Kasus Bakso Celeng, Pendapatan Tukang Bakso Turun Drastis

Ardi Mandiri | Suara.com

Jum'at, 27 Maret 2015 | 06:06 WIB
Kasus Bakso Celeng, Pendapatan Tukang Bakso Turun Drastis
Ilustrasi daging bakso [Shutterstock]

Suara.com - Mayoritas pedagang bakso di Sukabumi, Jawa Barat pendapatannya turun drastis, setelah terungkapnya kasus peredaran bakso daging celeng atau babi hutan oleh Polres Sukabumi Kota.

"Di Sukabumi ada ribuan pendagang bakso baik keliling maupun kios, dengan terungkapnya peredaran bakso daging celeng pendapatan pedagang turun 20 sampai 50 persen," kata tokoh Paguyuban Pedagang Bakso Sukabumi, Suparmin di Sukabumi, Kamis (26/3/2015).

Menurutnya, pihaknya mengapresiasi langkah polisi dengan mengungkap kasus ini karena merugikan yang mengkonsumsinya khususnya umat islam dan akibat ulah satu dua pedagang bakso yang "nakal" seperti ini imbasnya pedagang bakso yang jujur dan berjuang menggunakan bakso murni daging sapi pendapatannya menjadi menurun.

Selain itu, ulah oknum pedagang bakso daging celeng juga meresahkan masyarakat khususnya di Sukabum, apalagi warga di daerah ini meyoritas penikmat bakso.

Lebih lanjut, adanya kasus seperti diduga ada kaitannya dengan mahalnya harga daging sapi, sehingga oknum pedagang bakso mengoplosnya dengan daging celeng.

"Tidak menutup kemungkinan ulah oknum pedagang bakso itu disengaja hanya untuk mendapatkan keuntungan yang melimpah, padahal dampaknya sangat luas baik kepada masyarakat itu sendiri juga kepada para pedagang lainnya," tambahnya.

Ia juga meminta kepada pemerintah setempat untuk turun langsung ke lapangan memeriksa seluruh pedagang bakso untuk memberikan rasa aman bagi para konsumennya.

Sehingga ke depannya masyarakat akan kembali percaya terhadap makanan yang bisa dinikmati oleh seluruh kalangan ini.

Di sisi lain, Suparmin yang juga memiliki usaha penggilingan daging sapi untuk bahan baku pembuatan bakso sejak 1980 ini, setiap harinya bisa menggiling daging sapi hingga satu ton yang berasal dari ribuan pedagang bakso di Sukabumi.

"Kami pemerintah bisa memberikan jaminan, agar omzet jualan kami kembali normal khususnya bagi pedagang bakso kecil yang hanya mengandalkan jualannya untuk kehidupan sehari-harinya," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sukabumi, Ayep Supriatna mengatakan pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus peredaran bakso daging celeng ini yang juga berkoordinasi dengan Polres Sukabumi Kota, Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kota Sukabumi.

"Tim khusus ini bertugas memantau atau mengawasi seluruh pedagang bakso agar bebas dari bakso daging celeng," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Balai Besar POM Selidiki Peredaran Bakso Mengandung Babi

Balai Besar POM Selidiki Peredaran Bakso Mengandung Babi

News | Kamis, 26 Juni 2014 | 14:32 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB