Dengar Pakar Kritik Ahok, Anggota DPRD Tepuk Tangan Kegirangan

Siswanto, Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 27 Maret 2015 | 05:43 WIB
Dengar Pakar Kritik Ahok, Anggota DPRD Tepuk Tangan Kegirangan
Kelompok masyarakat atas nama 'Teman Ahok' menggelar aksi pengumpulan dukungan dari warga Jakarta, di kawasan Bunderan HI, Minggu (8/3/2015). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Salah satu pakar komunikasi politik yang dimintai pendapat panitia hak angket DPRD DKI Jakarta ialah Emrus Sihombing, Kamis (26/3/2015).

Dalam pertemuan di gedung DPRD, beberapa anggota dewan bertanya kepada Emrus terkait etika komunikasi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

"Sepakat nggak kita punya pemimpin seperti (Ahok) ini? dia (tidak memiliki etika) masih pantas duduk di kursi yang dia milki?" kata anggota panitia angket dari Fraksi Gerinda Ramli Muhammad.

Sebelum menjawab inti pertanyaan Ramli, Emrus mengakui gaya memimpin Ahok luar biasa, bahkan masyarakat Jakarta menilai Ahok seorang pemimpin yang penuh keterbukaan dan transparan.

Namun, kata Emrus, bila seorang pemimpin tidak memiliki etika, tidak pantas duduk menjadi pemimpin.

"Pimpinan tak beretika tidak pantas duduk di kursi pimpinan," kata Emrus.

"Kalau ada orang berpandangan orang tidak beretika pantas jadi pemimpin, saya enggak bisa habis pikir. Jangankan jadi gubernur, menjadi suami di rumah saja tak pantas," Emrus menambahkan.

Kemudian Emrus menyarankan kepada Ahok untuk introspeksi diri.

"Ahok merenunglah terlebih dahulu jangan beralasan lagi. Masuk kamar merenung, dan berkaca, apakah saya harus mundur?" Kata Emrus.

Setelah mendengar pendapat Emrus, anggota dewan terlihat senang, lalu mereka bertepuk tangan.

Dari kaca mata Ahok, anggota DPRD juga kerap melontarkan kata-kata yang tidak pantas. Ia menyontohkan salah satunya ketika ada wakil rakyat yang menyebut "anjing" saat berlangsung mediasi APBD dengan Kemendagri beberapa waktu lalu.

"Badan kehormatan DPRD DKI ada nggak periksa temen-temannya yang ngatain saya anjing, goblok?" ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Perang urat antara Ahok dan pimpinan dewan semakin menjadi-jadi setelah muncul kasus dana siluman APBD 2015. Ahok tidak mau mengirimkan dokumen APBD yang disahkan dewan, melainkan mengirimkan versi e-budgeting yang dinilai lebih transparan. Karena menilai hal itu pelanggaran, dewan menggunakan hak angket untuk mengusut keputusan Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Sebut Prasetio Rasis,  Gantian Taufik Nilai Ahok Lebih Parah

Ahok Sebut Prasetio Rasis, Gantian Taufik Nilai Ahok Lebih Parah

News | Kamis, 26 Maret 2015 | 14:25 WIB

Disebut Mirip Pedagang Glodok, Ahok: Itu Rasis, Bisa Dihukum Lho

Disebut Mirip Pedagang Glodok, Ahok: Itu Rasis, Bisa Dihukum Lho

News | Kamis, 26 Maret 2015 | 11:41 WIB

Terkini

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas

Jabar | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:20 WIB

×