual rumahnya di bilangan Bogor, serta sebuah toko dan bengkel milik almarhum di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, untuk menutupi kebutuhan biaya hidup saat ini. Sulastri sendiri hingga kini mengaku hanya hidup bersama dengan ibu kandungnya, setelah ayahnya meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

APBD DKI Mandek, Jalan Berlubang Tak Bisa Diperbaiki

APBD DKI Mandek, Jalan Berlubang Tak Bisa Diperbaiki

News | Rabu, 11 Maret 2015 | 06:02 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB